Penyebab Kegagalan Budidaya Lele

06.52
Mengapa banyak pemula yang terjun ke dunia budidaya khususnya lele banyak yang gagal?, Banyak faktor yang menyebabkan Kegagalan Budidaya Lele, rata-rata para pemula kurang menguasai ilmu dasar berbudaya lele.

Kadang sebagaian dari mereka kurang teliti dalam menganalisa pasar, kurang memperhatikan biaya oprasional maupun, faktor iklim di darerah mereka. Kematian pada lele adalah faktor terbesar penyebab kebangkrutan para pemula, kematian yang terjadi dalam jumlah besar utamanya. Banyak faktor yang menyebabkan kematian dalam jumlah besar, bisa karena iklim, penyakit dan lain sebagainya.

Untuk sukses dalam menjalankan budidaya lele, banyak hal yang harus di perhatikan dan dijadikan pertimbangan?, oleh karena itu wajib bagi pemula untuk mengetahui ilmu dasar budidaya lele, selain itu kita juga harus banyak belajar dan bertanya kepada mereka yang lebih dulu dan sukses.

Di kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada anda tentang beberapa faktor yang bisa menjadi sebab dari kegagan bisnis budidaya lele, data-data ini saya rangkum dari pendapat beberapa petani lele yang pernah mengalami situasi sulit dalam menjalankan bisnis budidaya lele.

Faktor - Fktor Penyebab Kegaggalan Budidaya lele

Kematian dalam jumlah besar. Mungkin kita semua sudah tahu bahwasanya penyebab kegagalan dalam menjalankan bisnis budidaya lele adalah kematian dalam jumlah besar, namun kali ini kita akan lebih mendalami, apa saja sih penyebab lele bisa mati dalam jumlah besar. Menurut para petani ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kematian lele dalam jumlah besar, hal pertama adalah:

  • Benih lele yang kurang baik. Benih lele yang kurang baik dalam segi daya tahan terhadap parasit maupun bakteri lain penyebab penyakit bisa jadi hal terburuk penyebab kematian lele dalam jumlah besar. Selektif dalam memilih benih adalah kunci utama mencegah kematian, saat kita bisa memilih bibit yang baik, tahab selanjutnya dalam hal perawatanpun akan lebih mudah, baca Cara memilih benih kualitas baik
  • Di mangsa oleh hewan predator. Jika kita menggunakan kolam yang punya kedalaman cukup rendah, hewan predator bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya lele dalam jumlah yang cukup besar di waktu masa pemanen. Kolam dalam tempat terbuka tanpa ada pagar pelindung membuat hewan predator seperti biawak, ular, ayam, maupun burung dengan mudah masuk, selain pagar hal penting lain yang bisa di lakukan untuk mempersempit kemungkinan adanya hewan predator sperti biawak dan ular adalah kebersihan di sekitar lingkungan kolam. Semak belukar di sekitar kolam bisa menjadi tempat persembunyian hewan predator, oleh karena itu kebersihan di lingkungan kolam juga harus di perhatikan.
  • Susana kolam yang tidak stabil. maksut satabil disini adalah dalam segi suhu, seperti yang pernah saya shere di artikel cara budidaya lele yang menguntungkan, bahwasanya lele sangat cocok hidup di suhu kisaran 20-28 derajat C, suhu yang sering berubah-ubah secara drastis akan menyebabkan lele stres, kemudian berkurangnya nafsu makan dan mmenyebabkan kematian. Akan lebih baik jika anda menggunakan kolam terpal anda beri tutup kolam tersebut dengan bahan seperti jaring rapat yang masih bisa di tembus cahaya matahari, dengan demikian suhu di dalam kolam akan lebih terjaga kestabilanya. 
  • Suasana sekitar kolam yang bising. Keadaan sekitar kolam yang bising dan ramae juga dapat menyebabkan lele mudah stres, berkurangnya nafsu makan dan menmbulkan kematian. Alangkah baiknya anda membuat kolam yang jaraknya agak jauh dari pemukiman warga, namun jika faktor lokasi yang tidak memungkinkan anda bisa memagar keliling kolam agar suara bising bisa di kurangi.

Itu adalah beberapa faktor teknis penyebab kegagalan bisnis budidaya lele, faktor-faktor diatas merupakan penyebab rata-rata kegagalan bisnis budidaya lele oleh pemula. Jika anda seorang pemula yang pernah gagal atau anda baru ingin memulai bisnis budidaya lele, anda bisa gunakan beberapa hal diatas sebagai refrensi untuk memulai bisnis budidaya lele. Tinggal anda lakukan riset tentang hal di atas, kemudian pahami faktor alam di sekitar anda.

Selain faktor teknis, Ada bebarapa faktor non teknis yang juga menjadi penyebab kegagalan bahkan kebangkrutan para pebisnis budidaya lele, Faktor-faktor ini bukan hanya menjadi penyebab kegagalan para pemula, namun para petani yang sudah lama menggeluti bidang ini-pun mengalaminya. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

Harga pakan utama yang melambung dan tidak seimbang dengan harga jual

Harga jual yang murah, kemudian harga pakan yang terus menerus naik di pasaran menjadi keluhan utama para pebisnis budidaya lele, ketidak seimbangan antara pengeluaran dan hasil yang di dapat bisa menjadi alasan para pebisnis budidaya lele gulung tikar.
Mengapa hal tersebut terjadi, terkadang para pebisnis kelas menengah ke bawah memilih jalan praktis dengan menggunakan pelet sebagai pakan utama, tanpa mengurangi penggunaanya dengan memberikan pakan alternatif sebagai selingan. Hal seperti itu pasti merugikan, walaupun hasil panen maksimal, jika harga jual tidak sesuai dengan pengluaran tetap saja itu merupakan cara yang salah. Disini kejelian para pebisnis dalam menganalisa keadaan sangat di butuhkan. Jika harga pakan tidak seimbang dengan harga jual lele, yang harus kita lakukan adalah mengurangi konsumsi pakan utama, dan memberikan pakan alternatif sebagai gantinya. Anda bisa memberikan 60% pakan utama dan 40% pakan alternatif untuk menyumbat biaya pengluaran agar tidak terlalu membengkak. Adapun pakan alternatif yang banyak di gunakan para petani adalah keong emas yang bisa kita jumpai di lingkungan persawahan, atau ikan asin murah yang bisa anda haluskan dengan cara di giling kemudian anda campurkan ke pakan utama dengan ukurun 70% pakan utama dan 30% ikan asin. Dengan demikian biaya pengeluaran untuk pembelian pakan pelet dapat di kurangi untuk mencegah kerugian.

Jika anda ingin lebih mengirit biaya pengeluaran pakan, anda bisa tinggalkan cara lama, dan mulailah mencoba metode baru menggunakan sistem bioflok atau organik, budidaya lele dengan sistem bioflok dan budidaya lele dengan sistem organik telah banyak di implementasikan oleh negara-negara maju, dengan sistem tersebut, biaya pakan/pelet dapat di hemat hingga 50%, karena dalam sistem tersebut, kolam akan di rekayasa seperti habitat asli lele, yang mana pakan alami lele akan tumbuh dan berada di dalam kolam, simak selengkapnya di artikel saya yang berjudul cara budidaya lele modern sistem bioflok dan budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset

Itulah beberapa hal yang bersumber dari pengalaman para petani budidaya lele yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Jika anda benar-benar mengamati dan mempraktekan beberapa hal tersebut, mudah-mudahan kegagalan dan kebangkrutan dalam menjalankan bisnis budidaya lele dapat di hindari.




Share this :

Previous
Next Post »