Cara Mudah Budidaya Belut Kolam Terpal Modal Sedikit

03.47
Cara mudah, budidaya belut dengan kolam terpal, modal dikit hasil maksimal 

Gambar:sampean.com

Budidaya belut merupakan lahan bisnis yang cukup menjajikan di era modern sekarang ini, permintaan akan daging belut yang terus bertambah seiring pertumbuhan populasi manusia, tidak di imbangi dengan populasi belut itu sendiri, jumlah populasi belut di Indonesia kian hari kian menurun akibat penggunaan obat obatan kimia yang di pakai para petani. Jelas ini peluang usaha yang menjanjikan, apa lagi daging belut juga merupakan komoditi yang laku di pasar ekspor.

Budidaya belut di era sekarang tidak lagi di pusingkan dengan masalah lahan atau lokasi, belut bisa bertahan hidup dengan baik di berbagai daerah di Indonesia, media yang di gunakan pun beragam, bisa menggunakan kolam terpal atau drum, jadi tidak masalah bagi anda yang tidak punya lahan tetapi ingin usaha budidaya belut.

Penempatan kolam lebih baik tidak jauh dari rumah, agar mudah untuk mengontrolnya setiap saat.

Tahapan budidaya belut kolam terpal 

Persiapan kolam
Buat kolam berbentuk kotak dengan menggunakan terpal, ukuran panjang 1m lebar 1m tinggi 80 cm, buat penutup, usahakan matari tetap masuk tapi secukupnya saja, siapkan bahan bahan organik, seperti sekam padi, pupuk kandang dan jerami padi,  penggunaan bahan bahan tersebut dengan takaran 1:1:1, letakkan sekam padi dan pupuk kandang di dasar kolam, aduk dulu hingga merata, kemudian tutup dengan jerami padi diatasnya, asumsi penggunaan bahan organik setinggi 30 cm dari dasar kolam, kemudian aliri kolam dengan air bersih setinggi 50 cm, diamkan hingga 2 sampai 3 minggu, benih sudah bisa di tanam jika bahan bahan tersebut sudah terurai menjadi lumpur, dengan catatan tidak ada bau menyengat.
Untuk satu kolam dengan ukuran tersebut, mampu menampung bibit belut berukuran 1-7 cm sebanyak 250 ekor.

Memilih bibit yang baik
Peran bibit belut sangat sentral, bibit belit yang sehat dan bagus akan mampu tumbuh sesuai masa minimum yang di targetkan. Pilih bibit belut yang bertubuh sehat, ciri cirinya, pergerakan lincah, warna terang tidak kusam, dan tidal ada penyakit kulitnya, seleksi dengan teliti, jangan sampai memilih bibit belut yang ada luka di bagian tubuh maupun siripnya, di takutkan bibit belut sudah terkena penyakit, saran saya cari bibit di penangkaran langsung, lebih bagus langsung dari dinas.

Pemeliharaan hingga masa panen
Masa panen pada belut bisa 2 bulan sekali, bahkan sampai 4 bulan, semua tergantung permintaan pasar, mau belut berukuran sedang atau besar.
Tahapan pemeliharaan melipiti pemberian pakan, penjagaan dari hama, dan vaksinasi bila di butuhkan.
Pakan belut bisa di berikan pada sore atau malam hari, belut termasuk hewan yang aktif di malam hari, jadi dia akan aktif mencari makan di malam hari, saran saya jangan cuma pakai pelet, untuk menekan biaya produksi dan agar pertumbuhan belut lebih optimal, gunakan pakan alternatif berprotein tinggi, bisa cacing, keong, bekicot, atau kecoa. Untul keong dan bekicot sebelum di berikan kepada belut, terlebih dahuli di pisahkan dulu dari cangkangnya, potong kecil kecil, cuci hingga bersih, lalu keringkan, asumsi pemberian pakan pelet dan pakan alternatif yaitu 1:1.

Vaksinasi 
Jika di rasa perlu, berikan obat dan vaksinasi sebanyak 2x dalam seminggu, hal itu bagus di lakukan untuk menjaga kesehatan belut dan ke sterilan kolam dari bakteri jahat.

Pemanenan
Masa panen di lakukan setelah ukuran dan bobot belut sudah masuk dalam kategori permintaan pasar, untuk belut yang belum masuk dalam bobot maupun ukuran, anda bisa pisahkan ke kolam tersendiri untuk di besarkan lagi.
Cara panen pun mudaj, bisa langsung menggunakan jaring, karena medianya terpal jadi tidak perlu kawatir belut bersembunyi di lubang.

Share this :

Previous
Next Post »