Cara Mudah Pemijahan Ikan lele Dengan Kolam Bak

04.09
Setelah di artikel sebelumnya saha membahas mengenai cara  pemijahan ikan lele dengan cara tradisonal, di kesempatan kali ini saya akan membahas cara pemijahan ikan lele dengan media kolam bak. Pemijahan ikan lele dengan kolam bak tergolong mudah di lakukan, caranya simpel dan tidak banyak memakan tempat. Ada dua macam cara pemijahan ikan lele menggunkan kolam bak, yaitu pemijahan berpasangan dan pemijahan secara masal/dalam jumlah banyak.
cara mudah pemijahan ikan lele dengan kolam bak

Pemijahan di kolam bak secara berpasangan
Langkah-langkahnya adalah:
  • Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1x2m dan tinggi 0,6 m.
  • Lengkapi bak dengan kayu ukuran 25x40x30 cm yang di letakan di dalam bak sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas di beri lubang dan di beri tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. Bagian depan sarang di beri enceng gondok supaya kotak me jadi gelap.
  • Sarang pemijahan juga bisa di buat dengan tumpukan batu bata atau bahan lainya.
  • Sarang bak pembenihan di beri kerikil untuk menempatkan telur hasil pemijahan.
  • Sebelum bak di gunakan bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan formalin 40%, kemudian bilas lagi dan selanjutnya keringkan.

1. Pemijahan/pembibitan
Setelah kolam selesai di siapkan, sekarang waktunya untuk melakukan pemijahan.
  • Tebarkan satu pasang induk (betina dan jantan) dalam satu bak setelah bak di isi air setinggi kurang lebih 25 cm. Di sarankan untuk hasil yang maksimal buat air mengalir. Lakukan penebaran pada jam 14:00-16:00
  • Biarkan induk selama 5-10 hari, beri makanan yang insentif. Setelah kurang lebih 10 hari, di harapkan induk ini telah memijah, bertelur dan dalam aktu 24 jam telur-telur ini akan menetas. Telur yang baik memiliki warna kuning cerah
  • Beri makan bibit lele yang masih sangat kecil dengan jentik nyamuk, setelah agak besar bisa di beri makan cacing atau telur rebus.

2. Pemijahan di bak secara masal.
Caranya kurang lebih sama,
  • Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2x10 m2 atau 5x10 m2.
  • Diluar bak, buat sarang pemijahan yag menempel dengan diding bak berukuran 30x30x30, yang di lengkapi dengan saluran pengeluaran benih dari paralon berdiameter 1 inc. Setiap sarang di buatkan satu lubang dari paralon berdiameter 4 inc.
  • Dasar sarang pemijahan di berikan kerikil untuk tempat menempel telur hasil pemijahan.
  • Sebelum digunakan, bak di keringkan dan di bilas dengan larutan desinfektan atau formalin, lalu di bilas dengan air bersih dan keringkan

Pemijahan
  • Tebarkan induk lele yang terpilih dalam bak pembenihan sebanyak 2x jumlah sarang setelah bak diariri setinggi 1 m.
  • Setelah sepuluh hari induk dalam bak, surutkan air hingga 50 % dan beri makan secara insentif.
  • Sepeuluh hari kemudian, air di naikan  sampai diatas lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25 cm.
  • Saat air di naikan di harapkan induk-induk berpasangan  masuk sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarakan sampai kurang lebih 10 hari.
  • Sepuluh hari kemudian air di surutkan lagi, Dan di perkirakan telur-telur dalam sarang pemijahan telah menetas menjadi benih lele.
  • Kemudian benih lele di keluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk di dederkan ke kolam pendederan.

3. Pemijahan Buatan
Pemijahan ini bisa di lakukan dengan cara merangsang ikan lele untuk kawin  dengan menyuntikan cairan hormon ke dalam tubuh ikan. Jeniscairan hormon yang di gunakan adalah hormon gonadotropin,adapun fungsi dari hormon tersebut adalah:
Mendorong nafsu sek (libido)
Memacu kematangan telur dan sperma. Setelah 12 jam penyuntikan, telur mengalami ovulasi, perut ikan betina akan membengkan sedikit demi sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu adalah saat yang baik untuk melakukan penggurutan perut (stripping).


Benih lele yang baru menetas memerlukan perawatan insentif, untuk mencegah kematian dan menjaga agar pertumbuhanya bisa tetap merata.

Perawatan bibit
untuk merawat benih ikan lele di butuhkan kolam pendederan yang sesuai fungsi dan keadaan ikan.
Kolam untuk pendederan
  • Bentuk kolam untuk pendederan di minggu pertama dan ke dua, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan tinggi 50 cm. Buat dinding kolam tegak lurus, halus dan licin, sehingga apabila tubuh benih lele bergesekan denagn dinding tidak akan luka. Permukaan langtai kolam di buat miring menuju ke pembuangan air.
  • Pasang saringan yang di jepit dengan dua bingkai kayu dengan permukaan dalam dinding kolam, kira-kira 10 cm dari saluran pengeluaran air. Diantara 2 bingkai di pasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik kemudian di paku.
  • Setiap kolam pendederan di pasang pipa pemasukan dan pipa air untuk mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran di hubungkan dengan plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam.
  • Minggu ketiga benih di pindahkan ke kola pendederan yang lain. Pengambilanya tidak boleh menggunakan jaringp, tetapi dengan cara mengatur ketinggian pipa plastik.
  • Kolam pendederan yang baru berukuran 100x200x50 cm, dengan kontruksi sama seperti kolam sebelumnya.

Setelah hal ini, lakukan penjarangan, penjarangan berfungsi mengurangi padat jumlah lele dalam satu kolam, apabila tidak di lakukan penjarangan, akan mengakibatkan tubuh benih lele terluka karena berdesakan, terjadi perebutan resum makanan yang dapat menimbulkan kanibalisme, suasana kolam tpidak sehat karena menumpuknya CO2 dan NH3, dan berkurangnya kandungan O2 yang membuat pertumbuhan lele menjadi lambat. Untuk penjarangan benih lele di minggu pertama dan kedua kepadatan tebar 5000 ekor/m2, minggu 3-4 1125 ekor/m2, minggu 5-6 525 ekor/m2.

(sumber TTG budidaya berikanan, www.ristek.co.id)
Semoga bermanfaat.

Share this :

Previous
Next Post »