Penyebab Kegagalan Budidaya Ikan Patin

05.13
https://lautlele.blogspot.com/2017/07/penyebab-kegagalan-budidaya-ikan-patin.html
Penyebab Kegagalan Budidaya Ikan Patin
Ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya usaha budidaya ikan patin, diantaranya di karenakan kematian ikan patin dalam jumlah banyak, dan harga ikan tidak sesuai dengan biaya oprasional budidaya ikan patin.
Seperti yang terjadi di daerah sumatra, ikan patin milik kelompok petani tiba-tiba mati, kematian dalam jumlah besar di akibatkan oleh terkontaminasinya air oleh zat beracun yang terbawa aliran sungai akibat banjir.

Dikatakan Ramlan, Pemeliharaan ikan patin tersebut merupakan proyek yang didanai APBD Inhu tahun 2012 lalu.

Ikan patin keramba yang dikelola kelompok tani di desanya sangat banyak, semua pemeliharaan dalam bentuk keramba. Keramba tersebut telah disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dipelihara.

"Keramba berukuran 4x2 meter berjumlah puluhan, diisi dengan bibit ikan patin 500 ekor per kerambanya," terang Kades.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Dinas Peternakan Kecamatan Kelayang-Rakit Kulim Ardan mengatakan matinya ikan tersebut karena keracunan air, karena kualitas air disekitar itu tidak bagus.

"Musim penghujan selama ini menyebabkan kualitas air terganggu," jelasnya.

Disamping karena faktor air kurang bagus akibat banjir, juga karena aktivitas masyarakat didesa tersebut kurang terkontrol. seperti kegiatan merendam getah karet disungai padahal getak itu berbahaya.

Selain di karenakan keracunan, kematian dalam jumlah besar juga bisa di akbibatkan oleh penyakit, serta pertumbuhan ikan patin yang tidak sesuai, ikan patin yang sudah waktunya untuk di panen, tetapi ternyata bobotnya belum sesuai atau kerdil, hal ini bisa terjadi karena kesalahan teknis pada saat melakukan penebaran bibit, serta tingkat kepadatan ikan yang tidak sesuai dengan luas kolam.

waktu yang baik untuk menebar bibit ikan adalah sore atau pagi hari ketika matahari tidak terlalu panas, selain karena kesalahan pada saat penebaran dan tingkat kepadatan, pertumbuhan ikan patin yang tidak sesuai juga bisa di akibatkan karena pemilihan bibit yang asal-asalan dan kurang bagus.

Berikut tips untuk mencegah kematian ikan patin dalam jumlah besar, tips pemeliharaan ikan agar pertumbuhan ikan patin bisa lebih maksimal.

1. Penyortiran
Penyortiran di perlukan agar pertumbuhan dan asupan pakan pada ikan patin bisa merata, keterlambatan dalam melakukan penyortiran juga dapat berujung kematian pada ikan patin. Tidak di lakukanya penyortiran pada bibit ikan dapat mengakibatkan pertumbuhan ikan patin atau tidak merata, dengan kata lain ada yang besar ada juga yang kecil. Pertumbuhan tidak seimbang ikan yang lebih besar cenderung  mendominasi makanan, sedangkan ikan yang lebih kecil takut dan yang besar merajai akibatnya yang besar cepat besar dan yang kecil tetap kecil dan lambat besar, bahkan jika tidak bertahan ia tetap stress dan akhirnya mati.

2. Penggunaan Probiotik
Penggunaan Probiotik dalam sistim budidaya ikan patin juga sangat dianjurkan, apalagi jika budidaya ikan patin menggunakan kolam terpal atau tembok, probiotik memiliki fungsi untuk menguraikan ammonia, sisa makan, dan kotoran ikan patin yang mengendap di dasar kolam, dengan demikian sisa pakan dan kotoran di dasar kolam tidak berubah menjadi rajun yang mencemari air serta menumbulkan bakteri penyebab penyakit. Oleh karena itu dengan kita memberikan probiotik baik pada campuran pakan atau kolam sangat dianjurkan bagi pembudidaya ikan. Untuk Mencari probitik sekarang sudah banyak dijual di toko perikanan,  sudah banyak yang jual.

3. Alat penangkap terlalu kasar.
Penggunaan Alat tangkap yang terlalu kasar akan mengakibatkan ikan luka dan terinfeksi, sehingga bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu apabila kita menggunakan alat tangkap seperti serok sebaiknya kita pilih yang berbahan lembut dan halus agar tidak melukai Ikan saat proses penangkapan atau penyortiran.

4. Vaksinasi.
Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit pada Ikan. Dengan melakukan vaknsinasi secara rutin 1 minggu sekali, berarti anda telah melakukan pencegahan tumbuhnya bakteri jahat di dalam kolam.

5.kebersihan lingkungan kolam
Kebersihan lingkungan kolam juga harus di perhatikan, apalagi pada saat ikan patin masih berukuran kecil, dengan memperhatikan kebersihan lingkungan kolam di harapkan tidak ada hama yang tinggal di lingkungan sekitar kolam, seperti ular, biawak dan lain sebagainya.

Share this :

Previous
Next Post »