Cara pembuatan pakan alternatif lele dan ramuan penunjang pertumbuhan

00.33 Add Comment
Pakan alternatif untuk lele. Banyak para petani lele yang mengeluh karena mahalnya harga pelet, bagaimana tidak, biaya produksi utama untuk usaha pembesaran lele adalah pakan, bahkan sampai saat ini harga pelet menginjak 300 ribu lebih tiap satu sak dengan berat 30kg.  menanggapi hal ini, di perlukan trobosan baru untuk menekan biaya pengeluaran pakan, dengan menciptakan pakan alternatif pengganti pelet diharapkan mempu menekan biaya produksi pembesaran usaha budidaya lele.

Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang tergolong rakus, jika kita memaksa mengurangi asumsi pakan, risikonya lele akan sulit tumbuh,bahkan bisa jadi kerdil.Standar pakan alternatif untuk lele adalah bergizi tinggi, mudah di cerna, dan tidak beracun. Sedengkan untuk mepermudah cara pembuatanya, bahan-bahan juga harus mudah di dapat di lingkungan sekitar.

Beberapa cara yang akan saya urai di bawah ini bisa menjadi solusi pengganti pelet.

Pakan alternatif menggunakan kotoran sapi 
Cara ini biasanya di selaraskan dengan metode budidaya lele sistem organik, namun di kesempatan kali ini saya tidak akan membahas lebih lanjut cara budidaya lele dengan sistem organik, karena sebelumnya sudah saya bahas di artikel saya yang berjudul Budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset.

Kenapa kotoran sapi, kotoran sapi merupakan media yang mudah di dapat, mudah di urai, dan cepat di tumbuhi mikro organisme, bahkan dengan media kotoran sapi, pertumbuhan lele akan lebih cepat.


Tata cara pembuatan pakan lele dengan kotoran sapi
  • Siapkan kotoran sapi secukupnya, dengan tekstur tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu basah, atau bisa di artikel kotoran sapi yang masih lembab.
  • Siapkan media untuk proses fermentasi, bisa menggunakan ember, drum, atau dengan kotak yang bisa anda buat sendiri, dengan catatan, tidak ada lubang masuk udara di media yang anda gunakan, lengkapi media dengan tutup yang juga tidak memiliki lubang keluar masuk udara.
  • Siapkan probiaotik, tetes tebu/gula, dan sedikit orea untuk mempercepat proses fermentasi, 2 sendok orea sudah cukup.
  • Campurkan probitik dan tetes tebu, dengan perbandingan 1 liter probiotik, 2 liter tets tebu dan 10 liter air bersih dan sedikit orea tadi, aduk hingga benar-benar menyampur.
  • Masukan kotoran sapi ke dalam media tadi, dan masukan probiotik beserta bahan lainya yang sudah di campur, kemudian aduk kembali hingga merata.
  • Kemudian tutup, tunggu hingga 3-5 hari.
  • Akan muncul palnkton-plankton kecil atau yang di sebut dengan mikro organisme baik, itu yang akan menjadi pakan alternatif bagi lele.
Catatan, jika setelah proses fermentasi selesai, timbul bau busuk yang menyengat, berati anda gagal, media tidak akan berbau busuk jika anda berhasil, malah cenderung berbau harum seperti proses fermentasi pada tape.
Cara penggunaanya, bisa anda ambil beberapa ember, kemudian masukan ke dalam kolam. Untuk menjaga ketercukupan gizi anda tetap harus memberikan pelet, namun tidak sebanyak biasanya, pelet di gunakan hanya sebagai tambahan saja.
Menurut data yang di rilis oleh departemen perikanan, menggunakan pakan organik dari kotoran sapi dapat merangsang pertumbuhan lele menjadi lebih cepat, dan lebih seragam.

Pakan alternatif lele dengan limbah ampas tahu
Bagi anda yang di daerahnya banyak terdapat industri rumahan pembuat tahu, anda bisa gunakan limbahnya untuk keperluan pembuatan pakan lele.

Cara pembuatanya,
  • Ampas tahu 10 kg
  • Dedak 10 kg
  • Tepung ikan 2 kg
  • Probiotik 500 ml 
  • Ragi tempe 4 sendok makan.
Jika anda ingin membuat dalam skala yang lebih banyak, anda bisa jadikan patokan ukuran diatas tersebut sebagai kelipatan. Setelah bahan di siapkan aduk semua bahan tersebut hingga merata, dan masukan ke dalam drum/atau ember, beri sedikit lubang untuk meletakkan selang, dan beri tutup selang dengan kantung plastik yang di beri sedikit lubang udara, dan diamkan selama 4-5 hari.
Sama seperti diatas, jika berhasil media tidak akan berbau.
Untuk pemberian pakan, di utamakan untuk lele di umur 1 bulan keatas.

Pakan alternatif lele dengan limbah ikan asin
Bagi anda yang tinggal di lingkungan pesisir, tips ini bisa di terapkan. Ikan asin merupakan salah satu media terbaik untuk pembuatan pakan alternattif, kenapa demikian, di dalam tubuh ikan asin mengandung proten sekitar 35-45 % dari berat keringnya, tentu ini sangat baik untuk pertumbuhan si kumis,

Cara pembuatanya,
  • Siapkan limbah ikan asin, cuci terlebih dahulu untuk mengurangi kadar garamnya
  • siapkan dedak
  • dan pelet 781 
perbandinganya 1 pelet 2 dedak 0,5 ikan asin, kemudian aduk hingga tercampur, tambah sedikit air untuk melembabkan, dan giling menggunakan mesin penggiling kelanting agar pakan mudah di tebarkan.

