4 Peluang usaha budidaya 2017

00.58 Add Comment
Usaha budidaya dan ternak memiliki prospek yang sangat bagus, ternak dan juga budidaya merupakan usaha yang di tujukan untuk konsumsi masyarakat, selama masyarakat masih membutuhkan makan usaha budidaya dan ternak akan selalu di butuhkan, ini merupakan peluang bagi anda yang sedang kebingungan ingin mencari ide bisnis.

Di era modern saat ini, memilih untuk menjadi seorang wira usahawan merupakan pilihan yang sangat tepat, di tengah semakin meningkatnya angka pengangguran di indonesia akibat pertumbuhan penduduk yang tidak terbendung dan tidak di imbangi dengan pertumbuhan usaha baru, dengan memilih menjadi seorang pengusaha, setidaknya anda sudah mengurangi angaka pengangguran di indonesia.

Peluang usaha budidaya lele 

Budidaya lele saya letakkan di urutan teratas karena saya tau betul dengan bisnis ini, untuk daerah sumatra, ikan lele memiliki permintaan pasar yang sangat besar, hampir di tiap rumah makan pinggir jalan sampai restoran bintang 5 menyajikan menu olahan ikan lele, lele memiliki kandungan gizi yang terbilang tinggi di banding jenis ikan air tawar lainya serta tekstur daging yang empuk serta gurih.

Untuk menjalankan bisnis budidaya lele juga tidak terlalu susah karena jenis ikan ini memiliki ketahanan hidup yag cukup baik dalam kondisi iklim yang kurang stabil, kabar baiknya ikan lele sangat cocok di budidayakan di indonesia. Modal yang di butuhkan juga relatif kecil, sehingga keuntungan cukup lumayan. Ada dua jenis usaha budidaya lele, yaitu usaha pembesaran dan pemebenihan, (baca cara pemijahan/pembenihan ikan lele)

Ada beberapa metode atau sistem dalam membudidayakan ikan lele, terciptanya inovasi-inovasi baru ini untuk menjawab pertanyaan masyarakat atas minimnya pendapatan dari usaha budidaya lele akibat harga pelet yang semakin melejit. Ada dua cara budidaya ikan lele yang menjadi tren saat ini, cara-cara ini terbukti ampuh menekan biaya pakan, cara/metode tersebut adalah budidaya lele sistem organik dan budidaya lele sistem bioflok.

Kunci sukses dalam menjalankan usaha budidaya lele adalah pencegahan penyakit, pemberian pakan yang teratur serta mengandung gizi tinggi, serta pengelolaan kolam yang baik. Ikan lele memiliki sifat kanibal, jadi sangat di tekankan untuk memberikan pakan sesuai kebutuhan secara teratur.
 Baca (cara membuat pakan alternatif ikan lele) .

Peluang usaha budidaya bawal 

Ikan bawal air tawar memiliki peminat yang cukup banyak, bahkan ikan bawal mampu berbicara di pasar eksport, jenis ikan ini tidak hanya di olah sebagai maskan, banyak perusahan yang mengolah ikan bawal menjadi makanan kalengan. Ikan bawal juga sama dengan lele yaitu memiliki sifat kanibal, untuk membudidayakan jenis ikan ini juga tidak terlalu sulit, hnya rentan waktu panen sedikit lebih lama di banding ikan lele, yaitu sekitar 4 bulanan, jika anda tertarik mempelajari cara budidaya ikan bawal silahkan baca disini.

Peluang usaha budidaya patin

Ikan patin merupakan ikan yang sangat cocok di budidayakan, banyak para petani ikan patin yang telah sukses, ikan ini cukup jarang di temukan di kolam-kolam liar dekat rumah, berbeda dengan lele yang masih mudah di temukan di alam liar dekat rumah anda, ini jelas peluang usaha yang bagus.

Ikan patin dapat di budidayakan menggunakan keramba ataupun kolam buatan, adapun tembat keramba yang bagus adalah danau atau sungai yang memiliki arus lamban dan juga air air yang tidak tecemar oleh gas beracyn maupun limbah kimia. Cara budidaya ikan patin juga cukup simpel, hampir sama dengan kedua jenis ikan air tawar diatas, hanya saja waktu panen sedikit lebih lama.

Peluang usaha budidaya Gurame

Gurame juga memiliki peminat yang cukup tinggi, hanya saja untuk memperoleh hasilnya anda harus sedikit bersabar, karena waktu panen cukup lama. Ikan gurame cukup mudah untuk di budidayakan, karena pakan yang tidak terlalu sulit, anda bisa menggunakan sedikit pelet saja sebagai tambahan, sisanya anda bisa memberikan dedaunan sebagai pakan alternatif. Jika anda tetarik anda bisa pelajari di sini.

Ke empat jenis usaha budidaya tersebut merupakan jenis ikan air tawar yang paling banyak di budidayakan di indonesia.

Panduan cara budidaya ikan bawal lengkap

07.38 Add Comment
Budidaya ikan bawal
Budidaya ikan bawal, ikan bawal air tawar pertama kali ramai di budidayakan oleh warga magelang jawa tengah, banyak peminat terhadap salah satu jenis ikan air tawar ini, ikan bawalmemiliki rasa yang hampir sama dengan ikan gurami, bahkan ikan bawal air tawar menjadi salah satu menu utama bercita rasa tinggi di banyak resto di indonesia.

Budidaya ikan bawal bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang baik.
Ikan bawal merupakan jenis ikan Omnivora atau pemakan segala, jadi tidak akan terlalu sulit mencari bahan makanan buatan bagi ikan ini, ikan bawal juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca yang tidak stabil maupun kondisi air yang kurang baik, ikan bawal juga memiliki nafsu makan yang tinggi. Ikan bawal sangat cocok untuk anda yang baru belajar usaha budidaya ikan air tawar.

Teknik budidaya ikan bawal tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis ikan air tawar lainya, seperti gurami, patin, ataupun lele.

Langkah-langkah budidaya ikan bawal

  • Persiapan kolam, dalam artikel ini kami akan memandu anda berbudidaya ikan bawal menggunakan media kolam tanah, pertama buat kolam dengan ukuran 3x5 m, dengan kedalaman 1m, tanah yang bagus untuk tempat pembuatan kolam adalah tanah liat, jenis tanah ini tidak berporos sehinggi dapat di jadikan tanggul yang mampu menahan air agar tidak bocor. Setelah kolam siap, keringkan terlebih dahulu agar bakteri jahat yang berada dalam kolam mati, serta mengurangi kandungan senyawa asam dalam kolam. Setelah di keringkan kurang lebih 4-5 hari (pastikan benar-benar kering) lakukan pengapuran ke permukaan dasar kolam menggunakan kapur dolomite 5 kg, jika kolam lebih besar, gunakan ukuran 25 kg per 100 m persegi. Pengapuran bertujuan untuk meningkatkan PH tanah dan juga membasmi bakteri ataupun hama yang masih tersisa setelah proses pengeringan. Lakukan pemupukan untuk menghasilkan pakan alami bagi ikan bawal di dasar kolam, gunakan pupuk kndang 50 kg per 100 m persegi, agar pupuk kandang tidak bermetamorfosis menjadi racun, sebaiknya jadikan kompos terlebih dahulu, setelah proses pengapuran dan pemupukan selesai, isi air dengan ketinggian 5 cm, dan diamkan, tambahkan air sedikit demi sedikit hingga ketinggian 70 cm, setelah air berwana hijau terang dan tidak berbau, benih ikan siap di tebar.
  • Penebaran benih ikan bawal. Sebelum benih di tebarkan, campur dulu air kolam dengan air bawaan benih, hal ini di tujukan agar ikan bawal kecil dapat menyesuaikan terhadap air yang baru, diamkan hingga 5 menit, lalu di tebarkan. Benih yang di tebar harus berkualitas baik, ciri-cirinya, gerakanya gesit, ukuran merata, dan tidak cacat atau terkena penyakit.
  • Pemberian pakan. Kualitas pakan dan keteraturan harus di perhatikan, dengan pemberian pakan yang teratur serta kandungan gizi yang cukup ikan akan lebih cepat tumbuh besar. Karena ikan bawal merupakan jenis ikan pemakan segala, jadi pemberian pakan harus yang seimbang, dari kandungan gizi, karbohidrat, vitamin, maupun mineral, anda tidak perlu memberikan pelet saja sebagai makanan utama, anda bisa memberikan dedaunan sebagai makanan tambahan. Berikan pakan 3 kali sehari, dan perbanyak pada malam hari.
  • Pengelolaan air. Lakukan penggantian air minimal 20% air lama di ganti di tiap minggunya, hal ini di tujukan untuk menjaga pH air tetap pada kondisi normal.
Pencegahan dan penanganan penyakit. Penyakit yang sering di jumpai pada ikan bawal air tawar diantaranya adalah
Jamur, biasanya di sebabkan oleh luka yang terinfeksi bakteri, parasit, keputihan.
Cara penangan, untuk cara tradisional anda bisa menggunakan buah mengkudu, bawang putih, dan daun pepaya, bahan tersebut di tumbuk halus kemudian di rebus menggunakan air bersih lalu di tebarkan ke kolam setelah dingin.
Pencegahan terhadap penyakit dapat di lakukan dengan cara menjaga kebersihan kolam maupun lingkungan sekitar kolam, megganti air secara rutin untuk mengurangi bakteri jahat yang terdapat di dasar kolam.

1001 Cara budidaya gurame di kolam terpal dan tanah

07.19 Add Comment
Cara budidaya gurame
Budidaya gurame merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Media yang di gunakan dalam budidaya gurame juga beragam, ada yang menggunakan kolam beton, terpal, dan tanah, bebrapa media tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Baru-baru ini ada banyak petani yang meng shere cara budidaya gurame agar cepat besar.


Di kesempatan kali ini kami akan membagikan tata cara budidaya gurame dari awal hingga panen,


Cara budidaya gurame di kolam tanah

Persiapan lahan
Kolam di keringkan terlebih dahulu hingga benar-benar kering, kemudian lakukan pemupukan, pemupukan bertujuan untuk menambah pakan alami bagi ikan gurame, pupuk yang di gunakan adalah pupuk kandang yang di campur dengan pupuk kimia, pupuk kandang yang di gunakan sekitar 10kg/m2, dan gunakan migro tambak dengan dosis 20ml/m2, setelah itu isi kolam dengan air bersih setinggi 30 cm, diamkan selama 4 hari. Setelah itu gunakan pupuk urea sebanyak 500 gram/100m2. Diamkan kembali hingga 5 hari, lalu semprotkan kembali migro tambak dengan dosis yang sama, setelah itu tambahkan air hingga mencapai 80 cm, diamkan kembali sampai 5 hari, setelah itu masukan bibit ikan gurame.

Tips memilih benih yang baik
Benih gurame yang baik memiliki ciri-ciri tidak cacat, tidak terkena penyakit, ukuran merata, dan gerakan aktif.
Pada proses pembesaran, berikan migro tambak setiap 2 minggu sekali dengan dosis 20ml/100m2.

Pemberian pakan
Berikan pakan pelet secara teratur sampai umur 2 bulan, setelah itu anda dapat menggunakan pakan buatan sebagai selingan, pakan buatan yang di gunakan harus memiliki kandungan gizi yang tinggi, anda juga bisa menggunakan daun-daunan untuk pakan tambahan bagi ikan gurame, daun yang bisa di gunakan sebagai pakan diantaranya : kangkung, daun pepaya, genjer, daun ketimun, ubi jalar, dan labu.

