penyebab lele banyak yang hilang saat panen

20.47 Add Comment
penyebab lele banyak yang hilang saat panen
Hai sobat budidaya semua.. lama gak post tentang lele ni.. maklum udah mulai sibuk.
oke, langsung adj sob, kali ini saya mau sedikit cerita tentang usaha temen saya, budidaya lele tentunya.
lele yang di budidayakan oleh temen saya adalah jenis sangkuriang.
Karna dia baru pertama kali, jadi rada bingung ni cara merawat dan mengontrolnya. Dan tara... hasil panenya pun jauh dari yang di inginkan.

Bayangin sob, ada 5 kolam terpal yang berisi sekitar 2000 ekor per masing-masing kolam, dengan artian sekitar 10 ribu ekor lele yang ia budidayakan. dan ternyata saat sortir akhir sebelum panen, sekitar 500 ekor lele dari tiap-tiap kolam hilang.. haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... parah gak tu.. kalau di kalkulasikan 5x500 = 2500 ekor udah hilang entah kemana.

boro-boro untung, buntung ia..

Setelah saya analisa berdasarkan fakta dan keterangan temen saya, ada beberapa faktor yng mungkin menjadi salah satu atau beberapa sebab dari kehilangan dalam jumlah besar.
berdasarkan keterangan temen saya, ia menjumpai beberapa ekor lele yang memiliki bentuk fisik berbeda dari kebanyakan lele di umur itu. ada sekitar 4 smapai 5 ekor yang memiliki besar badan 2 kali lipat dari lele kebnyakan di kolam itu.
dan setelah di tangkap untuk di analisa... 2 ekor lele kami tangkap dan kami bedah perutnya. dan ternyta ada 3 ekor lele di dalam perutnya. Nah ketauan kan salah satu sebabnya udahan. bayangkan kalau satu kolam ada 10 ekor lele kanibal dan satu minggu memakan 3 ekor per lele barati satu minggu ada 30 yang hilang di tiap kolam. Bagaimana kalau satu bulan, atau dua bualan kemudian.

Nah, sekarang kita analisa kenpa lele tersebut kanibal.
Lele memang mempunyai sifat kanibal ( memakan sesama ), hal itu bisa terjadi karena pakan yang kurang teratur, atau bisa karna jumlah pakan yg sedikit, sehingga ia masih tetap lapar. Jadi bukan hanya perawatan kolam, air, pemberian vitamin, atau pencegahan penyakit yang harus di fokuskan, keteraturan pemberian pakan dengan jumlah yang sesuai juga harus sangat di perhatikan. Jika umur lele dikira sudah cukup kuat, biasanya sekitar 1 bulanan, bisa langsung di lakukan penyurtiran untuk memisahkan masing-masing lele sesuai dengan ukuran.
Hal ini di lakukan agar lele yang mempunyai pertumbuhan siknifikan, dalam artian dengan bentuk badan yang cepat besar, tidak memakan lele yang bertumbuhanya lebih lambat dengan badan yang masih kecil.

Oke. sob sekian dulu ea.. semoga pengalaman teman saya ini bisa jadi pelajaran juga buat kalian

Tips sukses bisnis ikan lele

06.16 Add Comment
Tips sukses bisnis ikan lele
Setelah banyak belajar bagaimana cara budidaya lele yang menguntungkan, budidaya lele dengan kolam terpal, belajar bagaimana mengelola kolam,air maupun lingkunganya agar tidak di tumbuhi jamur maupun parasit penyebab penyakit, cara mencegah maupun mengobati penyakit pada ikan lele, sekarang kita akan belajar sekaligus menganalisa bisnis ikan lele.

Bisnis ikan lele sejauh ini cukup menjanjikan. Ikan lele masih menjadi faforit masyarakat untuk golongan ikan air tawar, dengan kandungan protein yang lebih tinggi di banding jenis ikan air tawar lainya, menjadikan lele duduk di peringkat teratas untuk jumlah konsumsi ikan air tawar di indonesia.

Untuk persaingan bisnis budidaya lele sekarang juga sudah cukup ketat, omset yang lumayan, membuat para pemilik modal berlomba-lomba membuka usaha ini. Namun ada satu hal yang berkaitan dengan budidaya lele, dan masih jarang yang menggelutinya. Usaha pembibitan ikan lele, bibit/benih merupakan subsistem dari bisnis budidaya lele, semakin banyak orang yang terjun ke dunia bisnis budiday ikan lele, maka permintaan akan bibit/benih lele juga akan semakin meningkat.

Ini merupakan peluang besar, untuk sukses dalam usaha pembibitan ikan lele kita harus bisa bersaing dalam hal kualitas. Kualitas benih yang baik sangat di cari oleh para petani ikan lele, adapun ciri-ciri benih ikan lele yang baik dan di sukai para petani adalah:

-Benih memiliki ukuran yang seragam
-Gerakan terlihat lincah
-Ukuran badan dan kepala seimbang
-Tidak ada cacat fisik

Jika anda berminat bisnis ikan lele model pembibitan, maka hal diatas sangat perlu di perhatikan. Asupan makanan yang bergizi dan teratur dalam masa pemijahan, dapat membuat benih yang di keluarkan oleh induk ikan lele mempunyai kualitas baik. Anda bisa membaca cara pemijahan ikan lele disini

Namun jika anda lebih berminat usaha pembesaran ikan lele, saya punya beberapa tips sukses.

  • Kuasai ilmu dasar, ilmu dasar cara budidaya lele sangat di perlukan, karena disini anda akan menjual kualitas, anda harus mampu mnciptakan hasil lele yang baik. Namun jika anda sudah sangat faham dalam hal budidaya lele, anda sudah selangkah lebih maju dari para pemula.
  • Pahami pasar, anda perlu menganalisa pasar, jika anda baru, lebih baik anda begerak di pasar yang cakupanya lebih kecil dulu, misalnya di profinsi anda tinggal. Dari situ anda lakukan riset, berapa banyak jumah rumahmakan yang menyediakan menu berbahan dasar ikan lele, setelah itu anda lakukan pendekatan, tawarkan ke lebihan kepada mereka bahwa ikan lele hasil pertanian anda memiliki kualitas, lalu beri diskon di awal untuk menarik minat. Setelah anda menguasai pasar di daerah anda, anda bisa melebarkan sayap. Anda akan mendapatkan kemudahan karena pengalaman anda menjinakan pasar di daerah anda.
  • Beri sarvis yang baik, anda harus memperlakukan pelanggan anda sebaik mungkin, ini adalah masa depan kelangsungan usaha anda, jangan buat mereka kecewa. Anda harus bisa menjaga kualitas yang anda tawarkan, dan servis yang anda janjikan. Ini akan membuat mereka tetapmemilih anda sebagai patner bisnisnya.
Sekedar catatan, lele yang baik dan di cari oleh pasar adalah lele yang berjumlah 8-10 ekor untuk satu kg, biasanya berumur sekitar 2,5 sampa 3 bulan, lele dengan umur dan berat tersebut memiliki tekstur daging yang empuk dan lembut. Itu alasan kenapa lele dengan kriteria tersebut banyak di cari pasar.

Cara Mudah Pemijahan Ikan lele Dengan Kolam Bak

04.09 Add Comment
Setelah di artikel sebelumnya saha membahas mengenai cara  pemijahan ikan lele dengan cara tradisonal, di kesempatan kali ini saya akan membahas cara pemijahan ikan lele dengan media kolam bak. Pemijahan ikan lele dengan kolam bak tergolong mudah di lakukan, caranya simpel dan tidak banyak memakan tempat. Ada dua macam cara pemijahan ikan lele menggunkan kolam bak, yaitu pemijahan berpasangan dan pemijahan secara masal/dalam jumlah banyak.
cara mudah pemijahan ikan lele dengan kolam bak

Pemijahan di kolam bak secara berpasangan
Langkah-langkahnya adalah:
  • Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1x2m dan tinggi 0,6 m.
  • Lengkapi bak dengan kayu ukuran 25x40x30 cm yang di letakan di dalam bak sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas di beri lubang dan di beri tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. Bagian depan sarang di beri enceng gondok supaya kotak me jadi gelap.
  • Sarang pemijahan juga bisa di buat dengan tumpukan batu bata atau bahan lainya.
  • Sarang bak pembenihan di beri kerikil untuk menempatkan telur hasil pemijahan.
  • Sebelum bak di gunakan bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan formalin 40%, kemudian bilas lagi dan selanjutnya keringkan.