Untuk media kotoran sapi, bisa juga di ganti dengan kotoran kambing, kerbau, atau unggas, dan cara pembuatanya kurang lebih sama, dan untuk ampas tahu, bisa juga di ganti dengan ampas tempe, caranyapun kurang lebih sama. Sedangkan probiotik yyang dugunakan adalah jenis EM4-perikanan, banyak di jual di toko penjual pelet.

Nah bagi anda yang ingin lelenya cepet panen, anda bisa gunakan ramuan ini untuk merangsang pertumbuhan lele. Ramuan ini di sebut dengan ramuan ROTER ( ramuan organik ternak ).

Tata cara pembuatan ramuan roter
Bahan-bahan,
  • Rumput laut 1 kg
  • Pisang 10 buah
  • Nanas 1 buah
  • Yoghurt/susu murni/yakult 1 liter
  • Usus kambing/sapi 500 gr
  • Gula merah 1 kg
  • Ragi tempe 1 butir
  • Air kelapa 5 liter
 Peracikan,
  • Cuci rumput laut, pisang dan nanas hingga bersih, kmudian blander hingga halus,
  • Cincang usus hinggga halus
  • Didihkan gula merah dengan air bersih 1 liter, setelah mendidih, diamkan hingga dingin,
  • Campur semua bahan, aduk sampai 3-5 menit, hingga benar-benar menyampur.
  • Masukan ke dalam ember, tutup rapat, hingga 10-13 hari.
  • Kocok setiap 3 hari sekali
Jika berhasil, media tidak akan berbau, untuk pemakaian 10 ml di gunakan untuk luas kolam 1m3, untuk kebutuhan fermentasi pakan/pelet, gunakan 10 ml ramuan dan campurkan kedalam 20 liter air bersih.
 (Ramuan ini saya kutip dari sumber : Solusi Pertanian Organik
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik/cara-buat-roter/416657258453052 )

Jika dirasa bermanfaat silakan shere artikel ini ke facebook, twetter , atau google plus melalui gambar di bawah.

5 Tips mencegah penyakit ikan lele terbaik

06.55 Add Comment
5 Tips mencegah penyakit ikan lele terbaik
Penyakit pada ikan lele masih menjadi momok terbesar para petani lele yang dapat merugikan. kebanyakan para petani lele pemula gagal karena mereka tergesa-gesa untuk segera terjun dan memulai usahanya karena tergiur oleh kalkulasi keuntungan yang menggiurkan, tanpa membekali dirinya dengan pengetahuan yang cukup tentang budidaya lele.

Beberapa penyakit pada ikan lele yang sering di jumpai para petani lele diantaranya,
Bintik putih, di sebabkan oleh bakteri yang tumbuh karena kolam yang kotor.
Parasit, oleh jamur, penyakit ini mengurangi nafsu makan dan merusak insang
cacar, termasuk penyakit yang berbahaya, karena dapat merusak bagian tubuh lele, seperti timbul borok dan luka-luka.

Dalam menjalankan usaha ini sebenernya hanya ada 3 tahapan sederhana, yaitu.
  1. Peneberan benih
  2. Perawatan dan pemberian pakan
  3. Pemanenan
mencegah penyakit ikan lele 

Walaupun tampak sederhana namun tiga tahapan tersebut memiliki banyak persoalan yang harus di pecahkan dengan pengetahuan yang cukup. Untuk langkah awal penebaran benih, mungkin hanya cukup dengan pemilihan kualitas benih yang baik, dan persiapan media kolam dan air yang sudah di sesuaikan.

Tahap yang akan menguras tenaga dan fikiran adalah saat perawatan dan pemberian pakan, perawatan kolam yang salah ( termasuk pengelolaan air ) dan pemberian pakan yang tidak teratur sudah pasti menjadi poin buruk untuk keberlangsungan budidaya lele yang anda jalankan. Maka dari itu anda harus benar-benar jeli di waktu-waktu ini, saat umur ikan lele yang anda budidayakan sudah memasuki usia 20 hari keatas, lakukan pengontrolan secara rutin, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.