Pencegahan dan pengobatan penyakit gurame
Penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan budidaya anda, ada dua jenis penyebab timbulnya penyakit ppada ikan gurame yang anda pelihara, penyakit yang di sebabkan oleh parasit/bakteri jahat dan penyakit yang di sebabkan oleh non parasit. Penyakit yang timbul dari faktor non parasit dapat di sebabkan oleh kualitas air yang buruk akibat tercemar oleh limbah kimia, gas beracun dan lain sebagainya, bisa juga di sebabkan oleh faktor keturunan, sedangkan penyakit yang di sebabkan oleh parasit bisa di sebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Untuk mengetahui ikan yang di budidayakan terkena penyakit atau tidak, di perlukan pengetahuan yang cukup, anda dapat mengetahuinya dengan cara mendeteksi kualittas air dalam kolam dan mengamati tingkah laku ikan itu senderi. Ikan yang sakit gerakanya akan lamban dan tubuhnya terlihat kurus.

Ciri-ciri ikan gurame yang terkena penyakit akibat parasit
Penyakit gurame yang menyerang kulit, bagian dada berwarna merah, perut dan pangkal sirip.
Penyakit yang menyerang insang
Lembaran insang menjadi pucat, dan tutup insang terlihat mengembang.
Penyakit yang menyerang organ dalam
Perut ikan terlihat mengembang atau membengkan, dan sisik ikan banyak yang berdiri.
Jika baru beberapa ikan yang terkena penyakit anda harus segera melakukan pertolongan pertama agar penyakit tidak menyebar, hal yang harus anda lakukan adalah mengangkat ikan, sortir ikan yang memiliki ciri-ciri diatas tadi, kemudian keringlkan kolam untuk membunuh parasit di dalam kolam, setelah kolam benar-benar keriang anda bisa kembali mengisi air dan mengembalikan ikan ke dalam kolam seperti semula.

Cara budidaya ikan gurame di kolam terpal

Dengan menggunakan kolam terpal ada beberapa keuntungan yang bisa di dapat, diantaranya pemeliharaan dan perawatan lebih mudah,  pembersihan kolam lebih gampang dan biaya lebih irit.
  • Siapkan terpal dengan ukuran 10 x 13 m, kemudian birsihkan lahan yang ingin di jadikan tempat kolam terpal, setelah itu buat kolam dengan ukuran 7x10 meter dengan ketinggian 1 meter, lengkapi kolam dengan penopang dari kayu atau bambu, dan beri lubang pada bagian pojok bawah kolam sebagai lubang pembuangan air.
  • Berikan kompos yang di campur dengan probiotik 10 liter dengan ketinggian 5 sampai 10 cm, kompos dan probiotik berfungsi sebagai bahan pakan alami bagi ikan, setelah itu isi kolam dengan air bersih setinggi 30 cm, dan diamkan hingga 10 hari sampai air berwarna hijau tua, air yang berwarna hijau tua merupakan tanda bahwa air sudah mengandung plankton. Setelah itu tebarkan benih sebanyak 500 ekor, tambah air secara berkala hingga ketinggian 80 cm, lakukan penyurtiran setelah ikan gurame sudah mulai besar, pindahkan setengah ke kolam yang baru untuk mengurangi kepadatan ikan dalam kolam, caranya buat kolam yang baru dengan ukuran yang sama, isi kolam denga air dari kolam yang lama sebanyak 50% dari air kolam lama dan 50% dari air baru, jangan lupa tambahkan air baru ke kolam yang lama dengan jumlah yang sama.
Perawatan
Untuk perawatan dan pemberian pakan kurang lebih sama seperti yang kami ulas diatas tadi.
 
Pemanenan
Untu pemanenan juga tidak bisa di lakukan dengan sembarangan, usahakan ikan yang di panen tidak luka untuk menjaga harga tetap baik, jika pasar meminta ikan dalam kondisi hidup, lakukan pemanenan dengan cara mendorong menggunakan jaring dari hilir ke hulu dengan demikian akan lebih mudah melakukan pemanenan, dan jika anda menggunakan kolam terpal, anda bisa langsung membuang airnya.



Tips agar ikan gurame cepat besar
Agar ikan gurame yang anda pelihara dapat tumbuh secara maksimal, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan.
  • Lingkungan, Ikan gurame sangat baik di pelihara di dataran rendah, dengan suhu antara 25 hingga 27 derajat celcius, tempat dengan suhu tersebut merupakan habitat yang baik untuk tumbuh besarnya ikan gurame.
  • Kandungan gizi pakan, Pakan yang baik untuk menunjang pertumbuhan ian gurame adalah pakan yang memiliki kandungan seimbang antara protein nabati dan hewani.
  • Kualitas bibit, kualitas bibit juga sangat berpengaruh pada lambat atau cepatnya pertumbuhan ikan gurame, bibit yang kurang baik akan lamban pertumbuhanya, bahkan bibit yang sudah terkena penyakit akan lebih lama tumbuh besarnya.

teknik pemijahan ikan patin

06.49 Add Comment
Teknik pemijahan ikan patin ada dua, yaitu teknik pemijanhan secara alami, dan teknik pemijahan buatan, teknik pemijahan secara alami di lakukan dengan cara mengawinkan indukan betina dan jantan secara alami, menggunakan media kolam, sedangkan teknik pemijahan secara modern di lakukan dengan cara menyuntikan hormon perangsang kepada indukan ikan patin betina, dengan tujuan agar telur cepat keluar.

Pembebtikan ikan patin merupakan cara untuk memperoleh bibit dari indukan ikan pantin dengan kualitas baik, pembibitan ikan patin umumnya dilakukan untuk di jual kembali, pembibitan ikan patin adalah salah satu model bisnis yang juga banyak di geluti masyarakat indonesia. Pembibitan untuk tujuan usaha harus mampu menghasilkan bibit dengan kualitas baik, seperti ukuran yang merata, tidak cacat, dan tidak terserang penyakit.


Cara pembibitan ikan patin

Hal pertama yang harus di siapkan adalah calon indukan patin, indukan patin bisa anda peroleh dengan mencari secara tradisional di sungai-sungai atau rawa, atau juga dengan membeli langsung indukan ikan patin siap pijah. Adapun beberapa ciri indukan patin yang baik dan siap pijah adalah sebagai berikut :
  • Induk betina, berumur kurang lebih 3 tahun dengan lberat kurang lebih 2 kg, perut terlihat besar dan condong ke arah anus, jika di pegang perut terasa lembek, jika di tekan akan keluar beberapa butir telur berwarna putih.
  • Induk jantan berumur 2 tahun dengan berat kurang lebih 2 kg, jika perut di urut akan mengeluarkan cairan sperma berwarna kuning.
Hal-hal yang perlu di perhatikan,
Saat pertama anda mendapatkan indukan ikan patin, akan lebih baik jika di pelihara terlebih dahulu secara insentif, asupan pakan juga harus di perhatikan, berikan pakan dengan kadar protein tinggi, dengan demikian gonad akan lebih cepat matang dan siap pijah.

Step demi step teknik pemijahan ikan patin

Metode kawin suntik
Metone kawin suntik bertujuan untuk merangsang indukan betida agar mengeluarkan telur yang berada di dalam perutnya yang selanjutnya akan di buahi oleh indukan jantan.

Langkah-langkah kawin suntik
Mempersiapkan hormon perangsang
Hormon perangsang bisa di dapat dari ikan pendonor, rata-rata pembibitan ikan patin menggunakan ikan mas sebagai pendonor untuk di ambil kelenjar hipofise dan di gunakan sebagai hormon perangsang bagi indukan betina, kelenjar hipofise terletak di bagian otak ikan mas. Cara mengambil kelenjar hipofise harus di lakukan secara perlahan agar tidak rusak, pertama anda buka kepala ikan mas secara perlahan dan ambil kelenjar hipofise di bagian otak berwarna putih dengan ukuran cukup kecil, ambil menggunakan pinset, kemudian masukan ke dalam tabung kecil, dan di haluskan hingga benar-benar halus, setelah itu camburkan dengan aquades yang bisa anda beli di apotik.

Penyuntikan hormon
Ambil cairan yang sudah di campur dengan kelenjar hipofise tadi, dan masukan ke dalam tabung suntik, kemudian suntikan di punggung indukan betina patin.
Setelah di lakukan penyuntikan hormon, telur akan lebih cepat keluar yang selanjutnya akan di buahi oleh indukan jantan, telur yang telah di buahi pejantan akan menetas dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Perawatan larva
Larva atau patin yang baru menetas adalah umur yang rentan terhadap kematian maupun serangan predator, larva tersebut merupakan aset utama usaha pembibitan ikan patin, dalam hal ini anda harus benar-benar teliti dan rajin mengontrol.
Setelah telur patin menetas, bibit patin umur satu hari kemudian di pindahkan ke dalam aquarium dengan ukuran kurang lebih 1x0,5 m, aqurium di isi dengan air bersih dengan ketinggian 40 cm, tiap aquarium di isi bibit 500 – 700 ekor, lengkapi aquarium dengan aerator untuk menjamin ketersediaan ogsigen dalam aquarium. Lengkapi ruangan dengan alat pengatur suhu atau bisa menggunakan lampu pion untuk menjaga suhu tetap stabil. Setelah berumur 5 hari patin kecil di beri makan menngunakan kuning telur ayam yang di rebus, seminggu kemudian di selingi dengan jentik nyamuk sebagai makananya. Setelah benih sudah cukup kuat untuk di pindahkan, lakukan pendederan, patin kecil di pindahkan ke dalam kolam, kolam yang di gunakan sebaiknya menggunakan semen atau terpal, sebelum benih patin di pindahkan, siapkan kolam terlebih dahulu dengan air yang sudah di huni plankton di dalamnya, anda bisa mengfermentasikan kotoran sapi atau unggas yang selanjutnya air dapat di gunakan untuk tempat pendederan patin kecil.
Pemanenan bisa di lakukan sesuai kebutuhan, atau permintaan pasar bibit bagi pembudidaya pembesaran.

Kontrol secra rutin untuk menghindari terdapat predator pemangsa patin kecil, jika ada segera lakukan tindakan, bisa anda tangkap secara manuall, atau kuras kolam dan pindahkan patin kecil ke kolam oyang lain, setelah itu beri obat stres agar kondisi patin kecil segera stabil.

Bisnis pembenihan ikan patin memeang cukup rumit, dan di butuhkan ketelitian, keuntungan bisnis ini anda tidak perlu banyak mengeluarkan biaya perawatan, namun jika anda tidak menguasai ilmunya, saya sarankan pindah ke usaha pembesaran saja, anda bisa membaca salah satu artikel dari blog ini yang berjudul cara budidaya patin cepat besar.

Cara budidaya ikan patin cepat besar

06.10 Add Comment
Cara budidaya patin agar cepat besar
Ikan batin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak di budidayakan, budidaya ikan patin menjadi salah satu peluang bisnis yang banyak di pilih masyarakat setelah budidaya lele. Untuk sektor komersil, budidaya ikan patin juga cukup menguntungkan, sebagian orang memilih ikan patin untuk di budidayakan setelah banyak orang lain yang memilih lele sebagai lahan bisnisnya.

