Inilah Teknik Budidaya Lele Yang Terbukti Meningkatkan Hasil Panen

05.25
Lautlele.blogspot.com. Ada banyak teknik/cara budidaya lele yang di lakukan petani, mulai dari teknik budidaya lele kolam terpal, budidaya lele kolam tanah dan lain-lain. Namun yang akan saya bahas kali ini adalah teknik budidaya lele yang bisa di katan kombinasi antara dua teknik tersebut. Teknik budidaya lele ini dinamakan dengan teknik guba.

cara budidaya lele

Budidaya lele dengan teknik guba terbukti ampuh meningkatkan penghasilan. Suherman salah satu peternak lele asal yoyakarta telah merasakan hasil dari budidaya lele dengan teknik ini. Suherman yang awalnya hanya mampu menghasilkan maksimal 18 kuintal dari kolam berukuran 200 m2, itupun belum memenuhi ukuran standard pasar 8-10 ekor/kg.Kini dengan menggunakan teknig guba, suherman mampu menghasilkan 21 kuintal dari kolam berukuran 200 m2 dengan berat memenuhi standard.

Teknig budidaya ikan lele guba pertamakali di perkenalkan oleh tim riset asal Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan Bina Agro Konsultan (BAK). Menurut direktur utama BAK, guba adalah singkatan dari 3 unsur dasar cara bertambak, yaitu dasar tambak, air tambak, dan ikan yang di budidayakan. Apabila 3 unsur dasar tersebut mampu di kondisikan dengan maksimal oleh petani, maka akan menuai hasil yang maksimal. Teknik guba memanfaatkan probiotik koloni mikroba yang berguna untuk mengoptimalkan proses pemiliharaan ikan.

Probiotik koloni mikroba akan berfungsi maksimal jika anda memilihnya sesuai dengan tujuan dan fungsi, misalnya, jika anda ingin memperbaiki kualitas kolam dan air, ada probiotik yang berfungsi untuk menyuburkan dan menetralisir dasar kolam. Dan untuk tujuan pertumbuhan ikan anda bisa menggunakan probiotik mikroba pemacu tubuh. Teknik guba tidak hanya berlaku untuk lele saja, tetapi dapat di terapkan pada seluruh budidaya ikan air tawar.

Cara penggunaan probiotik ini juga cukup mudah. Cairan probiotik dengan dosis 20-25 ml di campurkan ke dalam 1 liter air, kemudian tambahkan 3-5 sendok makan pemanis seperti gula untuk mengaktifkan mikroba, kemudian diamkan selama 10 menit, setelah itu semprotkan pada pakan sebelum di tebarkan hingga kondisi pakan lembab.



Model kolam yang cocok untuk budidaya lele teknik guba.
Model kolam yang sering di gunakan petani untuk budidaya teknik ini biasanya menggunakan kolam kombinasi anrata kolam terpal dan tanah.

Berikut tatacara pembuatan kolamnya
  • Gali tanah di area yang hendak di jadiakan kolam, kira-kira kedalaman 90 cm, dindingnya di buat dengan kemiringan 30 derajat. Kemiringan ini nantinya berfungsi sebagai penyangga terpal saat sudah berisi air.
  • Tanah galian selanjutnya di gunakan untuk pembuatan tanggul setinggi 40 cm, kemudian padatkan supaya kuat. Agar tidak amblas, permukaan tanggul di beri batako atau bata merah.
  • Langkah berikutnya, berikan sekam didasar kolam setebal 10 cm. Sekam berfungsi untuk menjaga suhu dasar kolam tetap stabil di kisaran 27-30 derajat C.
  • Pasang selapis terpal di atas sekam, kemudian ujung terpal di timpahi batako sebagai pemberat agar terpal tidak melorot.

Kolama siap di pakai, meski murah dan efektif, Budidaya lele menggunakan kolam terpal memerlukan penanganan khusus, hal ini di karenakan sisa pakan maupun kotoran ikan tidak akan terurai akibat dasar kolam tidak bersentuhan dengan tanah. Untuk mencegah banyak bakteri penyebab penyakit akibat kotornya air, anda bisa melakukan penggantian air secara rutin. Dengan cara ini kematian ikan lele persentasenya akan kecil. Menurut pak Jumaryanto ( petani lele asal jogja ), dengan meng-aplikasikan hal itu, kematian ikan lele di kolamnya paling kenceng hanya 10%.

(sumber https://kicauan.files.wordpress.com/)

Share this :

Previous
Next Post »