5 tips mencegah penyakit pada ikan lele

  • Pemberian probiotik,tetes tebu dan ragi tempe pada saat sebelum kolam di teberi benih, ini di lakukan untuk pencegahan terhadap timbulnya jamur jahat dan juga bakteri phatogen, bakteri pathogen merupakan bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan lele, tumbuhnya bakteri tersebut dapat disebabkan karena kondisi kolam yang sangat kotor, kolam yang sangat kotor bisa di sebabkan karena bertumpuknya kotoran dan sisa makanan di dasar kolam yang tidak terurai. Untuk mengatasi hal itu di perlukan probiotik dan tetes tebu yang akan mebentuk mikro organisme baik dalam kolam, dengan demikian kotoran dan sisa makanan di dasar kolam dapat di terurai, untuk menjaga mikro organisme baik dalam kolam tetap hidup, anda perlu menjaga  PH air tetap stabil, PH air yang tidak stabil dapat membunuh mikro organisme dalam kolam. Sedangkan ragi di butuhkan untuk membentuk jamur baik yang menguntungkan bagi ikan lele. Ini di sebut pencegehan alami yang mana bakteri jahat di antisipasi dengan bakteri baik begitupun dengan jamur.
  • Pengelolaan air yang baik, kalau anda menggunakan kolam terpal dan menganut cara budidaya lele dengan sistem umum, anda harus rajin mengganti air, kenapa demikian?. Dalam sistem budidaya lele seperti ini, biasanya tidak menggunakan probiotik untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme baik, mikro organisme baik ada dalam kolam karena tumbuh secara alami, ini tidak efisien apa bila umur lele menginjak satu bulan, kotoran yang di hasilkan semakin banyak, dan bakteri pengurai tidak mampu lagi mengurai, akibatnya kotoran mengendap di dasar kolam, menjadi tempat tumbuhnya parasit. Air yang sudah tercemar akan berwarna biru hitam gelam dan baunya tidak sedap, jika sudah demikian anda harus embuang air kolam sebanyak 60 % dan menggantinya dengan air yang baru, ketinggian air di samakan dengan tiinggi air sebelumnya. Agar tidak terjadi hal tersebut, lebih baik anda lakukan penggantian air secara rutin, sebelum air tercemar. Sedangkan untuk budidaya lele sisttem organik dan bioflok, anda hanya perlu menambahkan probiotik, tetes tebu dan ragi setiap sepuluh hari sekali untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme baik di dalam kolam, hal itu bertujuan agar kotoran lele yang semakin banyak tetap bisa terurai.
  • Sanitasi, lakukan sanitasi untuk menjaga kesterilan kolam dari kemungkinan datangnya bakteri dari daerah sekitar kolam, anda juga bisa menaburkan garam, buah mengkudu dan daun pepaya, jika di temukan perbedaan dari tingkah lele seperti biasanya, contonya nafsu makan berkurang, lele banyak yang menggantung dll.
  • Jaga kebersihan kolam dan daerah sekitar, tempat yang kumuh dan kotor adalah sumber penyakit, jika anda menemukan kolam yang kotor namun lele masih tetap sehat dan hasil panen tetap bagus, kemungkinan mikro organisme baik dalam kolam sangat banyak, jikapun demikian pasti air tidak akan bau, itu karena kondisi air stabil. Untuk menghindari usaha anda menjaga agar lele tidak terkena penyakit tidak sia-sia, maka kebersihan kolam dan lingkungan kolam harus terus di jaga, serutin apapun anda mengganti air dan memberikan pencegahan dengan obat alami, bakteri akan tetap bisa muncul kembali jika lingkungan kolam di biarkan kotor.

Berikan pengobatan pertama segera setelah anda menemukan perbedaan di lele yang anda budidayakan, pengobatan alami pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan menggunakan garam, buah mengkudu, daun pepaya, kunyit dan bawang putih. Haluskan terlebih dahulu, lalu tebarkan ke kolam saat malam hari.
Untuk mengatasi ikan yang menggantung diatas kolam, anda juga bisa menggunakan bahan-bahan diatas sebagai tahap awal pencegahan, biasanya ikan menggantung disebabkan oleh banyaknya air hujan yang tercampur ke kolam, air hujan mengandung banyak asam yang dapat membuat PH air tidak stabil, jika dengan memberikan bahan-bahan tersebut dalam waktu 2-3 hari tidak ada perubahan, lakukan penggantian air dengan air yang baru sebanyak 50%.

Pencegahan akan tetap lebih baik dari pengobatan, saat melakukan pengobatan kemungkinan anda mengalami kegagalan berbudidaya akan lebih besar, karena problem sudah benar-benar ada, jadi lakukan pencegahan sedini mungkin, kontrol secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Itulah 5 tips pencegahan penyakit pada ikan lele, semoga apa yang saya shere bisa bernmanfaat buat sobat.

Cara budidaya lele modern sistem bioflok

07.02 Add Comment
Cara budidaya lele dengan sistem bioflok sebenarnya hampir sama dengan cara budidaya lele organik, sama-sama menggunakan mikro organisme baik sebagai bahan utama pakan alami untuk ikan lele. Sedikit perbedaan yang menonjol adalah bahan yang di gunakan untuk menciptakan bakteri non patoghen atau yang sering di sebut dengan mikro organisme baik. Dalam sistem bioflok nantinya kolam akan di rekayasa seperti habitat lele aslinya, dimana makanan utama ikan lele telah tersedia di dalam kolam. Mikro organisme yang di ciptakan berfungsi untuk untuk mengeloh limbah atau kotoran ikan menjadi gumpalan kecil atau flok yang akan menjadi makanan utama bagi lele itu sendiri.

Sistem budidaya lele bioflok sebenarnya sudah lebih dulu di jalankan oleh negara-negara maju seperti jepang, saat ini indonesia sudah mulai mengikuti jejak negara-negara maju tersebut.