Beberapa alasan yang membuat orang cenderung memilih patin dari pada lele adalah karena patin tidak bersifat kanibal dan tidak serakus lele, peluang pasar ikan patin juga cukup besar, terbukti banyak rumah makan yang menyediakan menu patin di dalamnya, khusnya rumah makan di daerah sumtra, bisa di katakan setiap rumah makan padang wajib menyediakan menu patin.

Banyak hal yang perlu di ketahui sebelum menjalankan budidaya ikan patin, diantara beberapa hal yang perlu di perhatikan, salah satunya adalah media kolam yang di gunakan. Di era modern saat ini, teknik budidaya sudah sangat berkembang, ada banyak metode dalam berbudidaya, diantaranya budidaya dengan sistem organik dan bioflok.

Tanah yang cocok untuk budidaya ikan patin adalah tanah liat yang tidak berporos, tanah jenis ini bisa di jadikan sebagai tanggul tanpa kawatir kolam bocor, kolam harus di buat miring untuk memudahkan pengairan, selain menggunakan kolam tanah liat, ikan patin juga bisa di budidayakan di keramba apaung, tempat yang baik untuk pembuatan keramba apung adalah sungai atau danau dengan arus pelan dan air yang tidak terlalu kotor atau mengandung bahan kimia berbahaya.

Jika anda tertarik mempelajari budidaya patin sebagai lahan bisnis, berikut ulasanya.

Ikan patin akan tumbuh baik di sungai dengan aliran sedang dan sedikit berlumpur, namun demikian ikan patin juga dapat tumbuh di kolam buatan, seperti kolam semen, ataupun tanah.

Langkah-langkah budidaya patin agar cepat besar
  • Persiapan kolam. Langkah pertama adalah menyiapkan kolam untuk budidaya, Pada kolam yang berlumpur sebaiknya di keringkan dulu agar bakteri jahat yang tumbuh di dalam kolam mati, setelah di keringkan, langkah selanjutnya lakukan pemupukan menggunakan kompos, kompos bisa anda buat sendiri menggunakan kotoran sapi, urea, dan sedikit probiotik. Kompos berfungsi untuk menumbuhkan makanan alami bagi patin, sedangkan mikro organisme dari probiotik berfungsi untuk mengurai kotoran di dalam kolam, dengan demikian kondisi air akan selalu terjaga dengan baik, namun hal itu jika simbiosis mutualisme di dalam kolam tetap terjaga. Cara pembuatan kompos juga cukup mudah, anda hanya perlu mencari kotoran sapi dengan tekstur lembab, campur dengan 2 sendok urea tiap 100 kg, dan probiotik secukupnya, aduk hingga merata, setelah itu fermentasikan. Tebarkan kompos ke dalam kolam dengan keadaan kolam masih kering, lalu beri air dengan ketinggian 10 cm dan diamkan selama satu minggu, setelah itu tambahkan air kembali dengan ketinggian 30 cm, setelah itu bibit patin siap di tebar.
Ciri-ciri bibit patin yang baik
Ukuran rata, Gerakan gesit, tidak cacat, dan tidak terkena penyakit, berminat membuat benih sendiri, baca cara memijahkan ikan patin Disini
  • Pemberian pakan. Faktor keberhasilan dari tiap-tiap usaha budidaya termasuk patin adalah pakan, sumplai pakan yang teratur dengan jumlah yang cukup akan mempercepat pertumbuhan ikan patin, pakan yang baik untuk patin harus memiliki kandungan gizi yang cukup. Usahakan asumsi pakan berjumlah 5% dari berat badanya, tambahkan jumlah pakan setiap seminggu sekali, untuk menentukan jumlah penambahan pakan anda bisa mengambil sempel 5-10 ekor untuk di timbang. Berikan pakan 3 kali sehari, anda bisa menggunakan pelet ikan, untuk mengurangi jumlah pengeluaran pakan anda bisa menggunakan pakan alternatif untuk selingan seperti bekicot, keong emas dll.
  • Pemanenan. Beberapa aspek yang perlu di perhatikan saat pemanenan adalah ikan jangan sampai cacat, atau mati saat pemanenan. Pemanenan di lakukan dari arah hilir menuju hulu untuk memojokkan ikan agar mudah di tangkap, ikan patin harganya akan lebih baik jika di jual dalam keadaan hidup.
Agar ikan patin cepat besar, beberapa hal yang perlu di perhatikan adalah,
  • Pakan, berikan pakan secara teratur, pastikan pakan mengandung banyak gizi, beri ramuan temulawak untuk menjaga nafsu makan ikan patin agar tetap terjaga. Tumbuk temu lawak hingga halus, dan rebus menggunakan air bersih, lalu diamkan, setelah dingin, air di tebarkan ke dalam kolam.
  • Mengatur kepadatan, metode budidaya tradisional tidak di anjurkan melakukan padat tebar, apabila anda ingin berbudidaya patin padat tebar, anda bisa belajar cara budidaya sistem bioflok. Jumlah ikan yang terlalu padat dapat mengakibatkan asupan pakan tidak merata, sehingga mengakibatkan ikan patin tumbuh tidak merata.
  • Penanganan penyakit, penyakit juga dapat menghambat pertumbuhan ikan patin, ikan yang terkena penyakit akan berkurang nafsu makanya, dan metabolisme dalam tubuh juga tidak akan stabil.
Kesimpulan,
Gunakan media yang baik, jaga kestabilan air dalam kolam, berikan pakan yang cukup dengan kandungan gizi yang cukup, tambahkan ramuan untuk menjaga nafsu makan, dan lakukan pencegahan sedini mungkin agar ikan tidak sampai terkena penyakit, penyakit yang di sebabkan oleh bakteri phatogen, maupun non phatogen.

Cara Budidaya Belut dalam Drum Yang Benar

07.51 Add Comment
Cara budidaya belut dalam drum bisa menjadi alternatif usaha budidaya yang tidak memakan banyak tempat, dengan menggunakan media drum akan sangat mempermudah pengontrolan dan perawatan, bagi anda yang tertarik dengan usaha budidaya belut, akan kami ulas secara mendalam mengenai tata cara budidaya belut menggunakan media drum sebagai kolam.

Budidaya belut merupakan bisnis yang tergolong mudah, di bandingkan budidaya lainya seperti ikan lele, nila dll, belut masih lebih mudah, karena anda tidak perlu repot mengganti air, tidak banyak mengeluarkan biaya untuk pakan dan lain sebagainya. Pakan belut bisa anda dapatkan dengan mudah, anda bisa memanfaatkan keong, kepiting empang, jentik nyamuk dll.
Budidaya belut juga sangat menguntungkan jika di jalani secara serius, jika anda mau menjalankan bisnis ini dengan skala yang cukup besar, untung yang akan anda dapatkan juga lebih besar, kenapa demikian?, di bandingkan usaha budidaya ikan air tawar, budidaya belut merupakan usaha yang paling sedikit dalam hal pengeluaran biaya untuk pakan, sdangkan harga belut juga stabil, bahkan belut merupakan produk yang laris manis untuk pasar ekspor.

Keuntungan budidaya belut menggunakan drum

  • Biaya lebih ringan, bandingkan jika anda menggunakan media lain seperti kolam terpal, selain anda harus membeli terpal, menggunakan kolam terpal juga akan memakan banyak tempat, berbeda dengan menggunkan drum, selain murah, karena anda bisa memanfaatkan drum bekas, media ini juga bisa di taruh di mana saja untuk mempermudah pengontrolan perkembangan belut.
  • Perawatan lebih mudah, dengan media drum yang relatif kecil, anda bisa mengontrol dengan baik dari tiap-tiap belut yang berada di masing-masing drum, perawatanyapun akan lebih mudah karena medianya yang tidak mudah bocor.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam budidaya belut adalah media atau kolam yang akan di gunakan, agar pertumbuhan belut bisa maksimal, anda harus membuat kolam drum semirip mungkin dengan habitat aslinya.


Langkah-langkah budidaya belut dalam drum

  • Beri lubang drum aram memanjang, kemudian bagian dalam drum di cat agar tidak tieng, setelah itu siapkan kotoran sapi yang lembab ( tidak terlalu basah dan kering ), fermentasikan dengan sedikit campuran probiotik dan orea, setelah itu masukan kompos dari bahan kotoran sapi tersebut ke dalam drum, dan beri enceng gondong diatasnya hingga menutupi 1/4 bagian atas kolam, beri air kurang lebih 30 cm, dan siamkan hingga 2 minggu. Hal ini bertujuan agar media di tumbuhi plangkon dan juga juga nyamuk maupun cacing, beberapa organisme tersebut sangat baik untuk makanan belut kecil. Selain menggunakan kotoran sapi untuk bahan kompos, anda juga bisa menggunakan sekam padi, atau pelepah pisang.
  • Setelah media siap, barulah masukan bibit belut kurang lebih 1000-1500 ekor tiap drum. Belut bisa hidup dalam kepadatan yang tinggi, jadi anda tidak perlu khawatir dengan kepadatan tersebut, benih belut sebagik di tebar pada saat keadaan suhu yang dingin, bisa pagi atau sore hari.
  • Berikan pakan kepada belut dengan jumlah yang cukup untuk menunjang pertumbuhanya agar maksimal, pakan akan lebih baik jika di berikan dalam keadaan hidup, agar tidak busuk bila tidak habis di makan, pakan yang busuk bisa jadi akan merusak ke stabilan habitat dalam media, berikan cacing, keong dan lain sebagainya dalam keadaan hidup, pakan di berikan pada malam hari, karena belut aktif mencari makan di malam hari, anda juga bisa menambahkan pelet ikan secukupnya untuk lebih menunjang pertumbuhan belut atau beberapa hewan lainya yang bisa di jadikan pakan bagi belut dalam keadaan mati, Catatan pakan dalam keadaan mati harus di cincang terlebih dahulu. Belut termasuk dalam katogori hewan yang rakus, belut bisa memakan makanan dengan jumlah 5-15% dari berat badanya, jadi pakan harus tetap di sesuaikan dengan umur dan juga bobot belut.
  • berikan ramuan penambah nafsu makan, bisa anda beli di toko-toko penjual pelet, atau anda buat sendiri menggunakan temulawak, caranya tumbuk temulawak hingga halus, dan rebus dengan air hingga mendidih, setelah dingin anda bisa tuangkan ke kolam drum.
 
Tips memilih bibit belut,
Bibit belut bisa anda dapat dengan cara membeli bibit di tempat pembibitan belut di daerah anda, bibit belut yang baik memiliki gerakan aktif, tidak terkena penyakit seperti borek dll, tidak cacat secara fisik. Saya sarankan anda membeli bibit dengan ukuran yang seragam untuk memudahkan perawatan. Selain dengan cara membeli, bibit juga bisa anda dapatkan dengan cara menangkap secara manual, tetapi kebanyakan hasil tangkapan tidak akan memiliki ukuran yang sama/rata.

Pemanenan,
Anda dapat mulai panen pada umur sekitar 4 bulan keatas, panen belut juga tergantung pada suplai pakan yang anda berikan, jika teratur dan stabil, di umur 4 bulan belut sudah bisa di panen, namun jika ada beberapa ekor yang berat badanya belum mencapai standar pasar, anda bisa membesarkanya kembali, jadi anda bisa sortir, mana-mana saja yang sudah siap di jual, dan pisahkan belut yang masih memiliki berat di bawah standar kemudian besarkan lagi.