1. Pemijahan/pembibitan
Setelah kolam selesai di siapkan, sekarang waktunya untuk melakukan pemijahan.
  • Tebarkan satu pasang induk (betina dan jantan) dalam satu bak setelah bak di isi air setinggi kurang lebih 25 cm. Di sarankan untuk hasil yang maksimal buat air mengalir. Lakukan penebaran pada jam 14:00-16:00
  • Biarkan induk selama 5-10 hari, beri makanan yang insentif. Setelah kurang lebih 10 hari, di harapkan induk ini telah memijah, bertelur dan dalam aktu 24 jam telur-telur ini akan menetas. Telur yang baik memiliki warna kuning cerah
  • Beri makan bibit lele yang masih sangat kecil dengan jentik nyamuk, setelah agak besar bisa di beri makan cacing atau telur rebus.

2. Pemijahan di bak secara masal.
Caranya kurang lebih sama,
  • Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2x10 m2 atau 5x10 m2.
  • Diluar bak, buat sarang pemijahan yag menempel dengan diding bak berukuran 30x30x30, yang di lengkapi dengan saluran pengeluaran benih dari paralon berdiameter 1 inc. Setiap sarang di buatkan satu lubang dari paralon berdiameter 4 inc.
  • Dasar sarang pemijahan di berikan kerikil untuk tempat menempel telur hasil pemijahan.
  • Sebelum digunakan, bak di keringkan dan di bilas dengan larutan desinfektan atau formalin, lalu di bilas dengan air bersih dan keringkan

Pemijahan
  • Tebarkan induk lele yang terpilih dalam bak pembenihan sebanyak 2x jumlah sarang setelah bak diariri setinggi 1 m.
  • Setelah sepuluh hari induk dalam bak, surutkan air hingga 50 % dan beri makan secara insentif.
  • Sepeuluh hari kemudian, air di naikan  sampai diatas lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25 cm.
  • Saat air di naikan di harapkan induk-induk berpasangan  masuk sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarakan sampai kurang lebih 10 hari.
  • Sepuluh hari kemudian air di surutkan lagi, Dan di perkirakan telur-telur dalam sarang pemijahan telah menetas menjadi benih lele.
  • Kemudian benih lele di keluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk di dederkan ke kolam pendederan.

3. Pemijahan Buatan
Pemijahan ini bisa di lakukan dengan cara merangsang ikan lele untuk kawin  dengan menyuntikan cairan hormon ke dalam tubuh ikan. Jeniscairan hormon yang di gunakan adalah hormon gonadotropin,adapun fungsi dari hormon tersebut adalah:
Mendorong nafsu sek (libido)
Memacu kematangan telur dan sperma. Setelah 12 jam penyuntikan, telur mengalami ovulasi, perut ikan betina akan membengkan sedikit demi sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu adalah saat yang baik untuk melakukan penggurutan perut (stripping).


Benih lele yang baru menetas memerlukan perawatan insentif, untuk mencegah kematian dan menjaga agar pertumbuhanya bisa tetap merata.

Perawatan bibit
untuk merawat benih ikan lele di butuhkan kolam pendederan yang sesuai fungsi dan keadaan ikan.
Kolam untuk pendederan
  • Bentuk kolam untuk pendederan di minggu pertama dan ke dua, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan tinggi 50 cm. Buat dinding kolam tegak lurus, halus dan licin, sehingga apabila tubuh benih lele bergesekan denagn dinding tidak akan luka. Permukaan langtai kolam di buat miring menuju ke pembuangan air.
  • Pasang saringan yang di jepit dengan dua bingkai kayu dengan permukaan dalam dinding kolam, kira-kira 10 cm dari saluran pengeluaran air. Diantara 2 bingkai di pasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik kemudian di paku.
  • Setiap kolam pendederan di pasang pipa pemasukan dan pipa air untuk mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran di hubungkan dengan plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam.
  • Minggu ketiga benih di pindahkan ke kola pendederan yang lain. Pengambilanya tidak boleh menggunakan jaringp, tetapi dengan cara mengatur ketinggian pipa plastik.
  • Kolam pendederan yang baru berukuran 100x200x50 cm, dengan kontruksi sama seperti kolam sebelumnya.

Setelah hal ini, lakukan penjarangan, penjarangan berfungsi mengurangi padat jumlah lele dalam satu kolam, apabila tidak di lakukan penjarangan, akan mengakibatkan tubuh benih lele terluka karena berdesakan, terjadi perebutan resum makanan yang dapat menimbulkan kanibalisme, suasana kolam tpidak sehat karena menumpuknya CO2 dan NH3, dan berkurangnya kandungan O2 yang membuat pertumbuhan lele menjadi lambat. Untuk penjarangan benih lele di minggu pertama dan kedua kepadatan tebar 5000 ekor/m2, minggu 3-4 1125 ekor/m2, minggu 5-6 525 ekor/m2.

(sumber TTG budidaya berikanan, www.ristek.co.id)
Semoga bermanfaat.

Inilah Teknik Budidaya Lele Yang Terbukti Meningkatkan Hasil Panen

05.25 Add Comment
Lautlele.blogspot.com. Ada banyak teknik/cara budidaya lele yang di lakukan petani, mulai dari teknik budidaya lele kolam terpal, budidaya lele kolam tanah dan lain-lain. Namun yang akan saya bahas kali ini adalah teknik budidaya lele yang bisa di katan kombinasi antara dua teknik tersebut. Teknik budidaya lele ini dinamakan dengan teknik guba.

cara budidaya lele

Budidaya lele dengan teknik guba terbukti ampuh meningkatkan penghasilan. Suherman salah satu peternak lele asal yoyakarta telah merasakan hasil dari budidaya lele dengan teknik ini. Suherman yang awalnya hanya mampu menghasilkan maksimal 18 kuintal dari kolam berukuran 200 m2, itupun belum memenuhi ukuran standard pasar 8-10 ekor/kg.Kini dengan menggunakan teknig guba, suherman mampu menghasilkan 21 kuintal dari kolam berukuran 200 m2 dengan berat memenuhi standard.

Teknig budidaya ikan lele guba pertamakali di perkenalkan oleh tim riset asal Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan Bina Agro Konsultan (BAK). Menurut direktur utama BAK, guba adalah singkatan dari 3 unsur dasar cara bertambak, yaitu dasar tambak, air tambak, dan ikan yang di budidayakan. Apabila 3 unsur dasar tersebut mampu di kondisikan dengan maksimal oleh petani, maka akan menuai hasil yang maksimal. Teknik guba memanfaatkan probiotik koloni mikroba yang berguna untuk mengoptimalkan proses pemiliharaan ikan.

Probiotik koloni mikroba akan berfungsi maksimal jika anda memilihnya sesuai dengan tujuan dan fungsi, misalnya, jika anda ingin memperbaiki kualitas kolam dan air, ada probiotik yang berfungsi untuk menyuburkan dan menetralisir dasar kolam. Dan untuk tujuan pertumbuhan ikan anda bisa menggunakan probiotik mikroba pemacu tubuh. Teknik guba tidak hanya berlaku untuk lele saja, tetapi dapat di terapkan pada seluruh budidaya ikan air tawar.

Cara penggunaan probiotik ini juga cukup mudah. Cairan probiotik dengan dosis 20-25 ml di campurkan ke dalam 1 liter air, kemudian tambahkan 3-5 sendok makan pemanis seperti gula untuk mengaktifkan mikroba, kemudian diamkan selama 10 menit, setelah itu semprotkan pada pakan sebelum di tebarkan hingga kondisi pakan lembab.



Model kolam yang cocok untuk budidaya lele teknik guba.
Model kolam yang sering di gunakan petani untuk budidaya teknik ini biasanya menggunakan kolam kombinasi anrata kolam terpal dan tanah.

Berikut tatacara pembuatan kolamnya
  • Gali tanah di area yang hendak di jadiakan kolam, kira-kira kedalaman 90 cm, dindingnya di buat dengan kemiringan 30 derajat. Kemiringan ini nantinya berfungsi sebagai penyangga terpal saat sudah berisi air.
  • Tanah galian selanjutnya di gunakan untuk pembuatan tanggul setinggi 40 cm, kemudian padatkan supaya kuat. Agar tidak amblas, permukaan tanggul di beri batako atau bata merah.
  • Langkah berikutnya, berikan sekam didasar kolam setebal 10 cm. Sekam berfungsi untuk menjaga suhu dasar kolam tetap stabil di kisaran 27-30 derajat C.
  • Pasang selapis terpal di atas sekam, kemudian ujung terpal di timpahi batako sebagai pemberat agar terpal tidak melorot.