Keuntungan budidaya lele sistem bioflok

Karena dalam sistem bioflok menggunakan mikro organisme sebagai pengganti pelet, otomatis biaya untuk pembelian pelet akan jauh lebih terjangkau.
Untuk lahan, sistem ini juga memiliki keunggulan yang sangat siknifikan, buat anda yang bermasalah dengan lahan saat ingin menjalankan usaha budidaya lele, sistem ini sangat cocok, dengan sistem bioflok untuk ukuran kolam 1 meter kubik mampu menampung hingga 1000 ekor, berbeda dengan cara biasanya yang hanya mampu menampung 100 ekor/m3.






Tahapan persiapan budidaya lele sistem bioflok
Pertama, siapkan bahan-bahan berikut untuk menciptakan mikro organisme dalam kolam
  1. Probiotik
  2. Ragi tempe
  3. Ragi tape
  4. Kapur dolomit
  5. tets tebu
Setelah semua bahan sudah ada, kemudian sediakan kolam, anda bisa membuatnya dengan terpal untuk menekan biaya pengeluaran. Untuk ukuran sesuaikan sengan lahan yang anda punya, bisa juga di pecah menjadi beberapa kolam dalam satu lahan agar lebih mudah dalam segi perawatan maupun pemantauan. Kapasitas kolam di sesuiakan, yaitu 1m3 untuk 800-1000 ekor.

Beri atap pada kolam untuk menghindari sinar matahari langsung dan air hujan, hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan air dalam kolam. Lengkapi kolam dengan mesin airator untuk meniupkan udara kedalam kolam agar kadar oksigen tetap terjaga.

Setelah kolam siap, isi air dengan ketinggian 30-40 cm, ketinggian air tersebut untuk menjaga agar benih lele yang masih kecil tidak kelelahan saat menggapai pakan.
Kemudian masukan bahan-bahan berikut,
  1. Probiotik 5ml/m3
  2. Tetes tebu 250ml/m3
  3. Kapur dolomite 150gr/m3 ( tambahkan pada malam hari )
Hidupkan mesin airator selama 24 jam agar bahan-bahan diatas benar-benar tercampur, kemudian diamkan hingga 10-15 hari, untuk memastikan mikro organisme benar-benar sudah tumbuh. Tidak bisa di pastikan kapan mikro organisme yang kita tanam benar-benar sudah berkembang biak, namun beberapa ciri-ciri yang bisa anda jadikan patokan adalah, warna air yang berubah menjadi merah,biru, kecoklatan.

Setelah media benar-benar siap, lakukan penebaran benih ke dalam kolam, lakukan penebaran di pagi hari atau sore hari. Sebelum melakukan penebaran benih pastikan benih memiliki kualitas baik anda bisa baca 3 tips memilih benih lele kualitas baik untuk mengetahui ciri-cirinya.

Pemberian pakan, lakukan pemberian pakan secara teratur 2 kali sehari, dan konsentrasikan lebih banyak di malam hari, berikan pada pukul 9 pagi dan sembilan malam, jarak waktu 12 jam ini bertujuan untuk mengistirahatkan alatt pencernaan lele agar tetap sehat.

Sesuaikan pakan dengan ukuran lele, pemberian pakan yang berlebihan pada lele dengan ukuran yang masih kecil akan membuat pakan banyak yang terbuang, jika kotoran dan sisa makanan terlalu banyak mengendap di bawah kolam, di kawatirkan mikro organisme tidak mampu mengurai kotoran, yang bisa mencemari air.

Tamabahkan volum aire , makin hari lele akan tumbuh besar, untuk mencegah media kolam semakin menyempit, perlu di lakukan penambahan air secara bertahap hingga ketinggian 100-120cm,

Tambahkan bahan pembentuk mikro organisme, semakin hari nafsu makan lele akan bertambah banyak, kotoran yang di hasilkanpun akan bertambah, untuk menjaga agar kotoran tetap bisa terurai sehingga simbiosis mutualisme tetap terjaga, anda perlu menambahkan bahan-bahan berikut secara bertahap.
  1. Probiotik 5ml/m3
  2. Ragi tempe 1 sendok/m3
  3. Ragi tape 2 butir/m3
  4. Dolomite 200 gr/m3
  5. Tetes tebu 100 ml/m3
Larutkan bahan-bahan tersebut dengan air, dan berikan setiap 10 hari sekali dengan kadar yang di tambahkan menyesuaikan umur lele.

Perawatan 

Budidaya lele dengan sistem bioflok maupun organik sangat tergantung terhadap air untuk kelangsunganya, sangat di anjurkan untuk mengontrol PH air dalam kolam dan juga suhu, suhu yang tepat untuk sistem bioflok kisaran 25-28 derajat celsius. PH air yang terlalu rendah atu tinggi, dan suhu yang tidak stabil dapat mengakibatkan mikro organisme dalam kolam mati, tidak itu saja, bahkan lele pun bisa ikut mati.

Lakukan pengontorlan ikan secara rutin, jika terjadi perubahan semisal nafsu makan berkurang, bergerakan ikan tidak agresif lagi, segera lakukan tindakan pencegahan, cek apakah air sudah terlalu keruh dan bau cenderung tidak sedap, jika ia, ganti air hingga 50% menggunakan air bersih ( cocok air sumur ). 