Cara budidaya belut kolam terpal



Panduan Bisnis Lele Untuk Pemula Dari A sampai Z

06.21 Add Comment
Bisnis budidaya Lele menjadi banyak di minati oleh masyarakat indonesia saat ini, bayak para pemula yang ingin mencoba mengadu nasip di bidang ini, selain karena omset yang cukup besar, faktor lain yang mendorong mereka untuk terjun ke dunia bisnis budidaya lele adalah karena omset yang di hasilkan relatif cepat, dan pelaksanaannyapun tidak rumit karena ikan lele tergolong mudah di budidayakan, dan peminatnya pun banyak, saat panen tiba, para petani lele tidak repot mencari pasar untuk menjual hasil budidayanya, para agen akan langsung mendatangi.

Setidaknya ada 3 jenis model bisnis budidaya lele, yaitu bisnis pembibitan atau pemijahan, bisnis pembesaran untuk di jual dan di besarkan lagi, dan bisnis pembesaran untuk konsumsi. Dari ketiga model bisnis budidaya  lele yang saya uraikan di atas, model bisnis pembesaran untuk konsumsi merupakan yang paling banyak di geluti oleh masyarakat Indonesia,  ada beberapa hal yang menjadi faktor pendorong mereka memilih bisnis jenis ini, diantaranya adalah,

  • Prospek pasar yang bagus, karena lele konsumsi di tujukan untuk bahan makanan, jadi permintaan akan selalu ada. Menurut riset pasar di indonesia, permintaan akan lele juga cukup besar, bahkan di jakarta saat ini para agen pemasok ikan lele belum mampu memenuhi permintaan pasar. Lele merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki banyak penggemar di indonesia, selain rasanya yang enak, tekstur daging yang empuk dan gurih, lele juga memiliki kandungan gizi yang bagus, dan beberapa kandungan zat yang sangat baik untuk tubuh manusia, tak heran jika permintaan pasar sangat besar.
  • Keuntungan yang lebih besar, di banding dua jenis bisnis lele lainya, bisnis pembesaran untuk di konsumsi memiliki keuntungan yang lebih besar, kenapa demikian ?, harga lele konsumsi di pasaran relatif tinggi dan stabil, apalagi jika anda mampu menggait para penjual di pasar tanpa melalu agen, keuntunganya bisa lebih besar lagi. Biaya produksi juga cukup ringan, dengan memanfaatkan ampas tahu, atau tempe, dan beberapa bahan lainya anda bisa menekan biaya pengeluaran untuk pembelian pakan (baca cara pembuatan pakan alternatif untuk lele).
  • Perawatan lebih mudah, jika anda menjalankan bisnis lele pembibitan, anda harus ekstra teliti, karena produk jual anda adalah benihnya, jika anda tidak terlalu faham dalam perawatan, benih yang di hasilkan akan berkualitas rendah. Benih lele yang baru menetas sangat rawan di mangsa predator air, bukan hanya itu saja, jika benih yang di hasilkan tidak memiliki ukuran yang tidak rata dan benih cenderung kurang aktif atau lemah, bisa di pastikan harga jualnya kan rendah.

Panduan bisnis lele untuk pemula dari A sampai Z 

Di kesempatan kali ini kami akan menguraikan secara rinci tentang tata cara bisnis lele yang insya allah bisa menguntungkan untuk anda semua, kami tidak akan membahas semua dari tiga jenis bisnis tersebut, agar tidak terlalu panjang lebar nantinya, yang akan kami uraikan secara rinci hanya salah satu saja, yaitu bisnis pembesaran untuk konsumsi, sedangkan dua lainya mungkin akan kami bahas di kesempatan lain.

Hal-hal yang perlu di persiapkan sebelum terjun ke bisnis ini adalah :
  • Pengetahuan mengenai bisnis lele, pengetahuan yang di maksut tidak hanya seputar budidayanya saja, tapi juga hal-hal lain seperti menegemen dan pemasaran. Dengan membaca artikel ini, berati anda sudah memiliki sedikit gambaran tentang bisnis lele. Selain dengan membaca artikel dan buku seputar budidaya lele, anda juga perlu terjun langsung melihat tata cara budidaya lele yang baik dan benar, anda bisa mendatangi tempat budidaya lele terdekat di daerah anda, untuk sekedar bertanya-tanya kepada orangnya, bagaima cara budidaya yang baik, penyakit apa saja yang sering di temui, pengobatanya gimana, bagaimana cara agar pertumbuhanya bisa lebih cepat, dan lain sebagainya. (baca 4 jenis penyakit lele penyebab kebangkrutan).
  • Riset pasar, seperti yang telah kami sampaikan tadi, pasar juga penting untuk di fikirkan dan di siapkan sedari dini, untuk menemukan pasar tempat pembuangan lele yang anda hasilkan nantinya, anda bisa mendatangi pasar-pasar terdekat di daerah anda, menanyakan kepada penjual, berapa harga jual disini, prospeknya bagaimana, dimana anda membeli untuk di jual lagi, jika para penjual membeli di tempat yang lebih jauh dari tempat anda, itu bisa jadi peluang yang bagus untuk anda, anda bisa menawarkan kerjasama kepada mereka. Cara yang kedua untuk mendapatkan pasar adalah dengan mencari informasi agen penampung lele konsumsi, cara ini merupakan cara yang paling umum di lakukan oleh para petani lele.
Tahapan budidaya lele
  • Tahap pertama adalah menyiapkan kolam, anda bisa menggunakan terpal sebagai bahan pembuatan kolam, agar tidak berhenti di tengah jalan karena kehabisan modal, anda perlu menghitung dulu, berapa biaya yang di perlukan hingga panen, seperti biaya pembuatan kolam, pembelian benih dan pakan, jika dana yang anda miliki minim, kurangi jumlah benih yang akan di beli, dengan demikian penggunaan pakan juga lebih sedikit. Buat kolam sesui selera anda, tapi jangan terlalu besar, agar mudah perawatanya, buat dengan ketinggian 1 meter, dengan kepadatan tebar benih sekitar 100 ekor per meter kubik, beri lubang pembuangan air dengan pipa untuk mempermudah penggantian air, jika anda ingin supaya tidak terlalu sering mengganti air dan lebih irit pakan, anda bisa menggunakan sistem  organik, (baca budidaya lele sistem organik ampuh melipatkan omset).
  • Isi kolam dengan air bersih, dengan ketinggian kurang lebih 30 cm.
  • Taruh benih kedalam sebuah wadah seperti bak, atau ember, lalu campur air yang berada di dalam kolam dengan air bawaan dari tempat pembelian benih, dan diamkan selama kurang lebih 5 menit, hal ini untuk mencegah lele stres dengan air barunya, dengan melakukan itu, lele bisa menyesuakan dengan air yang baru.
Setelah selesai, jangan langsung di beri pakan, diamkan dulu kurang lebih 8 jam, setelah itu baru boleh di beri bakan.

Perawatan
  • Beri pakan lele secara teratur 3 kali sehari, pagi jam sembilan, siang jam 3 dan malam jam 9, beri pakan lebih banyak pada malam hari, karena waktu malam bagus untuk pertumbuhan lele. Saran saya anda membuat pakan alternatif setelah lele berumur diatas 1 bulan, jika anda menggunakan pelet full, keuntunganya tidak akan banyak, karena harga pelet sampai artikel ini di terbitkan sudah mencapai 370.000 per sak isi 30 kg.
  • Ganti air secara teratur, jika air sudah kotor dan baunya tidak sedap anda bisa membuang air kolam lama sebanyak 50% dan isi dengan air bersih dengan ketinggian sama seperti semula, sistem budidaya umum seperti ini tidak menggunakan probiotik untuk mengurai kotoran dan sisa makanan di dalam kolam, kotoran yang sangat menumpuk bisa mengakibatkan PH air tidak lagi stabil, hingga menyebabkan lele banyak yang menggantung di permukaan, bahkan kematian, tidak hanya itu, kotoran di dasar kolam yang mengendap juga dapat di tumbuhi bakteri jahat yang bisa menimbulkan penyakit, jika anda ingin agar di dalam kolam terjadi simbiosis mutualisme, anda bisa menggunakan budidaya lele dengan sitem bioflok atau organik, pelajari cara budidaya lele sistem bioflok disini. Dengan menerapkan hal itu anda bisa tidak sama sekali mengganti air kolam sampai panen.
  • Pemanenan, anda bisa memanen lele jika bobotnya sudah mencapai standar pasar, yaitu sekitar 8-10 ekor per kg. Jika asupan pakan teratur anda bisa memanen di umur 3 bulan.
Catatan,
Berikan pakan secara teratur dengan jumlah yang di sesuaikan, jika lele kelaparan lele bisa memakan ikan yang lain karena lele memiliki sifat kanibal. Jika anda seorang pemula yang belum pernah sekalipun mencoba, saran kami, coba dulu dengan skala kecil, dengan demikian anda akan lebih faham, jika sudah bisa, anda bisa memper besar skalanya.

Saran
Agar hasil yang di dapat maksimal, anda bisa mencoba mempelajari budidaya lele dengan sistem organik atau bioflok, selain hasilnya yang lebih besar, dari segi perawatan juga akan lebih mudah dan panen juga bisa lebih cepat. Pelajari cara budidaya lele sistem bioflok disini

Mungkin itu yang bisa kami shere saat ini, jika artikel ini bermanfaat bagi anda, anda bisa shere ke temen-temen kalian melalui facebook, twetter, atau google plus.


Ternak lele dengan 4 cara efektif

07.31 Add Comment
Kali ini kami akan shere beberapa cara dalam ternak lele/budidaya ikan lele, ada beberapa cara atau sistem yang bisa di aplikasikan dalam ternak lele, cara-cara yang akan saya uraikan di bawah ini, tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Ternak lele atau yang sering di sebut budidaya ikan lele menjadi marak di indonesia, tidak hanya di daerah jawa saja, hampir di semua daerah di indonesia saat ini memiliki petani-petani lele yang sukses, bisa di pastikan di tiap-tiap kota di daerah, banyak restoran mewah sampai warung pinggir jalan yang menyajikan menu dengan berbagai model dan olahan yang berbahan dasar ikan lele, ikan lele juga salah satu jenis ikan air tawar yang sangat di gemari di negri kita ini, potensi yang sangat besar, permintaan yang tidak akan pernah habis. Selama masih ada kehidupan, selama itu makanan akan tetap di butuhkan, dan salah satunya olahan dari ikan lele.


Beberapa alasan yang menjadi sebab kenapa banyak orang yang memilih lele sebagai prioditas untuk usaha budidayanya adalah karena,
  • Rentan waktu panen yang lebih cepat di banding jenis ikan air tawar lainya.
  • Potensi pasar yang besar.
  • Mudah di budidayakan meskipun dalam sumber air yang terbatas.
  • Kandungan gizi yang tinggi sehingga minat masyarakat juga tinggi.
  • Modal yang di butuhkan tidak terlalu kecil.
  • Perawatan yang tidak terlalu sulit.
Tidak seperti jenis ikan air tawar lainya, seperti gurami misalnya, yang membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk panen, sehingga biaya perawatan juga lebih tinggi dan waktu yang di butuhkan juga lebih banyak, tidak hanya itu, proses untuk menikmati hasil juga akan lama.

Ada beberapa jenis ikan lele yang sering di budidayakan di indonesia, diataranya lele jenis dumbo,sangkuriang,dan payton.

