Panduan cara budidaya ikan bawal lengkap

07.38
Budidaya ikan bawal
Budidaya ikan bawal, ikan bawal air tawar pertama kali ramai di budidayakan oleh warga magelang jawa tengah, banyak peminat terhadap salah satu jenis ikan air tawar ini, ikan bawalmemiliki rasa yang hampir sama dengan ikan gurami, bahkan ikan bawal air tawar menjadi salah satu menu utama bercita rasa tinggi di banyak resto di indonesia.

Budidaya ikan bawal bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang baik.
Ikan bawal merupakan jenis ikan Omnivora atau pemakan segala, jadi tidak akan terlalu sulit mencari bahan makanan buatan bagi ikan ini, ikan bawal juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca yang tidak stabil maupun kondisi air yang kurang baik, ikan bawal juga memiliki nafsu makan yang tinggi. Ikan bawal sangat cocok untuk anda yang baru belajar usaha budidaya ikan air tawar.

Teknik budidaya ikan bawal tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis ikan air tawar lainya, seperti gurami, patin, ataupun lele.

Langkah-langkah budidaya ikan bawal

  • Persiapan kolam, dalam artikel ini kami akan memandu anda berbudidaya ikan bawal menggunakan media kolam tanah, pertama buat kolam dengan ukuran 3x5 m, dengan kedalaman 1m, tanah yang bagus untuk tempat pembuatan kolam adalah tanah liat, jenis tanah ini tidak berporos sehinggi dapat di jadikan tanggul yang mampu menahan air agar tidak bocor. Setelah kolam siap, keringkan terlebih dahulu agar bakteri jahat yang berada dalam kolam mati, serta mengurangi kandungan senyawa asam dalam kolam. Setelah di keringkan kurang lebih 4-5 hari (pastikan benar-benar kering) lakukan pengapuran ke permukaan dasar kolam menggunakan kapur dolomite 5 kg, jika kolam lebih besar, gunakan ukuran 25 kg per 100 m persegi. Pengapuran bertujuan untuk meningkatkan PH tanah dan juga membasmi bakteri ataupun hama yang masih tersisa setelah proses pengeringan. Lakukan pemupukan untuk menghasilkan pakan alami bagi ikan bawal di dasar kolam, gunakan pupuk kndang 50 kg per 100 m persegi, agar pupuk kandang tidak bermetamorfosis menjadi racun, sebaiknya jadikan kompos terlebih dahulu, setelah proses pengapuran dan pemupukan selesai, isi air dengan ketinggian 5 cm, dan diamkan, tambahkan air sedikit demi sedikit hingga ketinggian 70 cm, setelah air berwana hijau terang dan tidak berbau, benih ikan siap di tebar.
  • Penebaran benih ikan bawal. Sebelum benih di tebarkan, campur dulu air kolam dengan air bawaan benih, hal ini di tujukan agar ikan bawal kecil dapat menyesuaikan terhadap air yang baru, diamkan hingga 5 menit, lalu di tebarkan. Benih yang di tebar harus berkualitas baik, ciri-cirinya, gerakanya gesit, ukuran merata, dan tidak cacat atau terkena penyakit.
  • Pemberian pakan. Kualitas pakan dan keteraturan harus di perhatikan, dengan pemberian pakan yang teratur serta kandungan gizi yang cukup ikan akan lebih cepat tumbuh besar. Karena ikan bawal merupakan jenis ikan pemakan segala, jadi pemberian pakan harus yang seimbang, dari kandungan gizi, karbohidrat, vitamin, maupun mineral, anda tidak perlu memberikan pelet saja sebagai makanan utama, anda bisa memberikan dedaunan sebagai makanan tambahan. Berikan pakan 3 kali sehari, dan perbanyak pada malam hari.
  • Pengelolaan air. Lakukan penggantian air minimal 20% air lama di ganti di tiap minggunya, hal ini di tujukan untuk menjaga pH air tetap pada kondisi normal.
Pencegahan dan penanganan penyakit. Penyakit yang sering di jumpai pada ikan bawal air tawar diantaranya adalah
Jamur, biasanya di sebabkan oleh luka yang terinfeksi bakteri, parasit, keputihan.
Cara penangan, untuk cara tradisional anda bisa menggunakan buah mengkudu, bawang putih, dan daun pepaya, bahan tersebut di tumbuk halus kemudian di rebus menggunakan air bersih lalu di tebarkan ke kolam setelah dingin.
Pencegahan terhadap penyakit dapat di lakukan dengan cara menjaga kebersihan kolam maupun lingkungan sekitar kolam, megganti air secara rutin untuk mengurangi bakteri jahat yang terdapat di dasar kolam.

Share this :

Previous
Next Post »