Pemanenan
Puasakan lele 12 jam sampai satu hari sebelum panen, pindahkan air di dalam kolam ke kolam yang kosong, pemindahan air bertujuan agar air dapat di gunakan lagi dan anda tidak perlu melakukan proses dari awal untuk penebaran benih.

Saat anda ingin mulai kembali menanam benih, bersihkan kolam terlebih dahulu dengan sikat dan sabun agar benar-benar steril, keringkan kolam hingga benar-benar kering (1-2 hari), setelah itu isi kolam dengan air yang di pindahkan tadi dengan ketinggian 30 cm, lakukan pengisian air dengan komposisi 50% air bersih dan 50% air sisa panen.

Mungkin hanya ini yang bisa saya shere buat sobat, semoga bermanfaat.

budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset

08.47 Add Comment
Budidaya lele menggunakan sistem organik, apa itu?, organik sangat identik dengan kealamian, sudah pasti cara budidaya ini tidak melibatkan unsur kimia di dalamnya. Hal positif yang langsung bisa kita tangkap adalah, hasil produksi alami yang pasti tidak terkontaminasi dengan unsur kimia berbahaya, sangat bagus untuk konsumsi.


Lahirnya metode budidaya dengan sistem organik, dikarenakan tekanan akan harga pelet yang kian hari kian melambung. Pertumbuhan lele sangat di pengaruhi oleh pakan, jika asupan pakan di kurangi untuk menekan pengeluaran, maka akan berakibat fatal bagi petani, imbasnya produksi lele menurun, bobot panen yang tidak sesuai dengan standar, dan bukan keuntungan yang di dapat malah sebaliknya.

Menanggapi masalah tersebut, para petani mulai berinofasi menciptakan cara-cara baru dalam teknik berbudidaya ikan lele, terciptalah budidaya lele dengan sistem organik. Oragnik berarti menciptakan situasi alami pada kolam seperti habitat aslinya, yang di mana lele bisa tumbuh besar dari pakan yang di sediakan oleh alam, pakan dari alam yang di maksut adalah mikro organisme baik/larfa yang nantinya akan kita taruh di dalam kolam agar terjadi simbiosis mutualisme, namun dengan demikian bukan berarti cara ini tidak menggunakan pakan atau pelet sama sekali, pelet tetap di gunakan, tetapi tidak sebanyak seperti menggunakan cara-cara biasa, pelet disini berfungsi sebagai protein tambahan untuk menunjang pertumbuhan.

Hal terpenting yang harus sangat di perhatikan dalam metode ini adalah, Penjagaan terhadap PH air dalam kolam agar tetap stabil, karena PH air sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup ikan dan mikro organisme baik dalam kolam.

Apa saja keuntungan budidaya dengan sistem ini?, beberapa keuntungan yang bisa kita dapat adalah, biaya pengeluaran untuk pelet bisa kita tekan hingga 50 persen, penggantian air kolam tidak sesering menggunakan cara biasa, bahkan bisa tidak di ganti sama sekali, dan hasil produksi yang memiliki kualitas lebih baik.

Step bay step budidaya lele organik
  1. Yang pertama perlu di persiapkan adalah media budidaya atau kolam, kolam yang paling banyak di          gunakan dalam sistem budidaya lele organik adalah kolam terpal, Buaat kolam dengan ukuran kisaran 2,5 x 3 meter,
  2. Membuat pupuk kompos sebagai bahan pakan alami lele
  3. Proses fermentasi kompos agar menghasilkan mikro organisme baik
  4. Penaburan benih
  5. Sistem pemberian pakanPerawatan dan pemanenan 
Cara membuat Kompos dan proses fermentasi Kompos nantinya yang akan menjadi pakan utama ikan lele, agar kompos bisa menjadi pakan ikan lele, terlebih dahulu harus di lakukan proses fermentasi.
Bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat kompos adalah
  • Kotoran sapi 100 kg (jumlah bisa di sesuaikan dengan ukuran kolam),  selain kotoran sapibisa juga dengan kotoran kambing atau unggas, namun kotoran sapi yang paling banyak di gunakan.
  • Probiotik secukupnya
  • Tepung ikan secukupnya
  • Pupuk orea 2 sendok
  • Tetes tebu 2 kg 
Campur probiotik, tepung ikan, pupuk orea, dan tetes tebu, hingga merata, kemudian campurkan dengan kotoran sapi, Catatan : Gunakan kotoran sapi denagn tekstur yang tidak terlalu kering atau terlalu basah, cukup lembab saja. Setelah selesai, tebarkan ke kolam yang belum di isi air dengan ketebalan 7 sampai 15 cm, lalu tutup kolam dengan terpal, tunggu hingga 15 sampai 20 hari. Rentan waktu tersebut untuk memastikan kompos benar-benar terfermentasi dan mikro organisme baik telah tumbuh.

Penebaran benih lele
Setelah memasuki rentan waktu yang di tentukan, isi kolam dengan ketinggian air 30 cm. Sebelum benih di tebar ke kolam, lakukan dulu penyortiran, pisahkan benih yang memiliki ukururan lebih besar, dalam kata lain cari benih dengan ukuran yang merata, hal tersebut di maksutkan agar, lele yang lebih besar tidak memakan lele yang lebih kecil nantinya, karena dengan metode ini kita tidak akan mengganti air kolam untuk melakukan penyortiran seperti cara-cara lama, hal tersebut di lakukan untuk menjaga agar mikro organisme di dalam kolam tetap hidup dan simbiosis mutualisme tetap terjadi. Setelah selesai penyortiran, lalu tebarkan benih ke kolam seperti biasa. 