Ikan lele dumbo

Lele dumbo pernah menjadi faforit para petani ikan lele di indonesia, lele dumpo pertama kali di datangkan dari taiwan sekitar 40 tahun yang lalau, lele dumbo tergolong cepat dalam segi pertumbuhan, lele dumbo merupakan hasil perkawinan silang antara jenis lele clarias fuscus asal taiwan dengan jenis clarias mosambicus asal afrrika. Lele dumbo memiliki badan yang bongsor, sehingga cocok untuk di budidayakan.

 

Ikan lele sangkuriang

Lele sangkuriang merupakan hasil penelitian dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) suka bumi, penelitian di lakukan sejak tahun 2002 dan resmi di perkenalkan pada tahun 2004. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perkawinan silang dari betina dumbo generasi ke 2 dan lele dumbo jantan generasi ke 6.
Lele sangkuriang memiliki kemampuan bertelur hingga 40.000-60.000 per sekali pemijahan, tentu jenis lele sangkuriang sangat baik untuk usaha pembibitan.

 

Ikan lele payton

Jenis ikan lele ini bukan hasil dari penelitian para ahli, jenis ikan lele ini murni hasil penemuan para petani ikan lele asal pandeglang banten, lele payton memimiliki ketahan pada cuaca dingin, dan menurut penelitian jenis lele ini memiliki tingkat kelangsungan hidup hingga 90%.
Data di atas tidak saya uraikan secara rinci, di takutkan artikel akan terlalu panjang dan melenceng pada topik pembahasan kali ini yaitu cara ternak lele/budidaya ikan lele.

 Ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk ternak lele/budidaya ikan lele,


Budidaya lele menggunakan cara umum,

Cara umum disini adalah cara-cara yang biasa di gunakan oleh para petani lele biasanya, yaitu menyediakan media budidaya, menyiapkan benih, benih di tebar dan di beri pakan, tanpa memperhatikan kualitas air, bakteri penyebab penyakit, penanganan kanibalisme, dan pencegahan kematian dalam jumlah besar. Cara seperti ini biasanya sangat riskan untuk di jalankan, karena kemungkinan rugi akan lebih tinggi.

Budidaya lele dengan cara modern

Cara ini sedikit lebih baik, media yang di gunakan biasanya menggunakan terpal, atau beton, yang di lengkapi dengan lubang pembuangan air. Sistem ini sedikit memperhatikan kualitas air, terbukti di lengkapinya kolam dengan lubang pembuangan yang di maksutkan untuk mempermudah penggantian air, namun cara ini juga kurang efektif di karenakan ikan lele rentan stres jika terlalu sering gonta-ganti air.

Budidaya lele sistem organik

Cara ini adalah trobosan baru yang di lakukan para petani berkat arahan dari departemen perikanan, cara ini efektif menekan biaya pakan karena menggunakan bahan kompos yang di fermentasikan sebagai pakan alami pengganti pelet, cara ini juga efektif memper cepat masa panen yang bisa panen hingaga jangka waktu 1,5 bulan saja. Kekuranganya, untuk para awam yang tidak mengerti tentang PH air akan sangan riskan, karena kompos yang di gunakan memebutuhkan keseimbangan PH air untuk menjaga mikro organisme baik dalam kolam, jika tidalk mikro organisme yang tadinya jadi pakan lele bisa ber meta morfosis menjadi racun yang berbahaya untuk kelangsungan hidup ikan lele. Jika anda tertarik mendalami cara ini, silakan baca budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset

Budidaya lele sistem bioflok

Cara ini sering di gunakan oleh para petani yang sudah benar-benar faham dengan seluk beluk ikan lele, bagai mana lele bisa bertahan hidup, seperti apa habitat aslinya dll. Dengan sistem bioflok lele mampu bertahan hidup dalam padat tebar dengan sangat baik, kepadatanya hingga 1000 ekor per m3 hingga panen. Cara ini juga menggunakan proobiotik sama seperti organik sebagai media menumbuhnya bakteri baik. Jika anda tertarik dengan cara ini anda bisa pelajari disini

Itulah beberapa cara yang bisa di gunakan dalam ternak lele/budidaya lele, untuk di daerah pedesaan, saya sarankan menggunakan sistem ternak lele organik, karena mudahnya bahan pembuatan kompos bisa di dapat, seperti kotoran sapi, unggas, dan kambing.
Kesuksesan usaha ini selain di tentukan oleh asupan pakan yang sesuai, juga sangat di tentukan oleh kualitas air, air merupakan media hidupnya ikan lele, jika kualitasnya jelek, itu bisa menghambat pertumbuhan dan juga menimbulkan penyakit.

Shere artikel ini melalui facebook, twetter, atau google plus jika di rasa bermanfaat.

Cara pembuatan pakan alternatif lele dan ramuan penunjang pertumbuhan

00.33 Add Comment
Pakan alternatif untuk lele. Banyak para petani lele yang mengeluh karena mahalnya harga pelet, bagaimana tidak, biaya produksi utama untuk usaha pembesaran lele adalah pakan, bahkan sampai saat ini harga pelet menginjak 300 ribu lebih tiap satu sak dengan berat 30kg.  menanggapi hal ini, di perlukan trobosan baru untuk menekan biaya pengeluaran pakan, dengan menciptakan pakan alternatif pengganti pelet diharapkan mempu menekan biaya produksi pembesaran usaha budidaya lele.

Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang tergolong rakus, jika kita memaksa mengurangi asumsi pakan, risikonya lele akan sulit tumbuh,bahkan bisa jadi kerdil.Standar pakan alternatif untuk lele adalah bergizi tinggi, mudah di cerna, dan tidak beracun. Sedengkan untuk mepermudah cara pembuatanya, bahan-bahan juga harus mudah di dapat di lingkungan sekitar.

Beberapa cara yang akan saya urai di bawah ini bisa menjadi solusi pengganti pelet.

Pakan alternatif menggunakan kotoran sapi 
Cara ini biasanya di selaraskan dengan metode budidaya lele sistem organik, namun di kesempatan kali ini saya tidak akan membahas lebih lanjut cara budidaya lele dengan sistem organik, karena sebelumnya sudah saya bahas di artikel saya yang berjudul Budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset.

Kenapa kotoran sapi, kotoran sapi merupakan media yang mudah di dapat, mudah di urai, dan cepat di tumbuhi mikro organisme, bahkan dengan media kotoran sapi, pertumbuhan lele akan lebih cepat.


Tata cara pembuatan pakan lele dengan kotoran sapi
  • Siapkan kotoran sapi secukupnya, dengan tekstur tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu basah, atau bisa di artikel kotoran sapi yang masih lembab.
  • Siapkan media untuk proses fermentasi, bisa menggunakan ember, drum, atau dengan kotak yang bisa anda buat sendiri, dengan catatan, tidak ada lubang masuk udara di media yang anda gunakan, lengkapi media dengan tutup yang juga tidak memiliki lubang keluar masuk udara.
  • Siapkan probiaotik, tetes tebu/gula, dan sedikit orea untuk mempercepat proses fermentasi, 2 sendok orea sudah cukup.
  • Campurkan probitik dan tetes tebu, dengan perbandingan 1 liter probiotik, 2 liter tets tebu dan 10 liter air bersih dan sedikit orea tadi, aduk hingga benar-benar menyampur.
  • Masukan kotoran sapi ke dalam media tadi, dan masukan probiotik beserta bahan lainya yang sudah di campur, kemudian aduk kembali hingga merata.
  • Kemudian tutup, tunggu hingga 3-5 hari.
  • Akan muncul palnkton-plankton kecil atau yang di sebut dengan mikro organisme baik, itu yang akan menjadi pakan alternatif bagi lele.
Catatan, jika setelah proses fermentasi selesai, timbul bau busuk yang menyengat, berati anda gagal, media tidak akan berbau busuk jika anda berhasil, malah cenderung berbau harum seperti proses fermentasi pada tape.
Cara penggunaanya, bisa anda ambil beberapa ember, kemudian masukan ke dalam kolam. Untuk menjaga ketercukupan gizi anda tetap harus memberikan pelet, namun tidak sebanyak biasanya, pelet di gunakan hanya sebagai tambahan saja.
Menurut data yang di rilis oleh departemen perikanan, menggunakan pakan organik dari kotoran sapi dapat merangsang pertumbuhan lele menjadi lebih cepat, dan lebih seragam.

Pakan alternatif lele dengan limbah ampas tahu
Bagi anda yang di daerahnya banyak terdapat industri rumahan pembuat tahu, anda bisa gunakan limbahnya untuk keperluan pembuatan pakan lele.

Cara pembuatanya,
  • Ampas tahu 10 kg
  • Dedak 10 kg
  • Tepung ikan 2 kg
  • Probiotik 500 ml 
  • Ragi tempe 4 sendok makan.
Jika anda ingin membuat dalam skala yang lebih banyak, anda bisa jadikan patokan ukuran diatas tersebut sebagai kelipatan. Setelah bahan di siapkan aduk semua bahan tersebut hingga merata, dan masukan ke dalam drum/atau ember, beri sedikit lubang untuk meletakkan selang, dan beri tutup selang dengan kantung plastik yang di beri sedikit lubang udara, dan diamkan selama 4-5 hari.
Sama seperti diatas, jika berhasil media tidak akan berbau.
Untuk pemberian pakan, di utamakan untuk lele di umur 1 bulan keatas.

Pakan alternatif lele dengan limbah ikan asin
Bagi anda yang tinggal di lingkungan pesisir, tips ini bisa di terapkan. Ikan asin merupakan salah satu media terbaik untuk pembuatan pakan alternattif, kenapa demikian, di dalam tubuh ikan asin mengandung proten sekitar 35-45 % dari berat keringnya, tentu ini sangat baik untuk pertumbuhan si kumis,

Cara pembuatanya,
  • Siapkan limbah ikan asin, cuci terlebih dahulu untuk mengurangi kadar garamnya
  • siapkan dedak
  • dan pelet 781 
perbandinganya 1 pelet 2 dedak 0,5 ikan asin, kemudian aduk hingga tercampur, tambah sedikit air untuk melembabkan, dan giling menggunakan mesin penggiling kelanting agar pakan mudah di tebarkan.

Untuk media kotoran sapi, bisa juga di ganti dengan kotoran kambing, kerbau, atau unggas, dan cara pembuatanya kurang lebih sama, dan untuk ampas tahu, bisa juga di ganti dengan ampas tempe, caranyapun kurang lebih sama. Sedangkan probiotik yyang dugunakan adalah jenis EM4-perikanan, banyak di jual di toko penjual pelet.

Nah bagi anda yang ingin lelenya cepet panen, anda bisa gunakan ramuan ini untuk merangsang pertumbuhan lele. Ramuan ini di sebut dengan ramuan ROTER ( ramuan organik ternak ).

Tata cara pembuatan ramuan roter
Bahan-bahan,
  • Rumput laut 1 kg
  • Pisang 10 buah
  • Nanas 1 buah
  • Yoghurt/susu murni/yakult 1 liter
  • Usus kambing/sapi 500 gr
  • Gula merah 1 kg
  • Ragi tempe 1 butir
  • Air kelapa 5 liter
 Peracikan,
  • Cuci rumput laut, pisang dan nanas hingga bersih, kmudian blander hingga halus,
  • Cincang usus hinggga halus
  • Didihkan gula merah dengan air bersih 1 liter, setelah mendidih, diamkan hingga dingin,
  • Campur semua bahan, aduk sampai 3-5 menit, hingga benar-benar menyampur.
  • Masukan ke dalam ember, tutup rapat, hingga 10-13 hari.
  • Kocok setiap 3 hari sekali
Jika berhasil, media tidak akan berbau, untuk pemakaian 10 ml di gunakan untuk luas kolam 1m3, untuk kebutuhan fermentasi pakan/pelet, gunakan 10 ml ramuan dan campurkan kedalam 20 liter air bersih.
 (Ramuan ini saya kutip dari sumber : Solusi Pertanian Organik
https://www.facebook.com/notes/solusi-petani-organik/cara-buat-roter/416657258453052 )

Jika dirasa bermanfaat silakan shere artikel ini ke facebook, twetter , atau google plus melalui gambar di bawah.