Kolama siap di pakai, meski murah dan efektif, Budidaya lele menggunakan kolam terpal memerlukan penanganan khusus, hal ini di karenakan sisa pakan maupun kotoran ikan tidak akan terurai akibat dasar kolam tidak bersentuhan dengan tanah. Untuk mencegah banyak bakteri penyebab penyakit akibat kotornya air, anda bisa melakukan penggantian air secara rutin. Dengan cara ini kematian ikan lele persentasenya akan kecil. Menurut pak Jumaryanto ( petani lele asal jogja ), dengan meng-aplikasikan hal itu, kematian ikan lele di kolamnya paling kenceng hanya 10%.

(sumber https://kicauan.files.wordpress.com/)

101 Cara Lengkap Pembibitan Ikan Lele

07.27 Add Comment
Bibit ikan lele merupakan poros awal suksesnya usaha budidaya ikan lele. Kadang banyak bibit ikan lele yang kita beli tidak mendapatkan hasil panen yang memuaskan, hal tersebut mungkin karena kualitas bibit ikan lele yang kurang baik, buruknya kualitas bibit ikan lele bisa di karenakan pemilihan indukan yang salah dan sebagainya.
inilah panduan lengkap pembibitan ikan lele yang mudah

Bagi anda yang kurang percaya dengan kualitas bibit yang ada di pasaran, anda bisa belajar bagaimana cara pemijahan/pembibitan ikan lele. Di postingan lautlele.blogspot.com kali ini akan membahas tahapan-tahapan cara pembibitan ikan lele, mulai dari awal hingga ahir. Ada beberapa tahapan untuk menghasilkan bibit ikan lele berkualitas.

Pemilihan induk

Untuk menghasilkan bibit yang berkualitas, di haruskan juga memilih indukan yang berkualitas, di utamakan indukan lele betina. Ciri-ciri indukan betina yang baik: Kulitnya lebih kasar di banding induk lele jantan, Induk di ambil dari lele yang di pelihara di kolam sejak kecil, agar bibit juga terbiasa hidup di kolam, berat badan kisaran 100-200 gram untuk ukuran panjang kisaran 20 cm, umur indukan jantan sekitar 7 bulan dan betina kisaran setahun.

Ciri-ciri indukan lele jantan
  • Kepala lebih kecil dari induk lele betina
  • warrna kulit dada agak tua di banding indukan betina
  • Alat kelamin (terletak di blakang anus) agak menonjol ke arah belakang dan berwarna kemerahan
  • Gerakan lincah dan tulang kepala pendek agak gepeng
  • Perutnya lebih langsing dan kenyal di bandingkan indukan betina
  • Kulit lebih halus di bandingkan ikan lele betina
Ciri-ciri indukan betina
  • Kepalanya lebih besar di bandingkan indukan lele jantan
  • Warna kulit agak terang.
  • Kelamin berbentuk oval berarna kemerahan
  • Gerakan lambat, dan tulang kepala pendek agak cembung
  • Perutnya lebih gembung dan lunak

Setelah menyiapkan indukan ikan lele, sekarang waktunya untuk melakukan pemijahan. Ada beberapa cara pemijahan ikan lele, kita akan bahas satu-satu.

Pemijahan tradisional.
Untuk cara tradisonal rata-rata menggunakan kolam dengann kretaria berikut.
Kolam bisa berupa tanah semua, atau sebagian tembok dan bagian dasar kolam berupa tanah.
Luas minimal 50m2
Kolam terdiri dari 2 bagian, bagian dangkal sekitar 70% persen dan bagian dalam 30% dari luas kolam, Bagian yang dalam berfungsi sebagai kubangan dan berada di tengah, dengan kedalaman 50-60 cm.
Pada sisi kolam ada sarang untuk peneluran dengan ukuran30x30x25cm, dari tembok yang dasarnya di lengkapi dengan saluran pembuangan dari paralon untuk keluarnya benih ke kolam pendederan.
Setiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang di buat dari paralon 4 inc untuk keluarnya indukan lele

Cara pemijahan
  • Siapkan indukan betina 2x dari jumlah sarang yang tersedia dan indukan betina sama dengan jumlah sarang atau 1 berbanding dua.
  • Masukan induk yang terpilih ke kubangan setelah kubangan di airi selama 4 hari
  • Beri asupan makanan yang berprotein tinggi seperti pelet cacing dan sebagainya
  • Setelah indukan dalam kolam selama 10 hari, naikan dosis air hingga 10 sampai 15 cm di atas lubang sarang peneluran, biarkan sampai 10 hari. Pada aktu ini indukan tidak perlu di beri makan, dan di harapkan setelh 10 hari berikutnya induk betina sudah memijah dan bertelur. Setelah 24 jam, telur akan menetas di sarang dan terkumpulah benih lele. Indukan yang baik akan bertelur 2-3 bulan sekali bila asupan makananya baik, dan akan terus bertelur hingga 5 tahun
  • Benih lele di keluarkan dari sarang ke kolam pendederan dengan cara: air di surutkan hingga batas kubangan, lalu benih di alirkan melalui pipa pengeluaran.
  • Benih-benih yang sudah di keluarkan ke kolam pendederan di beri makan secara insentif untuk menjaga kualitas.

Itulah cara pembibitan dengan cara tradisional, semoga apa yang saya shere dapat bermanfaat bagi anda. Untuk metode-metode pembibitan/pemijahan lain seperti pemijahan di bak secara berpasanagan, pemijahan di bak secara masal, akan saya bahas di artikel selanjutnya
(suber www.ristek.go.id)

Tips Pengelolaan Air Untuk Mencegah Penyakit Pada Ikan Lele

06.34 Add Comment
Tips pengelolaan air untuk mencegah penyakit pada ikan lele
Dalam dunia budidaya lele, penyakit masih menjadi hambatan utama penyebab kematian dalam jumlah besar. Penyakit-penyakit tersebut di timbulkan karena adanya jamur, parasit, dan bakteri pathogen yang terkandung dalam air.

tips pengelolaan air untuk mencegah penyakit pada ikan lele
Para petani budidaya lele mungkin sering menjumpai tingkah laku ikan lele yang suka bergrombol, lele sering terlihat menggosok-gosokan badanya ke permukaan dinding kolam, lele suka berenang berputar-putar dan sebagainya. Tingkah laku tersebut adalah ciri bahwa lele telah terkena parasit. Hal seperti yang saya sebutkan tadi jika tidak segara di lakukan pengobatan maka akan menyebabkan lele terkena penyakit, seperti bintik putih, perut kembung berisi cairan getah bening, lele bengkak dan terdapat luka di sekujur tubuh.

Semua penyakit tersebut di akibatkan oleh buruknya kualitas air. Air yang buruk membuat jamur, parasit dan bakteri pathogen cepat berkembang, kwalitas air yang buruk juga mengakibatpkan lele stres,susah beradaptasi, berkurangnya nafsu makan, kekurangan nutrisi yang nantinya berdampak pada kematian.
Air yang baik untuk budidaya lele harus dalam kondisi netral yaitu tidak bau, bebas ammonia, tidak berbusa, kandungan oksigen terlarut cukup, tingkat keasaman air normal yaitu di kisaran PH 7-PH8.

