Belajar Budidaya Lele Kolam Terpal

11.15
Setelah sebelumnya saya sudah membahas cara budidaya lele yang menguntungkan, di kesempatan kali ini kita akan belajar budidaya lele dengan kolam terpal.
Semakin berkembangnya zaman dan teknologi membuat para petani lele pun ikut berinovasi, budidaya lele yang semula dilakukan dengan menggunakan kolam permanen dan semi permanen seperti kolam beton dan tanah kini merambah menggunakan kolam dari bahan terpal. Kolam terppal menjadi alternatif yang sangat baik untuk budidaya lele, selain irit dalam segi biaya, dengan kolam terpal-pun akan memudahkan para pelaku budidaya lele mengontrol perkembangan pertubuhan lele-lele tersebut.

Beberapa keuntungan budidaya lele menggunakan kolam terpal adalah :

  • Biaya relatif lebih murah. Di bandingkan menggunakan kolam beton atau kolam tanah jelas kolam terpal lebih muarah, denagn kolam terpal anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian semen, atau penggalian tanah untuk kolam, anda juga tidak akan keluar banyak uang untuk mengerjakan orang saat proses pembuatan kolam.
  • Dapat menghidari pencemaran air yang di sebabkan oleh tanah. Banyak kandungan yang terdapat di tanah, entah itu kandungan bakteri yang menguntungkan, atau malah merugikan petani lele karena bkteri menyebabkan penyakit pada lele yang dapat menimbulkan kematian. Yang jelas menggunakan kolam terpal hal-hal tersebut bisa di minimalisir
  • Mudah di bersihkan. Tentu jelas, menggunakan kolam terpal akan sangat mudah bagi kita untuk membersihkan. Sesat setelah panen kita bisa langsung membersihkan dan kemudian melakukan pengeringan terpal, dengan begitu bakteri-bakteri jahat yang terdapat di kotoran lele yang belum sempat terbuahi akan mati.
  • Cocok untuk darah sempit . Tidak semua orang yang punya kemauan membuka usaha budidaya lele punya lahan yang memadai, jika kita memilih kolam tanah atau semen, tentu lahan dan dana harus di persiapkan. Namun hadirnya inovasi kolam terpal menjawab kesulitan tersebut, dengan kolam terpal kita bisa memulai usaha denagn modal yang minim.

Walaupun demikian, dengan menggunakan kolam terpal, kita juga tidak boleh melupakan dasar-dasar cara berternak lele, seperti penyesuain luas kolam dengan populasi lele, ketinggian air, kwalitas air, dan juga suhu. Meskipun lele adalah jenis ikan yang relatif tahan dengan berbagai jenis kondisi, namun jika kita asal-asalan dalam memlihara, tanpa memperhatikan faktor teknis dan iklim, resiko kematian akan jauh lebih besar. Dengan memperhatikan beberapa faktor di atas, kita dapat meminimalisir resiko kematian pada lele.

Adapun untuk kepentingan populasi lele agar lebih maksimal, idealnya lele di besarkan dalam jumlah 100-150 ekor/m2, dengan memperhatikan hal tersebut, akan menghidari terjadinya kekerdilan pada lele, kolam yang sepit denagn jumlah lele di luar batas akan mengakibatkan ketidak merataan saat proses pemberian pakan, akibatnya lele yang jarang mendapat asupan makanan akan lambat pertumbuhanya.

Kemudian untuk ketinggian air, maksimal adalah 70 cm, itupun tidak di anjurkan memberi air dengan ketinngian tersebut saat awal penebaran benih lele, untuk benih, kita bisa memberi air separuhnya terlebih dahulu, tujuanya untuk memastikan sinar matahari menembus sampai kedasar kolam, dengan demikian ktersediaan oksigen bisa di pastikan mencukupi untuk lele kategori benih. Penambahan air bisa di lakukan bertahab sesuai umur dari lele.

Air juga harus di perhatikan, air yang berwarna hijau dengan kandungan plankton yang banyak sanagat cocok untuk benih lele, kenapa demikian?, lele di umur kisaran kurang dari satu minggu belum bisa memakan pelet, plankton adalah makanan alami bagi benih lele. Otomatis plankton sangat signifikan fungsinya untuk kelangsungan hidup benih lele Masa kurang dari satu minggu adalah masa di mana lele rawan mati. Saat-saat inilah anda harus benar-benar jeli dan teratur memantau perkembanganya.
Penggantian air juga perlu, kwalitas air semakin lama akan memburuk, air yang keruh dan bau biasanya minim kandungan oksigen, walaupun lele maih bisa hidup di dalam air dengan oksigen rendah, ini tetep tidak baik. Air yang keruh juga banyak mengandung bakteri penyebab penyakit. Jika penggantian air tidak di lakukan maka kemungkinan besar lele akan terkena parasit yang dapat menyebabkan borok dan panyakit lainya, tentu ini merugikan, penyakit pada lele yang menular dapat mengakibatkan kematian dalam jumlah besar. Air bisa di ganti 10-40% dengan kurun waktu 2 minggu sekali.

Dalam segi suhu, lele akan mudah stres jika suhu sering berubah drastis, terlalu panas, atau terlalu teduh itu tidak baik, usahakan kolam terkena sinar matahari, anda bisa menggunakan waring sebagai bahan penutup kolam agar sinar matahari masih bisa tetap masuk dan suhu akan lebih stabil. Lele sangat cocok hidup di suhu kisaran 20-28 derajat C.

Share this :

Previous
Next Post »