Tips Pengelolaan Air Untuk Mencegah Penyakit Pada Ikan Lele

06.34
Tips pengelolaan air untuk mencegah penyakit pada ikan lele
Dalam dunia budidaya lele, penyakit masih menjadi hambatan utama penyebab kematian dalam jumlah besar. Penyakit-penyakit tersebut di timbulkan karena adanya jamur, parasit, dan bakteri pathogen yang terkandung dalam air.

tips pengelolaan air untuk mencegah penyakit pada ikan lele
Para petani budidaya lele mungkin sering menjumpai tingkah laku ikan lele yang suka bergrombol, lele sering terlihat menggosok-gosokan badanya ke permukaan dinding kolam, lele suka berenang berputar-putar dan sebagainya. Tingkah laku tersebut adalah ciri bahwa lele telah terkena parasit. Hal seperti yang saya sebutkan tadi jika tidak segara di lakukan pengobatan maka akan menyebabkan lele terkena penyakit, seperti bintik putih, perut kembung berisi cairan getah bening, lele bengkak dan terdapat luka di sekujur tubuh.

Semua penyakit tersebut di akibatkan oleh buruknya kualitas air. Air yang buruk membuat jamur, parasit dan bakteri pathogen cepat berkembang, kwalitas air yang buruk juga mengakibatpkan lele stres,susah beradaptasi, berkurangnya nafsu makan, kekurangan nutrisi yang nantinya berdampak pada kematian.
Air yang baik untuk budidaya lele harus dalam kondisi netral yaitu tidak bau, bebas ammonia, tidak berbusa, kandungan oksigen terlarut cukup, tingkat keasaman air normal yaitu di kisaran PH 7-PH8.

Ciri-ciri air dengan kwalitas buruk
.
  • Rendah atau terlalu tingginya PH air. PH air di bawah 7 mendakan air dalam kondisi asam, bakteri kan berkembang di air dalam kondisi asam. Hal-hal yang dapat mempengaruhi berubahnya PH air adalh air hujan, Limpahan air hujan dengan itensitas tinggi akan menurunkan PH air yang mengakibatkan ikan gelisah, turnya nafsu makan, dan menimbulkan kematpian.
  • Air berbau,air bau dapat di sebabkan endapan sisa makanan yang tidak terurai, air bau mengakibatkan kurangnya nafsu makan dan timbulnya jamur.
  • Air kotor, Bisa di sebabkan karena endapan sisa makanan maupun pengelolaan yang kurang baik, air yang kotor menyebabkan berkurangnya kandungan ogsigen,yang megakibatkan lele gelisah, stress, dan berkurangnya nafsu makan.
Dampak buruk kualitas air kadang kurang di perhatikan oleh para petani, akibatnya usaha budidaya mereka banyak mengalami kemunduran, kerugian, bahkan kebangkrutan akibat kwalitas air yang buruk dan berdampak pada kematian lele dalam jumlah banyak. Untuk menjaga kwalitas air tetap dalam skala netral/baik ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Tips Menjaga Kualitas Air
  • Gunakan kolam yang di lengkapi dengan saluran pembuangan kotoran ( sistem central drain ), saluran pembuangan berguna untuk mengurangi sisa pakan yang tidak terurai dan mengendap di dasar kolam, sisa pakan tersebut bisa mengakibatkan PH air terlalu tinggi.
  • Gunakan Alat Pengukur PH Air (PH Meter), alangkah baiknya anda menggunakan alat ini untuk bisa rutin mengontrol kadar PH air. Alat ini berfungsi untuk mengetahui kandungan oksigen terlarut, kandungan oksigen terlarut adalah parameter utama untuk mengetahui PH air.
  • Penggantian Air Secara Rutin, penggantian Air berfungsi untuk menghilangkan bakteri pathogen yang terkandung di air lama (kotor), penggantian air bisa di lakukan 1x dalam seminggu, air yang di ganti baiknya kisaran 30% untuk menjaga lele agar tidak stress. Jika air di ganti terlalu banyak, lele harus beradap tasi kembali dengan air baru dan itu mengakibatkan lele strees.
Gunakan obat Penyetabil PH air, bahan-bahan yang bisa anda gunakan untuk menyetabilkan PH air diantaranya garam, daun pepaya,kapur dolomit, bonggol pisang. Bahan-bahan tersebut bisa di gunakan dengan cara di larutkan kemudian di tebarkan ke kolam.

Hal-hal tersebut penting bagi kelangsungan hidup ikan lele, dengan memperhatikan hal-hal tersebut di harapkan hasil panen akan meningkat dan kualitas lele lebih baik

Share this :

Previous
Next Post »