5 Tips mencegah penyakit ikan lele terbaik

06.55 Add Comment
5 Tips mencegah penyakit ikan lele terbaik
Penyakit pada ikan lele masih menjadi momok terbesar para petani lele yang dapat merugikan. kebanyakan para petani lele pemula gagal karena mereka tergesa-gesa untuk segera terjun dan memulai usahanya karena tergiur oleh kalkulasi keuntungan yang menggiurkan, tanpa membekali dirinya dengan pengetahuan yang cukup tentang budidaya lele.

Beberapa penyakit pada ikan lele yang sering di jumpai para petani lele diantaranya,
Bintik putih, di sebabkan oleh bakteri yang tumbuh karena kolam yang kotor.
Parasit, oleh jamur, penyakit ini mengurangi nafsu makan dan merusak insang
cacar, termasuk penyakit yang berbahaya, karena dapat merusak bagian tubuh lele, seperti timbul borok dan luka-luka.

Dalam menjalankan usaha ini sebenernya hanya ada 3 tahapan sederhana, yaitu.
  1. Peneberan benih
  2. Perawatan dan pemberian pakan
  3. Pemanenan
mencegah penyakit ikan lele 

Walaupun tampak sederhana namun tiga tahapan tersebut memiliki banyak persoalan yang harus di pecahkan dengan pengetahuan yang cukup. Untuk langkah awal penebaran benih, mungkin hanya cukup dengan pemilihan kualitas benih yang baik, dan persiapan media kolam dan air yang sudah di sesuaikan.

Tahap yang akan menguras tenaga dan fikiran adalah saat perawatan dan pemberian pakan, perawatan kolam yang salah ( termasuk pengelolaan air ) dan pemberian pakan yang tidak teratur sudah pasti menjadi poin buruk untuk keberlangsungan budidaya lele yang anda jalankan. Maka dari itu anda harus benar-benar jeli di waktu-waktu ini, saat umur ikan lele yang anda budidayakan sudah memasuki usia 20 hari keatas, lakukan pengontrolan secara rutin, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.

5 tips mencegah penyakit pada ikan lele

  • Pemberian probiotik,tetes tebu dan ragi tempe pada saat sebelum kolam di teberi benih, ini di lakukan untuk pencegahan terhadap timbulnya jamur jahat dan juga bakteri phatogen, bakteri pathogen merupakan bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan lele, tumbuhnya bakteri tersebut dapat disebabkan karena kondisi kolam yang sangat kotor, kolam yang sangat kotor bisa di sebabkan karena bertumpuknya kotoran dan sisa makanan di dasar kolam yang tidak terurai. Untuk mengatasi hal itu di perlukan probiotik dan tetes tebu yang akan mebentuk mikro organisme baik dalam kolam, dengan demikian kotoran dan sisa makanan di dasar kolam dapat di terurai, untuk menjaga mikro organisme baik dalam kolam tetap hidup, anda perlu menjaga  PH air tetap stabil, PH air yang tidak stabil dapat membunuh mikro organisme dalam kolam. Sedangkan ragi di butuhkan untuk membentuk jamur baik yang menguntungkan bagi ikan lele. Ini di sebut pencegehan alami yang mana bakteri jahat di antisipasi dengan bakteri baik begitupun dengan jamur.
  • Pengelolaan air yang baik, kalau anda menggunakan kolam terpal dan menganut cara budidaya lele dengan sistem umum, anda harus rajin mengganti air, kenapa demikian?. Dalam sistem budidaya lele seperti ini, biasanya tidak menggunakan probiotik untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme baik, mikro organisme baik ada dalam kolam karena tumbuh secara alami, ini tidak efisien apa bila umur lele menginjak satu bulan, kotoran yang di hasilkan semakin banyak, dan bakteri pengurai tidak mampu lagi mengurai, akibatnya kotoran mengendap di dasar kolam, menjadi tempat tumbuhnya parasit. Air yang sudah tercemar akan berwarna biru hitam gelam dan baunya tidak sedap, jika sudah demikian anda harus embuang air kolam sebanyak 60 % dan menggantinya dengan air yang baru, ketinggian air di samakan dengan tiinggi air sebelumnya. Agar tidak terjadi hal tersebut, lebih baik anda lakukan penggantian air secara rutin, sebelum air tercemar. Sedangkan untuk budidaya lele sisttem organik dan bioflok, anda hanya perlu menambahkan probiotik, tetes tebu dan ragi setiap sepuluh hari sekali untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme baik di dalam kolam, hal itu bertujuan agar kotoran lele yang semakin banyak tetap bisa terurai.
  • Sanitasi, lakukan sanitasi untuk menjaga kesterilan kolam dari kemungkinan datangnya bakteri dari daerah sekitar kolam, anda juga bisa menaburkan garam, buah mengkudu dan daun pepaya, jika di temukan perbedaan dari tingkah lele seperti biasanya, contonya nafsu makan berkurang, lele banyak yang menggantung dll.
  • Jaga kebersihan kolam dan daerah sekitar, tempat yang kumuh dan kotor adalah sumber penyakit, jika anda menemukan kolam yang kotor namun lele masih tetap sehat dan hasil panen tetap bagus, kemungkinan mikro organisme baik dalam kolam sangat banyak, jikapun demikian pasti air tidak akan bau, itu karena kondisi air stabil. Untuk menghindari usaha anda menjaga agar lele tidak terkena penyakit tidak sia-sia, maka kebersihan kolam dan lingkungan kolam harus terus di jaga, serutin apapun anda mengganti air dan memberikan pencegahan dengan obat alami, bakteri akan tetap bisa muncul kembali jika lingkungan kolam di biarkan kotor.

Berikan pengobatan pertama segera setelah anda menemukan perbedaan di lele yang anda budidayakan, pengobatan alami pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan menggunakan garam, buah mengkudu, daun pepaya, kunyit dan bawang putih. Haluskan terlebih dahulu, lalu tebarkan ke kolam saat malam hari.
Untuk mengatasi ikan yang menggantung diatas kolam, anda juga bisa menggunakan bahan-bahan diatas sebagai tahap awal pencegahan, biasanya ikan menggantung disebabkan oleh banyaknya air hujan yang tercampur ke kolam, air hujan mengandung banyak asam yang dapat membuat PH air tidak stabil, jika dengan memberikan bahan-bahan tersebut dalam waktu 2-3 hari tidak ada perubahan, lakukan penggantian air dengan air yang baru sebanyak 50%.

Pencegahan akan tetap lebih baik dari pengobatan, saat melakukan pengobatan kemungkinan anda mengalami kegagalan berbudidaya akan lebih besar, karena problem sudah benar-benar ada, jadi lakukan pencegahan sedini mungkin, kontrol secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Itulah 5 tips pencegahan penyakit pada ikan lele, semoga apa yang saya shere bisa bernmanfaat buat sobat.

Cara budidaya lele modern sistem bioflok

07.02 Add Comment
Cara budidaya lele dengan sistem bioflok sebenarnya hampir sama dengan cara budidaya lele organik, sama-sama menggunakan mikro organisme baik sebagai bahan utama pakan alami untuk ikan lele. Sedikit perbedaan yang menonjol adalah bahan yang di gunakan untuk menciptakan bakteri non patoghen atau yang sering di sebut dengan mikro organisme baik. Dalam sistem bioflok nantinya kolam akan di rekayasa seperti habitat lele aslinya, dimana makanan utama ikan lele telah tersedia di dalam kolam. Mikro organisme yang di ciptakan berfungsi untuk untuk mengeloh limbah atau kotoran ikan menjadi gumpalan kecil atau flok yang akan menjadi makanan utama bagi lele itu sendiri.

Sistem budidaya lele bioflok sebenarnya sudah lebih dulu di jalankan oleh negara-negara maju seperti jepang, saat ini indonesia sudah mulai mengikuti jejak negara-negara maju tersebut.

Keuntungan budidaya lele sistem bioflok

Karena dalam sistem bioflok menggunakan mikro organisme sebagai pengganti pelet, otomatis biaya untuk pembelian pelet akan jauh lebih terjangkau.
Untuk lahan, sistem ini juga memiliki keunggulan yang sangat siknifikan, buat anda yang bermasalah dengan lahan saat ingin menjalankan usaha budidaya lele, sistem ini sangat cocok, dengan sistem bioflok untuk ukuran kolam 1 meter kubik mampu menampung hingga 1000 ekor, berbeda dengan cara biasanya yang hanya mampu menampung 100 ekor/m3.






Tahapan persiapan budidaya lele sistem bioflok
Pertama, siapkan bahan-bahan berikut untuk menciptakan mikro organisme dalam kolam
  1. Probiotik
  2. Ragi tempe
  3. Ragi tape
  4. Kapur dolomit
  5. tets tebu
Setelah semua bahan sudah ada, kemudian sediakan kolam, anda bisa membuatnya dengan terpal untuk menekan biaya pengeluaran. Untuk ukuran sesuaikan sengan lahan yang anda punya, bisa juga di pecah menjadi beberapa kolam dalam satu lahan agar lebih mudah dalam segi perawatan maupun pemantauan. Kapasitas kolam di sesuiakan, yaitu 1m3 untuk 800-1000 ekor.

Beri atap pada kolam untuk menghindari sinar matahari langsung dan air hujan, hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan air dalam kolam. Lengkapi kolam dengan mesin airator untuk meniupkan udara kedalam kolam agar kadar oksigen tetap terjaga.

Setelah kolam siap, isi air dengan ketinggian 30-40 cm, ketinggian air tersebut untuk menjaga agar benih lele yang masih kecil tidak kelelahan saat menggapai pakan.
Kemudian masukan bahan-bahan berikut,
  1. Probiotik 5ml/m3
  2. Tetes tebu 250ml/m3
  3. Kapur dolomite 150gr/m3 ( tambahkan pada malam hari )
Hidupkan mesin airator selama 24 jam agar bahan-bahan diatas benar-benar tercampur, kemudian diamkan hingga 10-15 hari, untuk memastikan mikro organisme benar-benar sudah tumbuh. Tidak bisa di pastikan kapan mikro organisme yang kita tanam benar-benar sudah berkembang biak, namun beberapa ciri-ciri yang bisa anda jadikan patokan adalah, warna air yang berubah menjadi merah,biru, kecoklatan.

Setelah media benar-benar siap, lakukan penebaran benih ke dalam kolam, lakukan penebaran di pagi hari atau sore hari. Sebelum melakukan penebaran benih pastikan benih memiliki kualitas baik anda bisa baca 3 tips memilih benih lele kualitas baik untuk mengetahui ciri-cirinya.

Pemberian pakan, lakukan pemberian pakan secara teratur 2 kali sehari, dan konsentrasikan lebih banyak di malam hari, berikan pada pukul 9 pagi dan sembilan malam, jarak waktu 12 jam ini bertujuan untuk mengistirahatkan alatt pencernaan lele agar tetap sehat.