Ciri-ciri air dengan kwalitas buruk
.
  • Rendah atau terlalu tingginya PH air. PH air di bawah 7 mendakan air dalam kondisi asam, bakteri kan berkembang di air dalam kondisi asam. Hal-hal yang dapat mempengaruhi berubahnya PH air adalh air hujan, Limpahan air hujan dengan itensitas tinggi akan menurunkan PH air yang mengakibatkan ikan gelisah, turnya nafsu makan, dan menimbulkan kematpian.
  • Air berbau,air bau dapat di sebabkan endapan sisa makanan yang tidak terurai, air bau mengakibatkan kurangnya nafsu makan dan timbulnya jamur.
  • Air kotor, Bisa di sebabkan karena endapan sisa makanan maupun pengelolaan yang kurang baik, air yang kotor menyebabkan berkurangnya kandungan ogsigen,yang megakibatkan lele gelisah, stress, dan berkurangnya nafsu makan.
Dampak buruk kualitas air kadang kurang di perhatikan oleh para petani, akibatnya usaha budidaya mereka banyak mengalami kemunduran, kerugian, bahkan kebangkrutan akibat kwalitas air yang buruk dan berdampak pada kematian lele dalam jumlah banyak. Untuk menjaga kwalitas air tetap dalam skala netral/baik ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Tips Menjaga Kualitas Air
  • Gunakan kolam yang di lengkapi dengan saluran pembuangan kotoran ( sistem central drain ), saluran pembuangan berguna untuk mengurangi sisa pakan yang tidak terurai dan mengendap di dasar kolam, sisa pakan tersebut bisa mengakibatkan PH air terlalu tinggi.
  • Gunakan Alat Pengukur PH Air (PH Meter), alangkah baiknya anda menggunakan alat ini untuk bisa rutin mengontrol kadar PH air. Alat ini berfungsi untuk mengetahui kandungan oksigen terlarut, kandungan oksigen terlarut adalah parameter utama untuk mengetahui PH air.
  • Penggantian Air Secara Rutin, penggantian Air berfungsi untuk menghilangkan bakteri pathogen yang terkandung di air lama (kotor), penggantian air bisa di lakukan 1x dalam seminggu, air yang di ganti baiknya kisaran 30% untuk menjaga lele agar tidak stress. Jika air di ganti terlalu banyak, lele harus beradap tasi kembali dengan air baru dan itu mengakibatkan lele strees.
Gunakan obat Penyetabil PH air, bahan-bahan yang bisa anda gunakan untuk menyetabilkan PH air diantaranya garam, daun pepaya,kapur dolomit, bonggol pisang. Bahan-bahan tersebut bisa di gunakan dengan cara di larutkan kemudian di tebarkan ke kolam.

Hal-hal tersebut penting bagi kelangsungan hidup ikan lele, dengan memperhatikan hal-hal tersebut di harapkan hasil panen akan meningkat dan kualitas lele lebih baik

Tips sukses Wira Usaha Budidaya Lele

06.20 Add Comment
Budidaya lele bisa menjadi alternatif wira usaha di tengah kesulitan lapangan kerja di  indonesia. Untuk sukses dalam usaha budidaya lele di perlukan pengetahuan yang cukup tentang tata cara budidaya lele yang baik dan benar, di artikel saya yang berjudul cara budidaya lele yang menguntungkan telah saya jelaskan tahapan-tahapan awal memulai usaha budidaya lele, anda bisa belajar bagaimana cara mempersiapkan kolam yang baik, pengolahan air, pemberian pakan sampai cara perawatanya.

Jika ingin sukses di bidang ini, anda harus lebih mengenal seluk-beluk di dalam budidaya lele, anda bisa belajar kepada orang-orang yang sudah lebih dulu terjun ke usaha ini. Memahami apa-apa saja kesulitanya,
Usaha Budidaya Lele
bagaimana cara mengatasi masalah saat proses perawatan dan lain sebagainya. Sebenarnya prinsip-prinsip dasar menjadi pengusaha itu sama, hanya model usahanya saja yang berbeda, setiap usaha pasti ada yang namanya market/pasar, nah ini adalah ujung sebuah target usaha, jika anda gagal di sini, maka semua usaha anda akan sia-sia. Akan lebih baik jika anda pahami dulu pasarnya, jenis lele seperti apa yang laris-manis di pasaran, kemudian kwalitasnya seperti apa, ini penting agar anda mempunyai gambaran dan patokan untuk menciptakan target hasil panen yang sesuai permintaan pasar.

Ada beberapa hal yang harus anda lakukan agar mencapai hasil panen yang maksimal, hasil yang baik berarti kwalitas lele pun baik, untuk mendapatkan hasil yang baik ada bebrapa poin yang harus di ketahui.

  • Poin pertama, pemilihan bibit yang baik, bibit adalah poin awal yang harus di maksimallkan, jika di tahap awal sudah salah maka dalam prosesnya pun akan banyak perbaikan yang mungkin menyebabkan hasil yang kurang maksimal, ada beberapa ciri-ciri bibit lele kwalitas baik. Cara memilih bibit yang baik sudah saya jelaskan di artikel saya sebelumnya, anda bisa membaca disini. Dengan bibit kwalitas baik dan perawatan yang benar, perteumbuhan akan merata sehingga kemungkinan mendapat hasil panen yang baik menjadi lebih besar.

  • perawatan, jika bibit sudah baik, poin ke dua yang harus anda maksimalkan adalah perawatan. Perawatan meliputi banyak aspek, tidak hanya ikan lelenya saja. Perawatan kolam, pengolahan air, pemberian pakan hinggga kebersihan lingkungan kolam juga harus di perhatikan, 4 hal yang saya sebutkan tadi sangat menentukan hasil. Kolam yang kurang bersih, air yang kotor akan menimbulkan banyak bakteri jahat tumbuh, akibatnya lele lebih mudah terserang penyakit. Penyakit pada ikan lele masih menjadi penyebab terbesar kamtian lele dalam jumlah banyak. Pemberian pakan juga harus di kerjakan secara teratur, anda harus tahu bahwa lele memiliki sifat kanibal, jika anda sering telat memberi pakan bisanya lele yang lebih besar akan memaakan lele yang lebih kecil. Berikan pakan secara teratur minimal 4 x sehari di waktu yang sama. Sedangkan kebersihan lingkungan di tujukan untuk meminimalisir adanya hewan predator seperti ular dan biawak.

  • Mengenali penyakit dan pengobatanya, jika di rasa dalam perawatan sudah maksimal tapi masih saja menenmui lele yang terserang penyakit, maka pengetahuan tentang penyakit pada ikan lele serta cara pengobatanya sangat di butuhkan, Untuk obat-obatan kebanyakan petani memilih menggunakan obat alami, obat-obat yang di ramu sendiri ini  terbukti manjur. Adapun beberapa tanaman yang bisa di gunakan sebagai obat penyakit ikan lele seperti parasit dan sebagainya adalah: bawang putih, daun pepaya, kunyit serta buah mengkudu. Anda bisa belajar mengenali jenis-jenis penyakit ikan lele serta pengobatanya disini.

Itulah beberapa Tips sukses menjadi wira usaha budidaya lele dari saya, semoga bisa bermnfaat. Dan sukses terus untuk pengusaha-pengusa baru di indonesia.

3 Tips Memilih Benih Lele Kwalitas Baik

04.54 Add Comment
Benih lele, merupakan faktor vital kesuksesan budidaya lele, benih lele yang baik menentukan hasil budidaya ikan lele. Tidak jarang para petani ikan lele banyak yang mengeluh karena hasil budidayanya kurang maksimal, tingkat kematian yang tinggi, lele sering terkena penyakit. Semua hal tersebut dapat di sebabkan karena pemilihan bibit yang salah, dan juga perawatan yang kuarang baik.Namun saya yakin banyak dari anda yang telah bekerja sebaik mungkin dalam hal pemeliharaan dan perawatan.

Kebanyakan petani tergiur memilih benih yang murah dengan iming-iming kwalitas baik dari penjualnya, walaupun hubungan antara anda dengan penjual benih sudah baik, tapi tetep untuk urusan bibit anda harus tetap selektif dalam memilih, karena itu menyangkut kelangsungan usaha anda.

Bagi anda seorang pemula atau yang sudah lama berkecimbung di dunia budidaya lele, anda bisa perhatikan
beberapa aspek berikut, sebagai bahan refrensi dan pertimbangan dalam menentukan bibit yang benar-benar berkwalitas. Sebelum anda memutuskan untuk membeli benih lele, tentukan jenis lele apa yang ingin anda budidayakan, tanyakan kwalitas induknya, dan jika lele pernah terkena penyakit, tanyakan kepada penjual bagaiman cara pengobatanya.



 Inilah beberapa Tips Memilih Benih Lele

  • Kesehatan, kesehatan merupakan hal terpenting untuk menentukan baik tidaknya benih lele, dalam hal menentukan sehat atau tidaknya benih lele, anda bisa melihat dari segi pergerakanya, benih lele yang sehat cendung lebih aktif , jika lele kelihatan lemas dan jarang bergerak, apalagi cacat, sebaiknya urungkan niat anda untuk membeli.

  • Warna tidak pucat dan merata, lele umumnya berwarna coklat dan hitam, benih lele yang baik memiliki warna cerah (tidak pucat) dengan warna merata di seluruh bagian badanya.

  • Ukuran yang seragam, dengan ukuran yang seragam pertumbuhanyapun akan merata, pilihlah bibit dengan ukuran yang tidak jauh berbeda, memiliki tubuh yang seimbang antara badan dan kepala. Lele adalah salah satu ikan yang memiliki sifat kanibal, jadi jika ukuran benih tidak merata, lele yang besar akan memakan lele yang lebih kecil.

