5 Tips mencegah penyakit ikan lele terbaik

06.55
5 Tips mencegah penyakit ikan lele terbaik
Penyakit pada ikan lele masih menjadi momok terbesar para petani lele yang dapat merugikan. kebanyakan para petani lele pemula gagal karena mereka tergesa-gesa untuk segera terjun dan memulai usahanya karena tergiur oleh kalkulasi keuntungan yang menggiurkan, tanpa membekali dirinya dengan pengetahuan yang cukup tentang budidaya lele.

Beberapa penyakit pada ikan lele yang sering di jumpai para petani lele diantaranya,
Bintik putih, di sebabkan oleh bakteri yang tumbuh karena kolam yang kotor.
Parasit, oleh jamur, penyakit ini mengurangi nafsu makan dan merusak insang
cacar, termasuk penyakit yang berbahaya, karena dapat merusak bagian tubuh lele, seperti timbul borok dan luka-luka.

Dalam menjalankan usaha ini sebenernya hanya ada 3 tahapan sederhana, yaitu.
  1. Peneberan benih
  2. Perawatan dan pemberian pakan
  3. Pemanenan
mencegah penyakit ikan lele 

Walaupun tampak sederhana namun tiga tahapan tersebut memiliki banyak persoalan yang harus di pecahkan dengan pengetahuan yang cukup. Untuk langkah awal penebaran benih, mungkin hanya cukup dengan pemilihan kualitas benih yang baik, dan persiapan media kolam dan air yang sudah di sesuaikan.

Tahap yang akan menguras tenaga dan fikiran adalah saat perawatan dan pemberian pakan, perawatan kolam yang salah ( termasuk pengelolaan air ) dan pemberian pakan yang tidak teratur sudah pasti menjadi poin buruk untuk keberlangsungan budidaya lele yang anda jalankan. Maka dari itu anda harus benar-benar jeli di waktu-waktu ini, saat umur ikan lele yang anda budidayakan sudah memasuki usia 20 hari keatas, lakukan pengontrolan secara rutin, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.

5 tips mencegah penyakit pada ikan lele

  • Pemberian probiotik,tetes tebu dan ragi tempe pada saat sebelum kolam di teberi benih, ini di lakukan untuk pencegahan terhadap timbulnya jamur jahat dan juga bakteri phatogen, bakteri pathogen merupakan bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan lele, tumbuhnya bakteri tersebut dapat disebabkan karena kondisi kolam yang sangat kotor, kolam yang sangat kotor bisa di sebabkan karena bertumpuknya kotoran dan sisa makanan di dasar kolam yang tidak terurai. Untuk mengatasi hal itu di perlukan probiotik dan tetes tebu yang akan mebentuk mikro organisme baik dalam kolam, dengan demikian kotoran dan sisa makanan di dasar kolam dapat di terurai, untuk menjaga mikro organisme baik dalam kolam tetap hidup, anda perlu menjaga  PH air tetap stabil, PH air yang tidak stabil dapat membunuh mikro organisme dalam kolam. Sedangkan ragi di butuhkan untuk membentuk jamur baik yang menguntungkan bagi ikan lele. Ini di sebut pencegehan alami yang mana bakteri jahat di antisipasi dengan bakteri baik begitupun dengan jamur.
  • Pengelolaan air yang baik, kalau anda menggunakan kolam terpal dan menganut cara budidaya lele dengan sistem umum, anda harus rajin mengganti air, kenapa demikian?. Dalam sistem budidaya lele seperti ini, biasanya tidak menggunakan probiotik untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme baik, mikro organisme baik ada dalam kolam karena tumbuh secara alami, ini tidak efisien apa bila umur lele menginjak satu bulan, kotoran yang di hasilkan semakin banyak, dan bakteri pengurai tidak mampu lagi mengurai, akibatnya kotoran mengendap di dasar kolam, menjadi tempat tumbuhnya parasit. Air yang sudah tercemar akan berwarna biru hitam gelam dan baunya tidak sedap, jika sudah demikian anda harus embuang air kolam sebanyak 60 % dan menggantinya dengan air yang baru, ketinggian air di samakan dengan tiinggi air sebelumnya. Agar tidak terjadi hal tersebut, lebih baik anda lakukan penggantian air secara rutin, sebelum air tercemar. Sedangkan untuk budidaya lele sisttem organik dan bioflok, anda hanya perlu menambahkan probiotik, tetes tebu dan ragi setiap sepuluh hari sekali untuk merangsang pertumbuhan mikro organisme baik di dalam kolam, hal itu bertujuan agar kotoran lele yang semakin banyak tetap bisa terurai.
  • Sanitasi, lakukan sanitasi untuk menjaga kesterilan kolam dari kemungkinan datangnya bakteri dari daerah sekitar kolam, anda juga bisa menaburkan garam, buah mengkudu dan daun pepaya, jika di temukan perbedaan dari tingkah lele seperti biasanya, contonya nafsu makan berkurang, lele banyak yang menggantung dll.
  • Jaga kebersihan kolam dan daerah sekitar, tempat yang kumuh dan kotor adalah sumber penyakit, jika anda menemukan kolam yang kotor namun lele masih tetap sehat dan hasil panen tetap bagus, kemungkinan mikro organisme baik dalam kolam sangat banyak, jikapun demikian pasti air tidak akan bau, itu karena kondisi air stabil. Untuk menghindari usaha anda menjaga agar lele tidak terkena penyakit tidak sia-sia, maka kebersihan kolam dan lingkungan kolam harus terus di jaga, serutin apapun anda mengganti air dan memberikan pencegahan dengan obat alami, bakteri akan tetap bisa muncul kembali jika lingkungan kolam di biarkan kotor.

Berikan pengobatan pertama segera setelah anda menemukan perbedaan di lele yang anda budidayakan, pengobatan alami pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan menggunakan garam, buah mengkudu, daun pepaya, kunyit dan bawang putih. Haluskan terlebih dahulu, lalu tebarkan ke kolam saat malam hari.
Untuk mengatasi ikan yang menggantung diatas kolam, anda juga bisa menggunakan bahan-bahan diatas sebagai tahap awal pencegahan, biasanya ikan menggantung disebabkan oleh banyaknya air hujan yang tercampur ke kolam, air hujan mengandung banyak asam yang dapat membuat PH air tidak stabil, jika dengan memberikan bahan-bahan tersebut dalam waktu 2-3 hari tidak ada perubahan, lakukan penggantian air dengan air yang baru sebanyak 50%.

Pencegahan akan tetap lebih baik dari pengobatan, saat melakukan pengobatan kemungkinan anda mengalami kegagalan berbudidaya akan lebih besar, karena problem sudah benar-benar ada, jadi lakukan pencegahan sedini mungkin, kontrol secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
Itulah 5 tips pencegahan penyakit pada ikan lele, semoga apa yang saya shere bisa bernmanfaat buat sobat.

Share this :

Previous
Next Post »