Sesuaikan pakan dengan ukuran lele, pemberian pakan yang berlebihan pada lele dengan ukuran yang masih kecil akan membuat pakan banyak yang terbuang, jika kotoran dan sisa makanan terlalu banyak mengendap di bawah kolam, di kawatirkan mikro organisme tidak mampu mengurai kotoran, yang bisa mencemari air.

Tamabahkan volum aire , makin hari lele akan tumbuh besar, untuk mencegah media kolam semakin menyempit, perlu di lakukan penambahan air secara bertahap hingga ketinggian 100-120cm,

Tambahkan bahan pembentuk mikro organisme, semakin hari nafsu makan lele akan bertambah banyak, kotoran yang di hasilkanpun akan bertambah, untuk menjaga agar kotoran tetap bisa terurai sehingga simbiosis mutualisme tetap terjaga, anda perlu menambahkan bahan-bahan berikut secara bertahap.
  1. Probiotik 5ml/m3
  2. Ragi tempe 1 sendok/m3
  3. Ragi tape 2 butir/m3
  4. Dolomite 200 gr/m3
  5. Tetes tebu 100 ml/m3
Larutkan bahan-bahan tersebut dengan air, dan berikan setiap 10 hari sekali dengan kadar yang di tambahkan menyesuaikan umur lele.

Perawatan 

Budidaya lele dengan sistem bioflok maupun organik sangat tergantung terhadap air untuk kelangsunganya, sangat di anjurkan untuk mengontrol PH air dalam kolam dan juga suhu, suhu yang tepat untuk sistem bioflok kisaran 25-28 derajat celsius. PH air yang terlalu rendah atu tinggi, dan suhu yang tidak stabil dapat mengakibatkan mikro organisme dalam kolam mati, tidak itu saja, bahkan lele pun bisa ikut mati.

Lakukan pengontorlan ikan secara rutin, jika terjadi perubahan semisal nafsu makan berkurang, bergerakan ikan tidak agresif lagi, segera lakukan tindakan pencegahan, cek apakah air sudah terlalu keruh dan bau cenderung tidak sedap, jika ia, ganti air hingga 50% menggunakan air bersih ( cocok air sumur ). 

Pemanenan
Puasakan lele 12 jam sampai satu hari sebelum panen, pindahkan air di dalam kolam ke kolam yang kosong, pemindahan air bertujuan agar air dapat di gunakan lagi dan anda tidak perlu melakukan proses dari awal untuk penebaran benih.

Saat anda ingin mulai kembali menanam benih, bersihkan kolam terlebih dahulu dengan sikat dan sabun agar benar-benar steril, keringkan kolam hingga benar-benar kering (1-2 hari), setelah itu isi kolam dengan air yang di pindahkan tadi dengan ketinggian 30 cm, lakukan pengisian air dengan komposisi 50% air bersih dan 50% air sisa panen.

Mungkin hanya ini yang bisa saya shere buat sobat, semoga bermanfaat.

budidaya lele organik benar ampuh melipatkan omset

08.47 Add Comment
Budidaya lele menggunakan sistem organik, apa itu?, organik sangat identik dengan kealamian, sudah pasti cara budidaya ini tidak melibatkan unsur kimia di dalamnya. Hal positif yang langsung bisa kita tangkap adalah, hasil produksi alami yang pasti tidak terkontaminasi dengan unsur kimia berbahaya, sangat bagus untuk konsumsi.


Lahirnya metode budidaya dengan sistem organik, dikarenakan tekanan akan harga pelet yang kian hari kian melambung. Pertumbuhan lele sangat di pengaruhi oleh pakan, jika asupan pakan di kurangi untuk menekan pengeluaran, maka akan berakibat fatal bagi petani, imbasnya produksi lele menurun, bobot panen yang tidak sesuai dengan standar, dan bukan keuntungan yang di dapat malah sebaliknya.

Menanggapi masalah tersebut, para petani mulai berinofasi menciptakan cara-cara baru dalam teknik berbudidaya ikan lele, terciptalah budidaya lele dengan sistem organik. Oragnik berarti menciptakan situasi alami pada kolam seperti habitat aslinya, yang di mana lele bisa tumbuh besar dari pakan yang di sediakan oleh alam, pakan dari alam yang di maksut adalah mikro organisme baik/larfa yang nantinya akan kita taruh di dalam kolam agar terjadi simbiosis mutualisme, namun dengan demikian bukan berarti cara ini tidak menggunakan pakan atau pelet sama sekali, pelet tetap di gunakan, tetapi tidak sebanyak seperti menggunakan cara-cara biasa, pelet disini berfungsi sebagai protein tambahan untuk menunjang pertumbuhan.

Hal terpenting yang harus sangat di perhatikan dalam metode ini adalah, Penjagaan terhadap PH air dalam kolam agar tetap stabil, karena PH air sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup ikan dan mikro organisme baik dalam kolam.

Apa saja keuntungan budidaya dengan sistem ini?, beberapa keuntungan yang bisa kita dapat adalah, biaya pengeluaran untuk pelet bisa kita tekan hingga 50 persen, penggantian air kolam tidak sesering menggunakan cara biasa, bahkan bisa tidak di ganti sama sekali, dan hasil produksi yang memiliki kualitas lebih baik.

Step bay step budidaya lele organik
  1. Yang pertama perlu di persiapkan adalah media budidaya atau kolam, kolam yang paling banyak di          gunakan dalam sistem budidaya lele organik adalah kolam terpal, Buaat kolam dengan ukuran kisaran 2,5 x 3 meter,
  2. Membuat pupuk kompos sebagai bahan pakan alami lele
  3. Proses fermentasi kompos agar menghasilkan mikro organisme baik
  4. Penaburan benih
  5. Sistem pemberian pakanPerawatan dan pemanenan 
Cara membuat Kompos dan proses fermentasi Kompos nantinya yang akan menjadi pakan utama ikan lele, agar kompos bisa menjadi pakan ikan lele, terlebih dahulu harus di lakukan proses fermentasi.
Bahan-bahan yang di butuhkan untuk membuat kompos adalah
  • Kotoran sapi 100 kg (jumlah bisa di sesuaikan dengan ukuran kolam),  selain kotoran sapibisa juga dengan kotoran kambing atau unggas, namun kotoran sapi yang paling banyak di gunakan.
  • Probiotik secukupnya
  • Tepung ikan secukupnya
  • Pupuk orea 2 sendok
  • Tetes tebu 2 kg 
Campur probiotik, tepung ikan, pupuk orea, dan tetes tebu, hingga merata, kemudian campurkan dengan kotoran sapi, Catatan : Gunakan kotoran sapi denagn tekstur yang tidak terlalu kering atau terlalu basah, cukup lembab saja. Setelah selesai, tebarkan ke kolam yang belum di isi air dengan ketebalan 7 sampai 15 cm, lalu tutup kolam dengan terpal, tunggu hingga 15 sampai 20 hari. Rentan waktu tersebut untuk memastikan kompos benar-benar terfermentasi dan mikro organisme baik telah tumbuh.

Penebaran benih lele
Setelah memasuki rentan waktu yang di tentukan, isi kolam dengan ketinggian air 30 cm. Sebelum benih di tebar ke kolam, lakukan dulu penyortiran, pisahkan benih yang memiliki ukururan lebih besar, dalam kata lain cari benih dengan ukuran yang merata, hal tersebut di maksutkan agar, lele yang lebih besar tidak memakan lele yang lebih kecil nantinya, karena dengan metode ini kita tidak akan mengganti air kolam untuk melakukan penyortiran seperti cara-cara lama, hal tersebut di lakukan untuk menjaga agar mikro organisme di dalam kolam tetap hidup dan simbiosis mutualisme tetap terjadi. Setelah selesai penyortiran, lalu tebarkan benih ke kolam seperti biasa. 

Pemberian pakan
Diatas saya sudah sedikit menyinggung tadi, bahwa dalam metode ini kita bukan tidak menggunakan pelet sama sekali, pelet tetap di gunakan walaupun dengan jumlah yang lebih sedikit untuk menunjang pertumbuhan lele agar dapat mencapai bobot standar dalam rentan waktu yang di tentukan.
Berikan pakan 12 jam sekali, atau jam 6 pagi dan di susul jam 6 sore, hal ini untuk menghindari penumpukan pakan yang tidak mampu di buai oleh larva/mikro organisme baik di dalam kolam, jika itu terjadi kotoran dan sisa pakan yang menumpuk bisa jadi racun yang dapat membunuh larva yang merupakan sumber utama makanan lele. Tujuan yang kedua adalah memberi waktu alat pencernaan lele beristirahat untuk menjaga nafsu makan tetap stabil.

Menjaga PH air
Apa itu PH air, PH air adalah kepanjangan dari power of hydrogen yaitu merupakan tingkatan asam basa suatu larutan, PH air sangat di pengaruhi oleh kandungan mineral dalam air, PH air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menimbulkan kematian pada mikro organisme bahkan lele itu senderi, maka dari itu penting untuk menjaga PH air dalam kolam tetap stabil. Air yang tercemar di tandai dengan warna air yang berubah menjadi merah cenderung hitam pekat, dan baunya tidak enak, jika sudah demikian anda perlu mengganti air dalam kolam, gunakan air sumur, karna air sumur merupakan air air yang telah mengendap jadi sangat baik untuk keberlangsungan hidup ikan lele.
Untuk mencegah hal buruk itu terjadi, anda harus tetap mengontrol air dalam kolam, kemudian menambah volume air secara teratur sampai ketinggian 1 meter, dan tambahkan probiotik secukupnya agar kompos yang kita taman tidak bermetamorfosis menjadi racun, penambahan probiotik yang di sesuaikan dengan umur lele di tujukan agar mikro organisme baik dalam kolam tetap mampu mengurai kotoran yang di hasilkan, lele yang semakin besar akan menghasilkan kotoran lebih banyak, jika tidak di imbangi dengan pertumbuhan mikro organisme baik dalam kolam, akibatnya kotoran tidak terurai dan menjadi racun.
 
 Masa panen budidaya menggunakan sistem ini juga relatif cepat, antara 2 sampai 2,5 bulan, bahkan ada yang hanya 45 hari saja.


metode budidaya lele ampuh menghasilkan

01.28 Add Comment
Lautlele.blogspot.com, Metode atau cara mengembangkan usaha budidaya lele saat ini sudah sangat berfariasi, mungkin hampir tiap-tiap daerah, tiap-tiap pelaku usaha memiliki senjatanya tersendiri dalam menjalankan bisnis ini.


Omset besar dalam usaha ini memang sangat di tentukan oleh harga jual dari ikan lele itu sendiri, namun jika harga jual tinggi namun hasil panen yang tidak sesui dengan pengeluaran sebagai biaya oprasional maka akan tetap merugikan si pelaku usaha. Bagaimana menangani ini semua, Seorang pelaku bisnis kawakan pernah mengatakan, jangan pernah bersaing di harga, tapi bersainglah di kualitas, jika anda bersaing di harga, suatu saat anda akan menjual dengan harga murah karna ketidak mampuan dalam persaingan.

Kalimat di atas mungkin cocok untuk pelaku bisnis pembibitan ikan lele, ada beberapa metode pemijahan untuk menghasilkan benih ikan lele, namun cara yang paling praktis adalah menggunakan kolam bak, jika anda ingin mengetahui cara pemijahan menggunakan metode kolam bak, anda dapat baca disini.