Itulah beberapa tips memilih bibit lele kwalitas baik, hal lain yang perlu anda perhatikan saat memilih benih lele adalah kemampuan benih lele berenang melawan arus, benih yang baik bisanya mampu berenang melawan arus tenang, untuk melihatnya anda bisa mengambil beberapa ekor benih, letakkan ke dalam wadah berisi air, lalu iringkan badahnya, jika lele mampu berenang melawan arus, berati benih lele memiliki kwalita baik.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya lele tidak hanya benih yang harus di perhatikan, aspek-aspek lain juga harus di perhatikan seperti perawatan kolam, pencegahan kolam agar tidak banyak di tumbuhi bakteri jahat, penggantian air secara rutin, pakan yang teratur, dan banyak hal lagi. Anda bisa membaca cara mempersiapkan aspek-aspek terebut di artikel saya yang berjudul cara budidaya lele yang menguntungkan.

Sekian yang bisa saya shere untuk anda di hari yang bahagia ini, semoga dapat bermanfaat. Salam sukses selalu untuk pengusa baru indonesia. Semangat Tanpa Henti!!!!!!!.

4 jenis Penyakit Ikan Lele Penyebab Kebangkrutan

05.02 Add Comment
Kamtian dalam jumlah besar adalah salah satu faktor utama penyebab kerugian bahkan kebangkrutan usaha budidaya lele, kematain tersebut rata-rata terjadi karena ikan lele terinfeksi bakteri penyebab penyakit. Satu ikan lele terkena penyakit, dampaknya akan sangat buruk, karena rata-rata penyakit pada ikan dapat menular. Untuk dapat mencegah itu semua anda harus mengetahui penyebab, ciri-ciri ikan lele yang sakit, dan cara pencegahan maupun pengobatanya.

Untuk pencegahan, bisa anda lakukan dengan cara penggantian air yang rutin. Namun jika anda menggunakan kolam tanah sebagai media?, anda harus melakukan pencegahan sedini mungkin. Di dalam tanah banyak mengandung bakteri jahat yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada ikan lele. Pencegahan penyakit pada ikan lele untuk budidaya menggunakan media kolam tanah, bisa anda lakukan saat tahap persiapan kolam atau sebelum penanaman benih, biasanya para petani melakukan pengeringan kolam dengan cahaya matahari langsung, tujuanya agar bakteri jahat penyebab penyakit mati, kemudian menamburkan garam ke dasar kolam dan sebagainya, anda bisa membaca tentang tatacara budidaya menggunakan kolam tanah disini.

Inilah bebrapa jenis penyakit pada ikan lele yang sering di temui para petani

Keputihan, ini adalah sebutan nama penyakit pada ikan lele di daerah saya, mungkin di setiap daerah punya sebutan yang berbeda-beda. Penyakit ini di sebabkan oleh jamur, biasanya menyerah ikan lele yang sedang dalam kondisi lemah atau luka. Ciri-ciri-nya terdapat serabut putih seperti kapas di areal sekitar anggota badan yang terluka. Untuk mencegah menularnya penyakit tersebut, anda bisa menggunakan campuran garam, cuka dan air, dengan takaran 1 kg garam untuk kolam ukuran 25m2, cuka 1 botol dan air 5 liter.

Bintik-bintik putih, Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri jahat, biasanya di karenakan kondisi air yang kotor, serta banyak endapan sisa makanan di dasar kolam. Ciri-cirinya terdapat bintik-bintik putih di bagian badan dan insang, dampaknya dapat menyebabkan kerusakan bada bagian badan dan insang dan menimbulkan kematian, cara pencegahan agar tidak menular, lakukan penggantian air, buang ikan yang terinfeksi penyakit, taburkan garam ke kolam secukupnya hingga 2-4 hari, kemudian lakukan sanitasi secara rutin.









Parasit, Ikan yang terkena parasit biasanya lebih sering menggantung di permukaan, Parasit sendiri mengakibatkan menurunya nafu makan, merusak kulit dan insang, dan menimbulkan kematian. Ciri-ciri lain selain menggantung di permukaan yaitu keluar lendir, warna ikan agak pucat, dan sirip lebih sering menguncup. Untuk pencegahan agar parasit tidak menular, ganti air kemudian taburkan garam secukupnya, atau menggunakan buah mengkudu yang di haluskan campur dengan air, dan  sedikit cairan kallium permagante, tunggu hingga menyatu, kemudian taburlkan ke kolam.

Penyakit Cacar, penyakit ini salah satu penyakit terganas pada ikan lele maupun ikan air tawar lainya, ciri-cirinya terdapat borok di bagian badan, penyakit ini di timbulkan karena ikan terinfeki bakteri Aromonas dan Pseudomonas. Untuk pengobatan anda bisa menggunakan bahan-bahan, daun pepaya, buah mengkudu, dan garam, caranya tumbuk daun pepaya, campur dengan potongan buah mengkudu yang telah masak, sedikit garam dan air, kemudian taburkan ke kolam.

Akan lebih baik jika anda melakukan pencegahan sedini mungkin ketimbang harus mengobati lele yang sudah terkena penyakit, pencegahan penyakit akan memaksimalkan hasil panen budidaya lele. Untuk melakukan pencegahan hal yang harus sangat di perhatikan adalah Kebersihan kolam air dan lingkungan sekitar kolam, kemudian lakukan penggantian air secara rutin, 2 minggu sekali, sanitasi secara rutin, minimal 4 hari sekali, baca Tips mencegah penyakit pada ikan lele yang benar

Untuk pengobatan alami anda bisa menggunakan garam, dan tanaman maupun buah-buahan sperti buah mengkudu, kunyit, bawang putih dan daun pepaya.

4 Tips Sukses Budidaya Lele

10.20 Add Comment
Budidaya lele masih menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat, walaupun semakin lama persaingan semakin ketat, tetap saja prospek usaha budidaya lele masih sangat cerah untuk pemula. Permintaan pasar yang tinggi, dengan distributor yang tidak mencukupi menjadi peluang besar bagi anda, jika anda mampu menganalisanya.

Berapa banyak restoran, rumah makan, dan warung pinggir jalan di daerah anda yang menyajikan makanan berbahan dasar ikan lele, itu hanya berbicara pasar daam cakupan kecil, bagaimana dengan keselurahan daerah di indonesia, bukan tidak mungkin anda bisa mencakup seluruh kawasan di indonesia, jika anda membangun usaha dengan sistem yang baik.


Kuasai ilmu dasar budidaya lele, ini adalah tahap paling dasar yang anda harus tau. Bagaimana menjalankan budidaya lele dengan benar, cara pemeliharaan yang baik, pencegahan penyakit, dan memaksimalkan segala aspek dari model kolam yang ideal, cara pemberian pakan yang efektif. Semua berawal dari sini, anda kuasai dulu hal ini jika anda adalah seorang pemula yang baru akan terjun di bidang ini, ( Cara budidaya Lele Yang Menguntungkan ).

Namun jika anda adalah seorang profesional dalam bidang budidaya lele, anda sudah mampu membudidayakan lele dengan hasil yang baik tetapi kesusahan dalam segi pemasaran dan kalah bersaing denagn kompetitor anda, atau anda sudah bisa membudiayakan lele namun merugi karna harga penjualan tidak sesuai dengan pengeluaran. Berati ada cara yang salah, anda harus cari tahu itu, apa yang menyebabkan anda merugi, entah pemberian pakan yang tidak sesuai, atau anda hanya memberikan pakan utama saja tanpa pernah mencampurnya dengan pakan alternatif padahal harga pakan sedang melonjak. Anda analisa terlebih dahulu dari aspek sebelah mana yang kurang anda maksimalkan.

Berikut 4 Tips Sukses Budidaya Lele

Jual Kelebihan Jangan harga, Dalam urusan jual bele, entah itu ikan lele atau yang lainya.Prustasi dalam hal pemasaran adalah hal yang wajar, namun jika anda hanya fokus dengan harga, pada akhirnya anda hanya akan menjual dengan harga yang pas-pasan saja. Yang harus anda analisa adalah mengapa pasar lebih memilih hasil budidaya orang lain daripada milik anda, apa kelebihan dari ikan lele yang di tawarkan mereka. Anda harus mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari mereka, kemudian kuasai cara komunikasi yang baik dengan pelanggan, jelaskan kepada mereka, bahwa hasil budidaya lele anda memiliki kelebihan, dari segi kandungan gizi atau apapun, dengan demikian anda bisa sedikit meninggikan harga tanpa pernah kehilangan pelanggan

Ketahui angka dasar, Perhitungkan angka dasar oprasional anda, mulai dari biaya pembelian bibit, pakan, perawatan bahkan gaji karyawan. Dengan mengetahui angka tersebut anda bisa memperkirakan berapa laba yang harus anda dapat saat masa panen.

