Cara Budidaya Lele Yang Menguntungkan

07.25
Cara Budaya Lele yang menguntungkan, Budidaya lele masih menjadi daya tarik sebagian masyarakat indonesia, selain caranya yang relatif mudah, untuk modalpun tidak terlalu besar. Prospek bisnis budidaya lelepun sangat menjanjikan, karena permintaan pasar untuk konsumsi semakin lama semakin bertmabah jumlahnya, sedang untuk distributor dari petanipun belum mencukupi kebutuhan konsumen di indonesia. Tentu ini peluang yang bagus.

Untuk anda yang baru akan terjun ke dunia budidaya ikan air tawar kususnya lele. Anda perlu mempelajari dan menyiapkan beberapa hal sebagai bekal untuk memulai bisnis ini. Dengan membekali sedikit pengetahuan dasar dan tata cara yang benar, anda dapat menghindari terjadinya kerugian.

Tahap awal yang pertama harus di siapkan adalah kolam. Ada beberapa jenis kolam yang bisa di pergunakan untuk budidaya lele, anda bisa memilih jenis kolam yang bisa di gunakan sesuai dengan kondisi lingkungan dan badget/modal.




Bagi yang tidak memiliki lahan terlalu luas anda bisa menggunakan kolam terpal, kolam terpal merupakan salah satu metode baru yang di gunakan para petani lele saat ini, selain menghemat dana, dalam segi kemungkinan hidup pun lebih tinggi sekitar 70-80%. Selain kolam terpal ada juga kolam beton atau semen dan satu lagi yaitu kolam tanah, ketiga jenis kolam tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing tentunya.

Namun di kesempatan kali ini, LautLELE akan membahas tatacara budidaya lele dengan menggunakan kolam tanah. Untuk jenis budidaya dengan model kolam lainya akan saya bahas bertahap di posing selanjutnya.


Cara Budidaya Lele
  • Untuk ukuran kolam yang ideal adalah 3x4-3x5 meter, Anda bisa sesuaikan dengan ketersediaan lahan, dengan kedalaman sekitar 2-2.5m, dan populasi kepadatan 100-300 ekor per m2. Kolam yang terlalu sempit dengan kepdatan melebihi kapasitas akan mempengaruhi pertumbuhan lele, dengan kolam yang tidak sesuai akan menyebabkan ke-kerdilan dan juga tingginya kematian.

  • Setelah kolam di siapkan, lakukan pengeringan dengan sinar matahari langsung, waktu yang di butuhkan biasanya kisaran satu minggu. Pengeringan berfungsi untuk meminimalisir adanya bakteri atau mikro organisme yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada lele.

  • Setelah kolam kering, kemudian basahi dan lakukan pembajakan, atau bisa menggunakan cangkul, usahakan jangan terlalu dalam. 
Ini adalah tahap awal pembuatan kolam yang bisa memaksimalkan pertumbuhan lele, pembajakan sendiri berfungsi untuk penyuburan tanah, dengan tanah yang subur pertumbuhan cacing akan meningkat, cacing sendiri adalah makanan alternatif lele.
Setelah tahap awal selesai di lakukan, diamkan hingga sehari kemudian lakukan hal-hal berikut

  • Lakukan pengapuran, kapur yang umum di gunakan adalah jennis kapur dolomit. Pengapuran sendiri berfungsi untuk menyeimbangkan kadar keasaman di dalam kolan dan membunuh mikro organisme penyebab penyakit pada lele. Dosis yang di gunakan sekitar 250-500 gram/m2.

  • Lakukan pemupukan, Gunakan pupuk dominan organik dan sedikit campuran non organik dengan dosis pupuk organik kisaran 300-600 gram/m2 dan campuran 30gram/m2 pupuk non organik. Pemupukan sendiri sangat penting fungsinya, selain untuk menyuburkan tanah di dasar kolam untuk perkembang biakan cacing (cacing bisa jadi makanan alternatih Lele) juga sebagai asupan nutrisi untuk plankton dan mikro organisme baik. Pemupukan juga berfungsi sebagai bahan pengurai endapan makanan dan sisa kotoran yang dapat menyebabkan penyakit pada lele. Palnkton sendiri adalah makanan benih lele. Lele dengan umur di bawah satu minggu belom bisa memakan pelet.

Selain hal-hal diatas, hal lain yang harus di perhatikan adalah, sumberdaya air. Tahap awal pengarian dianjurkan untuk mengisi air kisaran 30% dari kedalaman 150 cm. Biarkan selama seminggu, lalu tambah debit air secara bertahap hingga ketinggian 150cm. Dalam hal pengarian yang harus anda perhatikan adalah keruh atau tidaknya air, jika air keruh, gunakan kedalaman air sekitar 125cm saja, itu berfungsi agar caha matahari masih bisa masuk sampai ke dasar kolam. Dengan begitu kandungan oksigen akan tetap terjaga.

Perhtikan juga suhu di lingkungan kolam. Lele sangat cocok di areal dengan suhu kisaran 18-22 derajat C, kemudian usahakan kolam tidak terlalu padas atau terlalu teduh, usahakan tetap. Karena perubahan suhu yang ektrim dan terjadi tiba-tiba dapat menyebabkan lele stres dan mati.

Untuk pemberian pakan lakukan secra teratur minimal 4 x dalam sehari, lakukan secara teratur. Pemberian pakan yang tidak teratur,akan menyebabkan kelaparan pada lele yang mengakibatkan Lele yang besar akan memakan yang lebih kecil (Lele bersifat kanibal). Jika ingin menambah jumlah pakan sesuaikan dengan umur lele.

Untuk  bibit, pilih bibit dengn kwalitas baik dan tahan akan penyakit. Anda bisa mencari di petani-petani yang membudidayakan bibit lele, sebelum membeli lakukan analisa terlebih dahulu. Anda bisa bertanya kepada pembeli awal tentang ketahanan maupun kwalitas dari bibit tersebut.

Lakukan sanitasi kolam secara rutin ( minimal 2x dalam seminggu ), kemudian lakukan pemantauan dan pengecekan dengan rutin, dengan demkian saat ada tenda-tanda lele terserang penyakit, anda sesegera mungkin bisa langslung melakukan pencegahan maupun pengobatan.

Dengan memperhatikan beberapa hal diatas, resiko kematian dalam berbudidaya lele bisa di minimalisir, sehingga resiko kerugian dapat di hindari. Kunci keberhasilan budidaya lele adalah persentase kematian yang kecil, dan bobot yang memenuhi sstandard. Namun anda tetap harus menyesuaikan pakan dan jumlah lele yang di budidayakan.

Share this :

First