Pemberian pakan
Diatas saya sudah sedikit menyinggung tadi, bahwa dalam metode ini kita bukan tidak menggunakan pelet sama sekali, pelet tetap di gunakan walaupun dengan jumlah yang lebih sedikit untuk menunjang pertumbuhan lele agar dapat mencapai bobot standar dalam rentan waktu yang di tentukan.
Berikan pakan 12 jam sekali, atau jam 6 pagi dan di susul jam 6 sore, hal ini untuk menghindari penumpukan pakan yang tidak mampu di buai oleh larva/mikro organisme baik di dalam kolam, jika itu terjadi kotoran dan sisa pakan yang menumpuk bisa jadi racun yang dapat membunuh larva yang merupakan sumber utama makanan lele. Tujuan yang kedua adalah memberi waktu alat pencernaan lele beristirahat untuk menjaga nafsu makan tetap stabil.

Menjaga PH air
Apa itu PH air, PH air adalah kepanjangan dari power of hydrogen yaitu merupakan tingkatan asam basa suatu larutan, PH air sangat di pengaruhi oleh kandungan mineral dalam air, PH air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menimbulkan kematian pada mikro organisme bahkan lele itu senderi, maka dari itu penting untuk menjaga PH air dalam kolam tetap stabil. Air yang tercemar di tandai dengan warna air yang berubah menjadi merah cenderung hitam pekat, dan baunya tidak enak, jika sudah demikian anda perlu mengganti air dalam kolam, gunakan air sumur, karna air sumur merupakan air air yang telah mengendap jadi sangat baik untuk keberlangsungan hidup ikan lele.
Untuk mencegah hal buruk itu terjadi, anda harus tetap mengontrol air dalam kolam, kemudian menambah volume air secara teratur sampai ketinggian 1 meter, dan tambahkan probiotik secukupnya agar kompos yang kita taman tidak bermetamorfosis menjadi racun, penambahan probiotik yang di sesuaikan dengan umur lele di tujukan agar mikro organisme baik dalam kolam tetap mampu mengurai kotoran yang di hasilkan, lele yang semakin besar akan menghasilkan kotoran lebih banyak, jika tidak di imbangi dengan pertumbuhan mikro organisme baik dalam kolam, akibatnya kotoran tidak terurai dan menjadi racun.
 
 Masa panen budidaya menggunakan sistem ini juga relatif cepat, antara 2 sampai 2,5 bulan, bahkan ada yang hanya 45 hari saja.


metode budidaya lele ampuh menghasilkan

01.28 Add Comment
Lautlele.blogspot.com, Metode atau cara mengembangkan usaha budidaya lele saat ini sudah sangat berfariasi, mungkin hampir tiap-tiap daerah, tiap-tiap pelaku usaha memiliki senjatanya tersendiri dalam menjalankan bisnis ini.


Omset besar dalam usaha ini memang sangat di tentukan oleh harga jual dari ikan lele itu sendiri, namun jika harga jual tinggi namun hasil panen yang tidak sesui dengan pengeluaran sebagai biaya oprasional maka akan tetap merugikan si pelaku usaha. Bagaimana menangani ini semua, Seorang pelaku bisnis kawakan pernah mengatakan, jangan pernah bersaing di harga, tapi bersainglah di kualitas, jika anda bersaing di harga, suatu saat anda akan menjual dengan harga murah karna ketidak mampuan dalam persaingan.

Kalimat di atas mungkin cocok untuk pelaku bisnis pembibitan ikan lele, ada beberapa metode pemijahan untuk menghasilkan benih ikan lele, namun cara yang paling praktis adalah menggunakan kolam bak, jika anda ingin mengetahui cara pemijahan menggunakan metode kolam bak, anda dapat baca disini.

Pada kesempatakan kali ini lautlele, akan lebih terfokus kepada bisnis pembesaran, ada beberapa hal yang harus di perhatikan jika ingin menjalankan bisnis ini, yang pertama, media apa yang anda gunakan sebagai kolam, karena tiap-tiap jenis kolam memiliki, perbedaan dalam segi perawatannya. Kolam yang paling banyak di gunakan saat ini adalah kolam terpal dan beton, kedua jenis kolam ini relatif lebih mudah dalam segi perawatan, khususnya dalam segi penggantian air, karna saat pembuatanya anda bisa langsung meletakan lubang pembuangan air dengan pipa.

 

Hal-Hal yang perlu di perhatikan

Pemilhan benih/bibit.
Benih adalah langkah awal keberhasilan usaha anda, bibit kualitas baik, memiliki ketahan lebih terhadap resiko kematian, jadi sangat penting memilih benih yang baik sebagai langkah awal, agar kedepanya lebih akan lebih mudah, ciri-ciri bibit kualitas baik diantaranya adalah, gerakan yang agresif dan ukuran yang hampir merata. Anda bisa mempelajari tips memilih benih lele kualitas baik sebelum melakukan pembelian.