Analisa Pasar, menganilasa pasar, ikan lele sperti apa yang laris di pasaran, berapa jumlah permintaan di aerah pasar yang anda targetkan, berapa jumlah pasokan yang bisa di penuhi oleh kompetitor anda. Dengan mengetahui hal itu, anda bisa memperkirakan seberapa besar peluang anda di tahap awal.

Jadilah yang terbaik, Setelah anda mampu masuk ke pasar yang di target, saatnya anda berkompeti dengan parakompetitor anda, jidakanlah diri anda yang terbaik, entah itu dari segi kwalitas, ataupun segi pelayanan. Intinya jadikan para pelanggan nyaman dan percaya dengan anda.





Jururs Sukses Budidaya Lele Sangkurinag

22.56 Add Comment
Menurunya kwalitas dari lele dumbo membuat BBAT daerah sukabumi melakukan inovasi terhadap bibit jenis ikan air tawar yaitu lele. Lele sangkuriang merupakan rekayasa genetik untuk memperbaiki kwalitas benih lele. Lele sangkuriang di dapat dari hasil silang betina lele dumbo generasi ke 2 dan pejantan generasi ke 6.

Benih lele unggul sebelumnya yang sering kita kenal dengan nama lele dumbo atau dengan nama latin Clarias Geriopinus telah merosot kwalitasnya dari segi ketahanan terhadap penyakit maupun bobot yang di hasilkan saat panen. Menurunya kwalitas lele dumbo di karenakan adanya perkawinan sekrabat ( inbreeding) dan pemilihan induk yang tidak berkwalitas.

Adanya inovasi baru dari lahirnya spesies lele baru (lele sangkuriang) menjadi jawaban menurunya hasil budidaya lele, dengan bibit lele sangkuriang yang berkwalitas dapat meningkatkan hasil dari bisnis budidaya lele.

Cara Budidaya Lele Sangkuriang
Dalam segi budidaya lele sangkuriang, metodenya tidak jauh berbeda dengan budidaya lele lainya, hanya bibitnya saja yang membedakan.

Tahap pertama tentu persiapan kolam, kolam yang baik akan menentukan kwalitas lele yang di hasilkan nantinya, dengan kolam yang steril, dan di pastikan tidak di tumbuhi parasit atau bakteri jahat. Bakteri jahat dapat menjadi penyebab utama terserangnya penyakit pada lele. Ada beberapa model kolam yang bisa anda gunakan, kolam semen atau beton, kolam tanah, dan kolam terpal. Namun di jaman modern ini kebanyakan para petani lebih memilih menggunakan kolam terpal, selain irit dalam segi biaya,dengan menggunakan kolam terpal memudahkan para petani mengontrol perkembangan budidaya lele. Ulasan tentang kolam terpal sudah saya tulis di artikel saya yang berjudul cara budidaya lele kolam terpal.

Pengelolaan Air, selain kolam, air adalah hal lain yang harus di perhatikan, air yang akan di gunakan saat ingin menanam benih sebaiknya berwarna hijau dan banyak menganduk plankton. Telah kita ketahui bersama bahwa palnkton adalah makanan utama bagi benih lele, lele dengan umur kurang dari satu minggu belum bisa memakan pelet, jadi palankton sangat penting untuk kelangsungan hidup benih. Penggantian air yang rutin juga penting, air yang telah lama akan semakin keruh dan bau, untuk mencegah timbulnya bakteri jahat yang di sebabkan oleh endapan sisa makanan maka kita harus mealakukan penggantian air, minimal 2 minggu sekali dengan ukuran 10-40% dari jumlah air keseluruhan.

Pemberian vitamin, selain makanan utama pelet, vitamin juga penting untuk kelangsungan hidup lele sangkuriang. Vitamin seperti Hormonik dan  Viterna plus dapat meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan sebagai penambah nafsu makan.

Sebagai catatan, untuk budidaya lele sangkuriang ataupun jenis lele lainya, kepadatan harus sangat di perhatikan, populasi yang terlalu padat akan menyebabkan banyak lele yang kerdil, kenapa demikian?, tidak sesuainya luas kolam dan jumlah lele yang di tebar menyebabkan asupan makanan terhadap lele tidak merata, lele-lele yang kurang mendapat asupan makanan akan terhambat pertumbuhanya. Idealnya untuk per M2 di isi 100-150 ekor lele.

Selain kepadatan ketinggian air juga harus di perhatikan, air yang terlalu keruh dan cukup dalam membuat sinar matahari tidak dapat menembus dasar kolam, akibatnya kadar ogsigen di dasar kolam berkurang, memang lele mampu hidup di dalam air dengan kadar ogsigen rendah, namun itu tetap tidak baik. Untuk kolam terpal, kedalaman ideal sekitar 70cm.

Pemberian pakan juga harus di lakukan secara teratur, lele mempunyai sifat kanibal, yang apbila dia terlalu lapar, lele yang lebih besar akan memakan lele yang lebih kecil. Jadi pemberian pakan harus di lakukan secara teratur dan konsisten jumlahnya. Anda bisa menambah jumlah pakan secara berkala sesuai umur lele. Prmberian pakan idealnya di berikan 4 kali dalam sehari dengan waktu ang teratur.

Kebersihan lingkungan sekitar kolam, ini adalah hal yang terkadang di sepelekan oleh para pemula, kolam yang tidak di pagar dan lingkungan sekitar yang banyak semak bisa menjadi sebab banyaknya lele yang hilang saat panen, kenapa demikian?, semak bisa menjadi sarang para predator seperti biawak dan ular yang setiap saat dapat memangsa lele.

Anda bisa membaca tentang cara budidaya segala jenis lele di artikel saya yang berjudul Cara Budidaya Lele Yang Menguntungkan, di artikel tersebut saya mengulas secara rinci tahapan-tahapan cara budidaya lele.

Belajar Budidaya Lele Kolam Terpal

11.15 Add Comment
Setelah sebelumnya saya sudah membahas cara budidaya lele yang menguntungkan, di kesempatan kali ini kita akan belajar budidaya lele dengan kolam terpal.
Semakin berkembangnya zaman dan teknologi membuat para petani lele pun ikut berinovasi, budidaya lele yang semula dilakukan dengan menggunakan kolam permanen dan semi permanen seperti kolam beton dan tanah kini merambah menggunakan kolam dari bahan terpal. Kolam terppal menjadi alternatif yang sangat baik untuk budidaya lele, selain irit dalam segi biaya, dengan kolam terpal-pun akan memudahkan para pelaku budidaya lele mengontrol perkembangan pertubuhan lele-lele tersebut.

Beberapa keuntungan budidaya lele menggunakan kolam terpal adalah :

  • Biaya relatif lebih murah. Di bandingkan menggunakan kolam beton atau kolam tanah jelas kolam terpal lebih muarah, denagn kolam terpal anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian semen, atau penggalian tanah untuk kolam, anda juga tidak akan keluar banyak uang untuk mengerjakan orang saat proses pembuatan kolam.
  • Dapat menghidari pencemaran air yang di sebabkan oleh tanah. Banyak kandungan yang terdapat di tanah, entah itu kandungan bakteri yang menguntungkan, atau malah merugikan petani lele karena bkteri menyebabkan penyakit pada lele yang dapat menimbulkan kematian. Yang jelas menggunakan kolam terpal hal-hal tersebut bisa di minimalisir
  • Mudah di bersihkan. Tentu jelas, menggunakan kolam terpal akan sangat mudah bagi kita untuk membersihkan. Sesat setelah panen kita bisa langsung membersihkan dan kemudian melakukan pengeringan terpal, dengan begitu bakteri-bakteri jahat yang terdapat di kotoran lele yang belum sempat terbuahi akan mati.
  • Cocok untuk darah sempit . Tidak semua orang yang punya kemauan membuka usaha budidaya lele punya lahan yang memadai, jika kita memilih kolam tanah atau semen, tentu lahan dan dana harus di persiapkan. Namun hadirnya inovasi kolam terpal menjawab kesulitan tersebut, dengan kolam terpal kita bisa memulai usaha denagn modal yang minim.

