Cara Budidaya Belut dalam Drum Yang Benar

07.51
Cara budidaya belut dalam drum bisa menjadi alternatif usaha budidaya yang tidak memakan banyak tempat, dengan menggunakan media drum akan sangat mempermudah pengontrolan dan perawatan, bagi anda yang tertarik dengan usaha budidaya belut, akan kami ulas secara mendalam mengenai tata cara budidaya belut menggunakan media drum sebagai kolam.

Budidaya belut merupakan bisnis yang tergolong mudah, di bandingkan budidaya lainya seperti ikan lele, nila dll, belut masih lebih mudah, karena anda tidak perlu repot mengganti air, tidak banyak mengeluarkan biaya untuk pakan dan lain sebagainya. Pakan belut bisa anda dapatkan dengan mudah, anda bisa memanfaatkan keong, kepiting empang, jentik nyamuk dll.
Budidaya belut juga sangat menguntungkan jika di jalani secara serius, jika anda mau menjalankan bisnis ini dengan skala yang cukup besar, untung yang akan anda dapatkan juga lebih besar, kenapa demikian?, di bandingkan usaha budidaya ikan air tawar, budidaya belut merupakan usaha yang paling sedikit dalam hal pengeluaran biaya untuk pakan, sdangkan harga belut juga stabil, bahkan belut merupakan produk yang laris manis untuk pasar ekspor.

Keuntungan budidaya belut menggunakan drum

  • Biaya lebih ringan, bandingkan jika anda menggunakan media lain seperti kolam terpal, selain anda harus membeli terpal, menggunakan kolam terpal juga akan memakan banyak tempat, berbeda dengan menggunkan drum, selain murah, karena anda bisa memanfaatkan drum bekas, media ini juga bisa di taruh di mana saja untuk mempermudah pengontrolan perkembangan belut.
  • Perawatan lebih mudah, dengan media drum yang relatif kecil, anda bisa mengontrol dengan baik dari tiap-tiap belut yang berada di masing-masing drum, perawatanyapun akan lebih mudah karena medianya yang tidak mudah bocor.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam budidaya belut adalah media atau kolam yang akan di gunakan, agar pertumbuhan belut bisa maksimal, anda harus membuat kolam drum semirip mungkin dengan habitat aslinya.


Langkah-langkah budidaya belut dalam drum

  • Beri lubang drum aram memanjang, kemudian bagian dalam drum di cat agar tidak tieng, setelah itu siapkan kotoran sapi yang lembab ( tidak terlalu basah dan kering ), fermentasikan dengan sedikit campuran probiotik dan orea, setelah itu masukan kompos dari bahan kotoran sapi tersebut ke dalam drum, dan beri enceng gondong diatasnya hingga menutupi 1/4 bagian atas kolam, beri air kurang lebih 30 cm, dan siamkan hingga 2 minggu. Hal ini bertujuan agar media di tumbuhi plangkon dan juga juga nyamuk maupun cacing, beberapa organisme tersebut sangat baik untuk makanan belut kecil. Selain menggunakan kotoran sapi untuk bahan kompos, anda juga bisa menggunakan sekam padi, atau pelepah pisang.
  • Setelah media siap, barulah masukan bibit belut kurang lebih 1000-1500 ekor tiap drum. Belut bisa hidup dalam kepadatan yang tinggi, jadi anda tidak perlu khawatir dengan kepadatan tersebut, benih belut sebagik di tebar pada saat keadaan suhu yang dingin, bisa pagi atau sore hari.
  • Berikan pakan kepada belut dengan jumlah yang cukup untuk menunjang pertumbuhanya agar maksimal, pakan akan lebih baik jika di berikan dalam keadaan hidup, agar tidak busuk bila tidak habis di makan, pakan yang busuk bisa jadi akan merusak ke stabilan habitat dalam media, berikan cacing, keong dan lain sebagainya dalam keadaan hidup, pakan di berikan pada malam hari, karena belut aktif mencari makan di malam hari, anda juga bisa menambahkan pelet ikan secukupnya untuk lebih menunjang pertumbuhan belut atau beberapa hewan lainya yang bisa di jadikan pakan bagi belut dalam keadaan mati, Catatan pakan dalam keadaan mati harus di cincang terlebih dahulu. Belut termasuk dalam katogori hewan yang rakus, belut bisa memakan makanan dengan jumlah 5-15% dari berat badanya, jadi pakan harus tetap di sesuaikan dengan umur dan juga bobot belut.
  • berikan ramuan penambah nafsu makan, bisa anda beli di toko-toko penjual pelet, atau anda buat sendiri menggunakan temulawak, caranya tumbuk temulawak hingga halus, dan rebus dengan air hingga mendidih, setelah dingin anda bisa tuangkan ke kolam drum.
 
Tips memilih bibit belut,
Bibit belut bisa anda dapat dengan cara membeli bibit di tempat pembibitan belut di daerah anda, bibit belut yang baik memiliki gerakan aktif, tidak terkena penyakit seperti borek dll, tidak cacat secara fisik. Saya sarankan anda membeli bibit dengan ukuran yang seragam untuk memudahkan perawatan. Selain dengan cara membeli, bibit juga bisa anda dapatkan dengan cara menangkap secara manual, tetapi kebanyakan hasil tangkapan tidak akan memiliki ukuran yang sama/rata.

Pemanenan,
Anda dapat mulai panen pada umur sekitar 4 bulan keatas, panen belut juga tergantung pada suplai pakan yang anda berikan, jika teratur dan stabil, di umur 4 bulan belut sudah bisa di panen, namun jika ada beberapa ekor yang berat badanya belum mencapai standar pasar, anda bisa membesarkanya kembali, jadi anda bisa sortir, mana-mana saja yang sudah siap di jual, dan pisahkan belut yang masih memiliki berat di bawah standar kemudian besarkan lagi.

Cara budidaya belut kolam terpal



Share this :

Previous
Next Post »