Pada kesempatakan kali ini lautlele, akan lebih terfokus kepada bisnis pembesaran, ada beberapa hal yang harus di perhatikan jika ingin menjalankan bisnis ini, yang pertama, media apa yang anda gunakan sebagai kolam, karena tiap-tiap jenis kolam memiliki, perbedaan dalam segi perawatannya. Kolam yang paling banyak di gunakan saat ini adalah kolam terpal dan beton, kedua jenis kolam ini relatif lebih mudah dalam segi perawatan, khususnya dalam segi penggantian air, karna saat pembuatanya anda bisa langsung meletakan lubang pembuangan air dengan pipa.

 

Hal-Hal yang perlu di perhatikan

Pemilhan benih/bibit.
Benih adalah langkah awal keberhasilan usaha anda, bibit kualitas baik, memiliki ketahan lebih terhadap resiko kematian, jadi sangat penting memilih benih yang baik sebagai langkah awal, agar kedepanya lebih akan lebih mudah, ciri-ciri bibit kualitas baik diantaranya adalah, gerakan yang agresif dan ukuran yang hampir merata. Anda bisa mempelajari tips memilih benih lele kualitas baik sebelum melakukan pembelian.

Pengelolaan air
Pengelolaan air di tunjukan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi karena kualitas air yang kurang baik, seperti tumbuhnya bakteri jahat penyebab penyakit dan kekurangan kadar ogsigen dalam air, walaupun lele dapat hidup di dalam air dengan kadar ogsigen rendah, namun tetap saja hal itu dapat mengurangi pertumbuhanya. Ganti air secara teratur.

Pemberian pakan
Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki sifat kanibalisme ( pemakan sesama ), jika pemberian pakan kurang teratur, atau teratur namun jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah ikan yang ada di kolam, maka dapat menimbulkan lele bersifat kanibal karena kekurangan pakan. Jadi berikan pakan secara teratur, dengan jumlah yang di sesuaikan umur dan jumlah ikan tersebut.

Penyortiran
Hal ini di tujukan untuk memisahkan ikan dengan berbagai ukuranya menjadi 2 atau 3 kolam, sangat sulit memang membuat lele bisa besar sama rata dengan jangka waktu yang sama, maka dari itu anda perlu melakukan penyortiran, untuk menghindari ikan yang lebih besar memangsa ikan yang lebih kecil, ataupun kekurangan asupan makan pada ikan yang lebih kecil.

Pemberian vitamin dan obat-obatan
Saat setelah melakukan penyortiran, ikan cenderung akan mengalami stres, anda perlu memberikan obat untuk menjegah stres berkepanjangan. Akibat stres nafsu makan pada ikan akan berkurang, bahkan ikan akan memuntahkan makananya jika setelah penyortiran anda langsung memberikan pakan. Jadi berikan taburkan obat stres, kemudian diamkan hingga 6 sampai 8 jam, lalu berikan vitamin penambah nafsu makan sebelum memberikan pakan.

Kebanyakan kegagalan usaha ini di sebabkan oleh kematian dalam jumlah besar, atau pertumbuhan yang tidak sesuai, hal itu bisa terjadi karena penyakit, kanibalisme, atau benih yang kurang baik, sedangkan pertumbuhan yang tidak sesuai bisa di sebabkan karena asupan pakan yang kurang teratur, ataupun kadar protein yang kurang pada pakan tersebut, bisa juga di sebabkan oleh penyakit yang mengakibatkan berkurangnya nafsu makan, anda perlu melakukan pencegahan penyakit pada ikan lele sedini mungkin, bisa dengan mengganti air secara teratur seperti yang telah saya sampaikan diatas tadi, atau bisa juga menggunakan bahan-bahan seperti daun pepaya, mengkudu, bawang putih dan garam untuk pengobatanya.

Lele pada umumnya akan panen pada rentan waktu 2,5 sampai 3 bulan. Jika di kelola dengan baik, metode dan perawatan yang baik, mudah-mudahan dalam rentan waktu tersebut lele anda sudah siap panen dengan bobot standar.

 

 

Analisa luarbiasa bisnis budidaya lele

06.17 Add Comment
Analisa Keuntungan Bisnis Budidaya Lele, Budidaya lele mulai menjadi usaha yang di minati banyak kalangan, usaha yang dulunya hanya di geluti oleh kalangan menengah ke bawah, sekerang sudah berkembang pesat menjadi peluang bisnis yang tidak lagi di pandang sebelah mata, terbukti banyak para profesional yang banting setir menjadi pengusaha budidaya lele.

Salah satu contohnya adalah saptono, seorang yang dulunya malang melintang sebagai guide di dunia parawisata indonesia, penghasilanya cukup besar dan teratur tiap bulanya, namun ia memilih banting setir dan memulai bisnis budidaya lelenya, ia memilihih pulang kampung dan memulai bisnisnya disana, mengajak para warga dan pemuda setempat mendirikan organisasi tani, hasilnya saat ini saptono mampu memanen 200 ribu bibit lele perminggunya, dengan omset ratusan juta perbulan dari usaha budidaya lele dan ternak lainya.

Saptono adalah salah satu contoh, masih banyak figur-figur lain yang juga sukses di bidang ini, mulai dari mantan PNS, mantan pegawai bank, dan banyak lagi  figur lain dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Kenapa budidaya lele mampu memikat mereka-mereka yang sudah jelas berpenghasilan tetap dan teratur setiap bulanya, Karena budidaya lele memiliki prospek kedepan yang bagus, ikan lele merupan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai konsumsi cukup tinggi di indonesia, permintaan pasar yang terus bertambah kian hari, dan harga yang terus merangkak naik.

Bisnis ini akan memberikan keuntungan yang luar biasa jika di kelola dengan baik dengan metode yang baik pula. Kebanyakan para pemula gagal karena tidak tau cara perawatan yang benar, seperti apa cara penyortiran, kapan melakukan penyortiran, kapan melakukan penggantian air ( jika di kolam terpal ), waktu pemberian pakan dan vitamin, penanganan pencegahan penyakit, dan lain sebagainya.


 

 

 

 

Analisa  Luarbiasa budidaya lele

Kita akan mulai menganalisa berapa keuntungan yang akan di dapat, dalam dunia budidaya, kematian pasti ada, namun jika kematian terjadi dalam jumlah besar, berarti itu tidak wajar. Apabila kematian / kehilangan lebih dari 10 % dari total jumlah yang di tanam saat panen, berarti ada yang salah dari metode dan perawatanya.

Jika anda mempunyai kolam dengan ukuran 3x2 m, 5 kolam saja, dengan ketinggian air 60 sampai 80 cm. Untuk satu kolam dengan ukuran tersebut dapat di tanam ikan sebanyak 1500 sampai 2000 kita buat satu kolam berisi 1500 ekor x 5 kolam = 7500 ekor. Ini termasuk skla kecil, mengingat modal awal hanya bibit dan kolam terpal yang tidak terlalu besar biayanya. Dalam waktu 3 bulan lele sudah siap panen, untuk jenis lele sangkuriang rata-rata 3 bulan bahkan bisa 2,5 bulan. Jika penanman awal sebanyak 7500 kita ambil 10% sebagai angka kematian saat panen, jadi total 6750 ekor. Kemudian rata-rata 10 ekor / 1 kg jadi total panen 675 kg x harga per 1 kg di bulan januari 2016 rata-rata 15.000 untuk daerah pekan baru. Jadi total pendapatan kotor 10.125.000 rupiah.

Untuk pakan kita asumsikan 100kg untuk 100 ekor selama 3 bulan.
Pakan awal (bibit lele) jenis pakan PF-1000 satu sak 10 kg = Rp126.000
Pelet 781-1 satu sak 30 kg = 247.000
Pelet 781-2 satu sak 30 kg = 242.000
Pelet 781-3 satu sak 30 kg = 236.000
Total / 100 ekor sampai panen 100 kg = 852.000 x 75 ( jumlah benih / 100 ekor ) =6.380.000

Bibit 7500 x 150/ekor = 1.125.000
Pengluaran 6.380.000 + 1.125.000 = 7.505.000.

Pendapatan kotor - pengluaran = 10.125.000- 7.505.000 = 2.620.000
Dalam tiga bulan anda dapat menghasilkan 2.620.000 untuk budidaya kategori skala kecil.

Untuk memper kecil pengluaran pakan, di beberapa tempat budidaya yang pernah saya kunjungi, ada beberapa petani yang menggunakan pakan oplosan setelah umur lele menginjak 2 bulan, biasanya bahan yang di gunakan adalah pelet 781-2 + dedak + ikan asin samapah, kemudian di giling.

Anda berminat, baca Panduan Bisnis Budidaya Lele Lengkap Dari A Sampai Z

Mohon maaf apabila harga pakan maupun harga beli dan jual tidak sesuai dengan yang ada di daerah anda.

metode budidaya lele yang baik dan benar

09.32 Add Comment
metode budidaya lele yang baik dan benar
Agar hasil sesuai dengan yang di harapkan, di butuhkan metode dan cara budidaya lele yang baik dan benar.
banyak aspek yang harus di perhatikan, mulai dari pemilihan pakan, perawatan kolam, pencegahan penyakit maupun pengobatan penyakit itu sendiri.

Adapun metode budidaya lele itu senderi memimiliki sedikit perbedaan di tiap-tiap jenis kolamnya, banyak para petani lele modern yang memilih menggunakan kolam terpal di bandingkan dengan kolam tanah, salain lebih irit dalam segi modal, dalam segi perawatanya juga lebih mudah dan praktis. Adapun cara budidaya lele kolam terpal yang baik anda bisa baca disini.

Sebelum memulai menebar benih, pastikan kondisi kolam steril dari parasit maupun bakteri jahat.
Kemudian tentukan bibit yang baik, benih atau bibit yang akan di tebar menentukan prospek kedepan budidaya itu sendiri, jika benih berkwalitas baik, otomatis pertumbuhan akan lebih cepat dan kematian dini bisa di cegah. Untuk tips memilih benih lele kualitas baik dan juga ciri-cirinya anda bisa pelajari disini.

Pemberian pakan dan suplemen secara teratur dan berkala juga sangat penting untuk proses keberlangsungan budidaya lele. Pakan yang teratur dan sesuai akan mengurangi resiko kanibalisme dari lele itu sendiri, sifat kanibal pada ikan lele menjadi salah satu penyebab kehilangan dalam jumlah banyak, biasanya akan terlihat saat proses pemanenan. Sedangkan suplemen itu sendiri berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan nafsu makan.

Selain kanibal, penyakit juaga merupakan salah satu faktor kematian dalam jumlah besar, pelajari tips pengelolaan air untuk mencegah penyakit pada ikan lele, hal ini di butuhkan untuk meminimalisir peluang terjangkitnya penyakit yang merata. Bahkan tidak jarang para pembudidaya ikan lele harus gulung tikar alias bangkrut gara-gara tidak bisa mengatasi masalah penyakit pada ikan lele. Ada bisa membacanya disini beberapa jenis penyakit yang sering di jumpai pada ikan lele.

Lakukan penyortiran minimal satu bulan sekali, untuk memisahkan lele yang memiliki pertumbuhan lambat di banding yang lain, hal ini di lakukan untuk mencegah lele yang lebih besar memangsanya.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan, tidak banyak memang, tapi jika di jalankan dengan benar, insya allah dapat menjadikan panen lele anda lebih maksimal. Amiinnn.

Untuk menambah ilmu seputar lele, anda juga bisa membaca artikel-artikel saya yang lain. semoga bermanfaat.