Walaupun demikian, dengan menggunakan kolam terpal, kita juga tidak boleh melupakan dasar-dasar cara berternak lele, seperti penyesuain luas kolam dengan populasi lele, ketinggian air, kwalitas air, dan juga suhu. Meskipun lele adalah jenis ikan yang relatif tahan dengan berbagai jenis kondisi, namun jika kita asal-asalan dalam memlihara, tanpa memperhatikan faktor teknis dan iklim, resiko kematian akan jauh lebih besar. Dengan memperhatikan beberapa faktor di atas, kita dapat meminimalisir resiko kematian pada lele.

Adapun untuk kepentingan populasi lele agar lebih maksimal, idealnya lele di besarkan dalam jumlah 100-150 ekor/m2, dengan memperhatikan hal tersebut, akan menghidari terjadinya kekerdilan pada lele, kolam yang sepit denagn jumlah lele di luar batas akan mengakibatkan ketidak merataan saat proses pemberian pakan, akibatnya lele yang jarang mendapat asupan makanan akan lambat pertumbuhanya.

Kemudian untuk ketinggian air, maksimal adalah 70 cm, itupun tidak di anjurkan memberi air dengan ketinngian tersebut saat awal penebaran benih lele, untuk benih, kita bisa memberi air separuhnya terlebih dahulu, tujuanya untuk memastikan sinar matahari menembus sampai kedasar kolam, dengan demikian ktersediaan oksigen bisa di pastikan mencukupi untuk lele kategori benih. Penambahan air bisa di lakukan bertahab sesuai umur dari lele.

Air juga harus di perhatikan, air yang berwarna hijau dengan kandungan plankton yang banyak sanagat cocok untuk benih lele, kenapa demikian?, lele di umur kisaran kurang dari satu minggu belum bisa memakan pelet, plankton adalah makanan alami bagi benih lele. Otomatis plankton sangat signifikan fungsinya untuk kelangsungan hidup benih lele Masa kurang dari satu minggu adalah masa di mana lele rawan mati. Saat-saat inilah anda harus benar-benar jeli dan teratur memantau perkembanganya.
Penggantian air juga perlu, kwalitas air semakin lama akan memburuk, air yang keruh dan bau biasanya minim kandungan oksigen, walaupun lele maih bisa hidup di dalam air dengan oksigen rendah, ini tetep tidak baik. Air yang keruh juga banyak mengandung bakteri penyebab penyakit. Jika penggantian air tidak di lakukan maka kemungkinan besar lele akan terkena parasit yang dapat menyebabkan borok dan panyakit lainya, tentu ini merugikan, penyakit pada lele yang menular dapat mengakibatkan kematian dalam jumlah besar. Air bisa di ganti 10-40% dengan kurun waktu 2 minggu sekali.

Dalam segi suhu, lele akan mudah stres jika suhu sering berubah drastis, terlalu panas, atau terlalu teduh itu tidak baik, usahakan kolam terkena sinar matahari, anda bisa menggunakan waring sebagai bahan penutup kolam agar sinar matahari masih bisa tetap masuk dan suhu akan lebih stabil. Lele sangat cocok hidup di suhu kisaran 20-28 derajat C.

Penyebab Kegagalan Budidaya Lele

06.52 Add Comment
Mengapa banyak pemula yang terjun ke dunia budidaya khususnya lele banyak yang gagal?, Banyak faktor yang menyebabkan Kegagalan Budidaya Lele, rata-rata para pemula kurang menguasai ilmu dasar berbudaya lele.

Kadang sebagaian dari mereka kurang teliti dalam menganalisa pasar, kurang memperhatikan biaya oprasional maupun, faktor iklim di darerah mereka. Kematian pada lele adalah faktor terbesar penyebab kebangkrutan para pemula, kematian yang terjadi dalam jumlah besar utamanya. Banyak faktor yang menyebabkan kematian dalam jumlah besar, bisa karena iklim, penyakit dan lain sebagainya.

Untuk sukses dalam menjalankan budidaya lele, banyak hal yang harus di perhatikan dan dijadikan pertimbangan?, oleh karena itu wajib bagi pemula untuk mengetahui ilmu dasar budidaya lele, selain itu kita juga harus banyak belajar dan bertanya kepada mereka yang lebih dulu dan sukses.

Di kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada anda tentang beberapa faktor yang bisa menjadi sebab dari kegagan bisnis budidaya lele, data-data ini saya rangkum dari pendapat beberapa petani lele yang pernah mengalami situasi sulit dalam menjalankan bisnis budidaya lele.

Faktor - Fktor Penyebab Kegaggalan Budidaya lele

Kematian dalam jumlah besar. Mungkin kita semua sudah tahu bahwasanya penyebab kegagalan dalam menjalankan bisnis budidaya lele adalah kematian dalam jumlah besar, namun kali ini kita akan lebih mendalami, apa saja sih penyebab lele bisa mati dalam jumlah besar. Menurut para petani ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kematian lele dalam jumlah besar, hal pertama adalah:

  • Benih lele yang kurang baik. Benih lele yang kurang baik dalam segi daya tahan terhadap parasit maupun bakteri lain penyebab penyakit bisa jadi hal terburuk penyebab kematian lele dalam jumlah besar. Selektif dalam memilih benih adalah kunci utama mencegah kematian, saat kita bisa memilih bibit yang baik, tahab selanjutnya dalam hal perawatanpun akan lebih mudah, baca Cara memilih benih kualitas baik
  • Di mangsa oleh hewan predator. Jika kita menggunakan kolam yang punya kedalaman cukup rendah, hewan predator bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya lele dalam jumlah yang cukup besar di waktu masa pemanen. Kolam dalam tempat terbuka tanpa ada pagar pelindung membuat hewan predator seperti biawak, ular, ayam, maupun burung dengan mudah masuk, selain pagar hal penting lain yang bisa di lakukan untuk mempersempit kemungkinan adanya hewan predator sperti biawak dan ular adalah kebersihan di sekitar lingkungan kolam. Semak belukar di sekitar kolam bisa menjadi tempat persembunyian hewan predator, oleh karena itu kebersihan di lingkungan kolam juga harus di perhatikan.
  • Susana kolam yang tidak stabil. maksut satabil disini adalah dalam segi suhu, seperti yang pernah saya shere di artikel cara budidaya lele yang menguntungkan, bahwasanya lele sangat cocok hidup di suhu kisaran 20-28 derajat C, suhu yang sering berubah-ubah secara drastis akan menyebabkan lele stres, kemudian berkurangnya nafsu makan dan mmenyebabkan kematian. Akan lebih baik jika anda menggunakan kolam terpal anda beri tutup kolam tersebut dengan bahan seperti jaring rapat yang masih bisa di tembus cahaya matahari, dengan demikian suhu di dalam kolam akan lebih terjaga kestabilanya. 
  • Suasana sekitar kolam yang bising. Keadaan sekitar kolam yang bising dan ramae juga dapat menyebabkan lele mudah stres, berkurangnya nafsu makan dan menmbulkan kematian. Alangkah baiknya anda membuat kolam yang jaraknya agak jauh dari pemukiman warga, namun jika faktor lokasi yang tidak memungkinkan anda bisa memagar keliling kolam agar suara bising bisa di kurangi.

Itu adalah beberapa faktor teknis penyebab kegagalan bisnis budidaya lele, faktor-faktor diatas merupakan penyebab rata-rata kegagalan bisnis budidaya lele oleh pemula. Jika anda seorang pemula yang pernah gagal atau anda baru ingin memulai bisnis budidaya lele, anda bisa gunakan beberapa hal diatas sebagai refrensi untuk memulai bisnis budidaya lele. Tinggal anda lakukan riset tentang hal di atas, kemudian pahami faktor alam di sekitar anda.

Selain faktor teknis, Ada bebarapa faktor non teknis yang juga menjadi penyebab kegagalan bahkan kebangkrutan para pebisnis budidaya lele, Faktor-faktor ini bukan hanya menjadi penyebab kegagalan para pemula, namun para petani yang sudah lama menggeluti bidang ini-pun mengalaminya. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

Harga pakan utama yang melambung dan tidak seimbang dengan harga jual

Harga jual yang murah, kemudian harga pakan yang terus menerus naik di pasaran menjadi keluhan utama para pebisnis budidaya lele, ketidak seimbangan antara pengeluaran dan hasil yang di dapat bisa menjadi alasan para pebisnis budidaya lele gulung tikar.
Mengapa hal tersebut terjadi, terkadang para pebisnis kelas menengah ke bawah memilih jalan praktis dengan menggunakan pelet sebagai pakan utama, tanpa mengurangi penggunaanya dengan memberikan pakan alternatif sebagai selingan. Hal seperti itu pasti merugikan, walaupun hasil panen maksimal, jika harga jual tidak sesuai dengan pengluaran tetap saja itu merupakan cara yang salah. Disini kejelian para pebisnis dalam menganalisa keadaan sangat di butuhkan. Jika harga pakan tidak seimbang dengan harga jual lele, yang harus kita lakukan adalah mengurangi konsumsi pakan utama, dan memberikan pakan alternatif sebagai gantinya. Anda bisa memberikan 60% pakan utama dan 40% pakan alternatif untuk menyumbat biaya pengluaran agar tidak terlalu membengkak. Adapun pakan alternatif yang banyak di gunakan para petani adalah keong emas yang bisa kita jumpai di lingkungan persawahan, atau ikan asin murah yang bisa anda haluskan dengan cara di giling kemudian anda campurkan ke pakan utama dengan ukurun 70% pakan utama dan 30% ikan asin. Dengan demikian biaya pengeluaran untuk pembelian pakan pelet dapat di kurangi untuk mencegah kerugian.

