teknik pemijahan ikan patin

06.49
Teknik pemijahan ikan patin ada dua, yaitu teknik pemijanhan secara alami, dan teknik pemijahan buatan, teknik pemijahan secara alami di lakukan dengan cara mengawinkan indukan betina dan jantan secara alami, menggunakan media kolam, sedangkan teknik pemijahan secara modern di lakukan dengan cara menyuntikan hormon perangsang kepada indukan ikan patin betina, dengan tujuan agar telur cepat keluar.

Pembebtikan ikan patin merupakan cara untuk memperoleh bibit dari indukan ikan pantin dengan kualitas baik, pembibitan ikan patin umumnya dilakukan untuk di jual kembali, pembibitan ikan patin adalah salah satu model bisnis yang juga banyak di geluti masyarakat indonesia. Pembibitan untuk tujuan usaha harus mampu menghasilkan bibit dengan kualitas baik, seperti ukuran yang merata, tidak cacat, dan tidak terserang penyakit.


Cara pembibitan ikan patin

Hal pertama yang harus di siapkan adalah calon indukan patin, indukan patin bisa anda peroleh dengan mencari secara tradisional di sungai-sungai atau rawa, atau juga dengan membeli langsung indukan ikan patin siap pijah. Adapun beberapa ciri indukan patin yang baik dan siap pijah adalah sebagai berikut :
  • Induk betina, berumur kurang lebih 3 tahun dengan lberat kurang lebih 2 kg, perut terlihat besar dan condong ke arah anus, jika di pegang perut terasa lembek, jika di tekan akan keluar beberapa butir telur berwarna putih.
  • Induk jantan berumur 2 tahun dengan berat kurang lebih 2 kg, jika perut di urut akan mengeluarkan cairan sperma berwarna kuning.
Hal-hal yang perlu di perhatikan,
Saat pertama anda mendapatkan indukan ikan patin, akan lebih baik jika di pelihara terlebih dahulu secara insentif, asupan pakan juga harus di perhatikan, berikan pakan dengan kadar protein tinggi, dengan demikian gonad akan lebih cepat matang dan siap pijah.

Step demi step teknik pemijahan ikan patin

Metode kawin suntik
Metone kawin suntik bertujuan untuk merangsang indukan betida agar mengeluarkan telur yang berada di dalam perutnya yang selanjutnya akan di buahi oleh indukan jantan.

Langkah-langkah kawin suntik
Mempersiapkan hormon perangsang
Hormon perangsang bisa di dapat dari ikan pendonor, rata-rata pembibitan ikan patin menggunakan ikan mas sebagai pendonor untuk di ambil kelenjar hipofise dan di gunakan sebagai hormon perangsang bagi indukan betina, kelenjar hipofise terletak di bagian otak ikan mas. Cara mengambil kelenjar hipofise harus di lakukan secara perlahan agar tidak rusak, pertama anda buka kepala ikan mas secara perlahan dan ambil kelenjar hipofise di bagian otak berwarna putih dengan ukuran cukup kecil, ambil menggunakan pinset, kemudian masukan ke dalam tabung kecil, dan di haluskan hingga benar-benar halus, setelah itu camburkan dengan aquades yang bisa anda beli di apotik.

Penyuntikan hormon
Ambil cairan yang sudah di campur dengan kelenjar hipofise tadi, dan masukan ke dalam tabung suntik, kemudian suntikan di punggung indukan betina patin.
Setelah di lakukan penyuntikan hormon, telur akan lebih cepat keluar yang selanjutnya akan di buahi oleh indukan jantan, telur yang telah di buahi pejantan akan menetas dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Perawatan larva
Larva atau patin yang baru menetas adalah umur yang rentan terhadap kematian maupun serangan predator, larva tersebut merupakan aset utama usaha pembibitan ikan patin, dalam hal ini anda harus benar-benar teliti dan rajin mengontrol.
Setelah telur patin menetas, bibit patin umur satu hari kemudian di pindahkan ke dalam aquarium dengan ukuran kurang lebih 1x0,5 m, aqurium di isi dengan air bersih dengan ketinggian 40 cm, tiap aquarium di isi bibit 500 – 700 ekor, lengkapi aquarium dengan aerator untuk menjamin ketersediaan ogsigen dalam aquarium. Lengkapi ruangan dengan alat pengatur suhu atau bisa menggunakan lampu pion untuk menjaga suhu tetap stabil. Setelah berumur 5 hari patin kecil di beri makan menngunakan kuning telur ayam yang di rebus, seminggu kemudian di selingi dengan jentik nyamuk sebagai makananya. Setelah benih sudah cukup kuat untuk di pindahkan, lakukan pendederan, patin kecil di pindahkan ke dalam kolam, kolam yang di gunakan sebaiknya menggunakan semen atau terpal, sebelum benih patin di pindahkan, siapkan kolam terlebih dahulu dengan air yang sudah di huni plankton di dalamnya, anda bisa mengfermentasikan kotoran sapi atau unggas yang selanjutnya air dapat di gunakan untuk tempat pendederan patin kecil.
Pemanenan bisa di lakukan sesuai kebutuhan, atau permintaan pasar bibit bagi pembudidaya pembesaran.

Kontrol secra rutin untuk menghindari terdapat predator pemangsa patin kecil, jika ada segera lakukan tindakan, bisa anda tangkap secara manuall, atau kuras kolam dan pindahkan patin kecil ke kolam oyang lain, setelah itu beri obat stres agar kondisi patin kecil segera stabil.

Bisnis pembenihan ikan patin memeang cukup rumit, dan di butuhkan ketelitian, keuntungan bisnis ini anda tidak perlu banyak mengeluarkan biaya perawatan, namun jika anda tidak menguasai ilmunya, saya sarankan pindah ke usaha pembesaran saja, anda bisa membaca salah satu artikel dari blog ini yang berjudul cara budidaya patin cepat besar.

Share this :

Previous
Next Post »