Pengelolaan air
Pengelolaan air di tunjukan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi karena kualitas air yang kurang baik, seperti tumbuhnya bakteri jahat penyebab penyakit dan kekurangan kadar ogsigen dalam air, walaupun lele dapat hidup di dalam air dengan kadar ogsigen rendah, namun tetap saja hal itu dapat mengurangi pertumbuhanya. Ganti air secara teratur.

Pemberian pakan
Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki sifat kanibalisme ( pemakan sesama ), jika pemberian pakan kurang teratur, atau teratur namun jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah ikan yang ada di kolam, maka dapat menimbulkan lele bersifat kanibal karena kekurangan pakan. Jadi berikan pakan secara teratur, dengan jumlah yang di sesuaikan umur dan jumlah ikan tersebut.

Penyortiran
Hal ini di tujukan untuk memisahkan ikan dengan berbagai ukuranya menjadi 2 atau 3 kolam, sangat sulit memang membuat lele bisa besar sama rata dengan jangka waktu yang sama, maka dari itu anda perlu melakukan penyortiran, untuk menghindari ikan yang lebih besar memangsa ikan yang lebih kecil, ataupun kekurangan asupan makan pada ikan yang lebih kecil.

Pemberian vitamin dan obat-obatan
Saat setelah melakukan penyortiran, ikan cenderung akan mengalami stres, anda perlu memberikan obat untuk menjegah stres berkepanjangan. Akibat stres nafsu makan pada ikan akan berkurang, bahkan ikan akan memuntahkan makananya jika setelah penyortiran anda langsung memberikan pakan. Jadi berikan taburkan obat stres, kemudian diamkan hingga 6 sampai 8 jam, lalu berikan vitamin penambah nafsu makan sebelum memberikan pakan.

Kebanyakan kegagalan usaha ini di sebabkan oleh kematian dalam jumlah besar, atau pertumbuhan yang tidak sesuai, hal itu bisa terjadi karena penyakit, kanibalisme, atau benih yang kurang baik, sedangkan pertumbuhan yang tidak sesuai bisa di sebabkan karena asupan pakan yang kurang teratur, ataupun kadar protein yang kurang pada pakan tersebut, bisa juga di sebabkan oleh penyakit yang mengakibatkan berkurangnya nafsu makan, anda perlu melakukan pencegahan penyakit pada ikan lele sedini mungkin, bisa dengan mengganti air secara teratur seperti yang telah saya sampaikan diatas tadi, atau bisa juga menggunakan bahan-bahan seperti daun pepaya, mengkudu, bawang putih dan garam untuk pengobatanya.

Lele pada umumnya akan panen pada rentan waktu 2,5 sampai 3 bulan. Jika di kelola dengan baik, metode dan perawatan yang baik, mudah-mudahan dalam rentan waktu tersebut lele anda sudah siap panen dengan bobot standar.

 

 

Analisa luarbiasa bisnis budidaya lele

06.17 Add Comment
Analisa Keuntungan Bisnis Budidaya Lele, Budidaya lele mulai menjadi usaha yang di minati banyak kalangan, usaha yang dulunya hanya di geluti oleh kalangan menengah ke bawah, sekerang sudah berkembang pesat menjadi peluang bisnis yang tidak lagi di pandang sebelah mata, terbukti banyak para profesional yang banting setir menjadi pengusaha budidaya lele.

Salah satu contohnya adalah saptono, seorang yang dulunya malang melintang sebagai guide di dunia parawisata indonesia, penghasilanya cukup besar dan teratur tiap bulanya, namun ia memilih banting setir dan memulai bisnis budidaya lelenya, ia memilihih pulang kampung dan memulai bisnisnya disana, mengajak para warga dan pemuda setempat mendirikan organisasi tani, hasilnya saat ini saptono mampu memanen 200 ribu bibit lele perminggunya, dengan omset ratusan juta perbulan dari usaha budidaya lele dan ternak lainya.

Saptono adalah salah satu contoh, masih banyak figur-figur lain yang juga sukses di bidang ini, mulai dari mantan PNS, mantan pegawai bank, dan banyak lagi  figur lain dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Kenapa budidaya lele mampu memikat mereka-mereka yang sudah jelas berpenghasilan tetap dan teratur setiap bulanya, Karena budidaya lele memiliki prospek kedepan yang bagus, ikan lele merupan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai konsumsi cukup tinggi di indonesia, permintaan pasar yang terus bertambah kian hari, dan harga yang terus merangkak naik.

Bisnis ini akan memberikan keuntungan yang luar biasa jika di kelola dengan baik dengan metode yang baik pula. Kebanyakan para pemula gagal karena tidak tau cara perawatan yang benar, seperti apa cara penyortiran, kapan melakukan penyortiran, kapan melakukan penggantian air ( jika di kolam terpal ), waktu pemberian pakan dan vitamin, penanganan pencegahan penyakit, dan lain sebagainya.


 

 

 

 

Analisa  Luarbiasa budidaya lele

Kita akan mulai menganalisa berapa keuntungan yang akan di dapat, dalam dunia budidaya, kematian pasti ada, namun jika kematian terjadi dalam jumlah besar, berarti itu tidak wajar. Apabila kematian / kehilangan lebih dari 10 % dari total jumlah yang di tanam saat panen, berarti ada yang salah dari metode dan perawatanya.