Jika anda ingin lebih mengirit biaya pengeluaran pakan, anda bisa tinggalkan cara lama, dan mulailah mencoba metode baru menggunakan sistem bioflok atau organik, budidaya lele dengan sistem bioflok dan budidaya lele dengan sistem organik telah banyak di implementasikan oleh negara-negara maju, dengan sistem tersebut, biaya pakan/pelet dapat di hemat hingga 50%, karena dalam sistem tersebut, kolam akan di rekayasa seperti habitat asli lele, yang mana pakan alami lele akan tumbuh dan berada di dalam kolam, simak selengkapnya di artikel saya yang berjudul cara budidaya lele modern sistem bioflok dan budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset

Itulah beberapa hal yang bersumber dari pengalaman para petani budidaya lele yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Jika anda benar-benar mengamati dan mempraktekan beberapa hal tersebut, mudah-mudahan kegagalan dan kebangkrutan dalam menjalankan bisnis budidaya lele dapat di hindari.




Cara Budidaya Lele Yang Menguntungkan

07.25 Add Comment
Cara Budaya Lele yang menguntungkan, Budidaya lele masih menjadi daya tarik sebagian masyarakat indonesia, selain caranya yang relatif mudah, untuk modalpun tidak terlalu besar. Prospek bisnis budidaya lelepun sangat menjanjikan, karena permintaan pasar untuk konsumsi semakin lama semakin bertmabah jumlahnya, sedang untuk distributor dari petanipun belum mencukupi kebutuhan konsumen di indonesia. Tentu ini peluang yang bagus.

Untuk anda yang baru akan terjun ke dunia budidaya ikan air tawar kususnya lele. Anda perlu mempelajari dan menyiapkan beberapa hal sebagai bekal untuk memulai bisnis ini. Dengan membekali sedikit pengetahuan dasar dan tata cara yang benar, anda dapat menghindari terjadinya kerugian.

Tahap awal yang pertama harus di siapkan adalah kolam. Ada beberapa jenis kolam yang bisa di pergunakan untuk budidaya lele, anda bisa memilih jenis kolam yang bisa di gunakan sesuai dengan kondisi lingkungan dan badget/modal.




Bagi yang tidak memiliki lahan terlalu luas anda bisa menggunakan kolam terpal, kolam terpal merupakan salah satu metode baru yang di gunakan para petani lele saat ini, selain menghemat dana, dalam segi kemungkinan hidup pun lebih tinggi sekitar 70-80%. Selain kolam terpal ada juga kolam beton atau semen dan satu lagi yaitu kolam tanah, ketiga jenis kolam tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing tentunya.

Namun di kesempatan kali ini, LautLELE akan membahas tatacara budidaya lele dengan menggunakan kolam tanah. Untuk jenis budidaya dengan model kolam lainya akan saya bahas bertahap di posing selanjutnya.


Cara Budidaya Lele
  • Untuk ukuran kolam yang ideal adalah 3x4-3x5 meter, Anda bisa sesuaikan dengan ketersediaan lahan, dengan kedalaman sekitar 2-2.5m, dan populasi kepadatan 100-300 ekor per m2. Kolam yang terlalu sempit dengan kepdatan melebihi kapasitas akan mempengaruhi pertumbuhan lele, dengan kolam yang tidak sesuai akan menyebabkan ke-kerdilan dan juga tingginya kematian.

  • Setelah kolam di siapkan, lakukan pengeringan dengan sinar matahari langsung, waktu yang di butuhkan biasanya kisaran satu minggu. Pengeringan berfungsi untuk meminimalisir adanya bakteri atau mikro organisme yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada lele.

  • Setelah kolam kering, kemudian basahi dan lakukan pembajakan, atau bisa menggunakan cangkul, usahakan jangan terlalu dalam. 
Ini adalah tahap awal pembuatan kolam yang bisa memaksimalkan pertumbuhan lele, pembajakan sendiri berfungsi untuk penyuburan tanah, dengan tanah yang subur pertumbuhan cacing akan meningkat, cacing sendiri adalah makanan alternatif lele.
Setelah tahap awal selesai di lakukan, diamkan hingga sehari kemudian lakukan hal-hal berikut

  • Lakukan pengapuran, kapur yang umum di gunakan adalah jennis kapur dolomit. Pengapuran sendiri berfungsi untuk menyeimbangkan kadar keasaman di dalam kolan dan membunuh mikro organisme penyebab penyakit pada lele. Dosis yang di gunakan sekitar 250-500 gram/m2.

  • Lakukan pemupukan, Gunakan pupuk dominan organik dan sedikit campuran non organik dengan dosis pupuk organik kisaran 300-600 gram/m2 dan campuran 30gram/m2 pupuk non organik. Pemupukan sendiri sangat penting fungsinya, selain untuk menyuburkan tanah di dasar kolam untuk perkembang biakan cacing (cacing bisa jadi makanan alternatih Lele) juga sebagai asupan nutrisi untuk plankton dan mikro organisme baik. Pemupukan juga berfungsi sebagai bahan pengurai endapan makanan dan sisa kotoran yang dapat menyebabkan penyakit pada lele. Palnkton sendiri adalah makanan benih lele. Lele dengan umur di bawah satu minggu belom bisa memakan pelet.

Selain hal-hal diatas, hal lain yang harus di perhatikan adalah, sumberdaya air. Tahap awal pengarian dianjurkan untuk mengisi air kisaran 30% dari kedalaman 150 cm. Biarkan selama seminggu, lalu tambah debit air secara bertahap hingga ketinggian 150cm. Dalam hal pengarian yang harus anda perhatikan adalah keruh atau tidaknya air, jika air keruh, gunakan kedalaman air sekitar 125cm saja, itu berfungsi agar caha matahari masih bisa masuk sampai ke dasar kolam. Dengan begitu kandungan oksigen akan tetap terjaga.

Perhtikan juga suhu di lingkungan kolam. Lele sangat cocok di areal dengan suhu kisaran 18-22 derajat C, kemudian usahakan kolam tidak terlalu padas atau terlalu teduh, usahakan tetap. Karena perubahan suhu yang ektrim dan terjadi tiba-tiba dapat menyebabkan lele stres dan mati.

Untuk pemberian pakan lakukan secra teratur minimal 4 x dalam sehari, lakukan secara teratur. Pemberian pakan yang tidak teratur,akan menyebabkan kelaparan pada lele yang mengakibatkan Lele yang besar akan memakan yang lebih kecil (Lele bersifat kanibal). Jika ingin menambah jumlah pakan sesuaikan dengan umur lele.

Untuk  bibit, pilih bibit dengn kwalitas baik dan tahan akan penyakit. Anda bisa mencari di petani-petani yang membudidayakan bibit lele, sebelum membeli lakukan analisa terlebih dahulu. Anda bisa bertanya kepada pembeli awal tentang ketahanan maupun kwalitas dari bibit tersebut.

Lakukan sanitasi kolam secara rutin ( minimal 2x dalam seminggu ), kemudian lakukan pemantauan dan pengecekan dengan rutin, dengan demkian saat ada tenda-tanda lele terserang penyakit, anda sesegera mungkin bisa langslung melakukan pencegahan maupun pengobatan.

Dengan memperhatikan beberapa hal diatas, resiko kematian dalam berbudidaya lele bisa di minimalisir, sehingga resiko kerugian dapat di hindari. Kunci keberhasilan budidaya lele adalah persentase kematian yang kecil, dan bobot yang memenuhi sstandard. Namun anda tetap harus menyesuaikan pakan dan jumlah lele yang di budidayakan.