Jika anda mempunyai kolam dengan ukuran 3x2 m, 5 kolam saja, dengan ketinggian air 60 sampai 80 cm. Untuk satu kolam dengan ukuran tersebut dapat di tanam ikan sebanyak 1500 sampai 2000 kita buat satu kolam berisi 1500 ekor x 5 kolam = 7500 ekor. Ini termasuk skla kecil, mengingat modal awal hanya bibit dan kolam terpal yang tidak terlalu besar biayanya. Dalam waktu 3 bulan lele sudah siap panen, untuk jenis lele sangkuriang rata-rata 3 bulan bahkan bisa 2,5 bulan. Jika penanman awal sebanyak 7500 kita ambil 10% sebagai angka kematian saat panen, jadi total 6750 ekor. Kemudian rata-rata 10 ekor / 1 kg jadi total panen 675 kg x harga per 1 kg di bulan januari 2016 rata-rata 15.000 untuk daerah pekan baru. Jadi total pendapatan kotor 10.125.000 rupiah.

Untuk pakan kita asumsikan 100kg untuk 100 ekor selama 3 bulan.
Pakan awal (bibit lele) jenis pakan PF-1000 satu sak 10 kg = Rp126.000
Pelet 781-1 satu sak 30 kg = 247.000
Pelet 781-2 satu sak 30 kg = 242.000
Pelet 781-3 satu sak 30 kg = 236.000
Total / 100 ekor sampai panen 100 kg = 852.000 x 75 ( jumlah benih / 100 ekor ) =6.380.000

Bibit 7500 x 150/ekor = 1.125.000
Pengluaran 6.380.000 + 1.125.000 = 7.505.000.

Pendapatan kotor - pengluaran = 10.125.000- 7.505.000 = 2.620.000
Dalam tiga bulan anda dapat menghasilkan 2.620.000 untuk budidaya kategori skala kecil.

Untuk memper kecil pengluaran pakan, di beberapa tempat budidaya yang pernah saya kunjungi, ada beberapa petani yang menggunakan pakan oplosan setelah umur lele menginjak 2 bulan, biasanya bahan yang di gunakan adalah pelet 781-2 + dedak + ikan asin samapah, kemudian di giling.

Anda berminat, baca Panduan Bisnis Budidaya Lele Lengkap Dari A Sampai Z

Mohon maaf apabila harga pakan maupun harga beli dan jual tidak sesuai dengan yang ada di daerah anda.

metode budidaya lele yang baik dan benar

09.32 Add Comment
metode budidaya lele yang baik dan benar
Agar hasil sesuai dengan yang di harapkan, di butuhkan metode dan cara budidaya lele yang baik dan benar.
banyak aspek yang harus di perhatikan, mulai dari pemilihan pakan, perawatan kolam, pencegahan penyakit maupun pengobatan penyakit itu sendiri.

Adapun metode budidaya lele itu senderi memimiliki sedikit perbedaan di tiap-tiap jenis kolamnya, banyak para petani lele modern yang memilih menggunakan kolam terpal di bandingkan dengan kolam tanah, salain lebih irit dalam segi modal, dalam segi perawatanya juga lebih mudah dan praktis. Adapun cara budidaya lele kolam terpal yang baik anda bisa baca disini.

Sebelum memulai menebar benih, pastikan kondisi kolam steril dari parasit maupun bakteri jahat.
Kemudian tentukan bibit yang baik, benih atau bibit yang akan di tebar menentukan prospek kedepan budidaya itu sendiri, jika benih berkwalitas baik, otomatis pertumbuhan akan lebih cepat dan kematian dini bisa di cegah. Untuk tips memilih benih lele kualitas baik dan juga ciri-cirinya anda bisa pelajari disini.

Pemberian pakan dan suplemen secara teratur dan berkala juga sangat penting untuk proses keberlangsungan budidaya lele. Pakan yang teratur dan sesuai akan mengurangi resiko kanibalisme dari lele itu sendiri, sifat kanibal pada ikan lele menjadi salah satu penyebab kehilangan dalam jumlah banyak, biasanya akan terlihat saat proses pemanenan. Sedangkan suplemen itu sendiri berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan nafsu makan.

Selain kanibal, penyakit juaga merupakan salah satu faktor kematian dalam jumlah besar, pelajari tips pengelolaan air untuk mencegah penyakit pada ikan lele, hal ini di butuhkan untuk meminimalisir peluang terjangkitnya penyakit yang merata. Bahkan tidak jarang para pembudidaya ikan lele harus gulung tikar alias bangkrut gara-gara tidak bisa mengatasi masalah penyakit pada ikan lele. Ada bisa membacanya disini beberapa jenis penyakit yang sering di jumpai pada ikan lele.

Lakukan penyortiran minimal satu bulan sekali, untuk memisahkan lele yang memiliki pertumbuhan lambat di banding yang lain, hal ini di lakukan untuk mencegah lele yang lebih besar memangsanya.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan, tidak banyak memang, tapi jika di jalankan dengan benar, insya allah dapat menjadikan panen lele anda lebih maksimal. Amiinnn.

Untuk menambah ilmu seputar lele, anda juga bisa membaca artikel-artikel saya yang lain. semoga bermanfaat.