Cara Budidaya Ikan Nila Yang Benar

11.58
Cara budidaya ikan nila yang benar



Usaha budidaya ikan nila sangat cocok untuk anda yang minim modal, tidak seperti ikan mas atau lele, ikan nila termasuk kedalam jenis ikan omnivora  atau pemakan segala, yang tidak membutuhkan kadar protein tinggi sebagai makananya, dengan kadar protein 25%, sudah cukup di jadikan asupan gizi bagi ikan nila, di habitat aslinya, ikan nila biasa memakan plangton, tumbuh tumbuhan air, dan hewan hewan kecil di dalamnya.
Suhu yang baik untuk budidaya ikan nila berkisar antara 25 hingga 30 derajat celcius, sedangkan PH nya berkisar antara 7 sampai 8.

Berikut tahapan cara budidaya ikan nila yang benar

Persiapan Kolam
Media untuk budidaya ikan nila bisa menggunakan berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung hingga tambak air payau. Dari sekian jenis kolam tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan. Di kesempatan kali ini, admin akan membagikan cara budidaya ikan nila menggunakan media kolam tanah.
Kenapa memilih kolam tanah..?, kolam tanah bisa menjadi tempat tumbuh dan kembang biak berbagai jenis tumbuhan maupun hewan di dalamnya, yang bermanfaat sebagai pakan alami ikan nila, dengan demikian, biaya konsumsi untuk pakan bisa di kurangi.

Tahapan persiapan kolam tanah
pengeringan dasar kolam. Kolam dikeringkan dengan cara dijemur. Penjemuran biasanya berlangsung selama 3-7 hari, tergantung kondisi cuaca. Sebagai patokan, penjemuran sudah cukup bila permukaan tanah terlihat retak-retak, namun tidak sampai membatu. Selanjutnya, permukaan tanah dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 10 cm. Bersihkan sampah sampah yang berada di dasar kolam. Lakukan pengapuran dengan dolomit atau kapur pertanian, kurang lebih 500 kg/ha. Lakukan pemupukan, dengan pupuk organik, bisa kompos atau pupuk kandang, pemupukan berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah. Untuk takaran prmupukan, sebanyak 1-2 ton per hektar. Tebarkan hingga merata di dasar kolam. Biarkan selama 1-2 minggu. Tujuan pemupukan untuk memberikan nutrisi bagi hewan dan tumbuhan renik yang ada di dalam kolam, yang nantinya bisa menjadi pakan alami ikan nila. Selanjutnya aliri air kedalam kolam, Pengairan dilakukan secara bertahap. Pertama, alirkan air  sedalam 10-20 cm. Diamkan selama 3-5 hari. Biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna, untuk memberikan ruang bagi organisme air tumbuh. Setelah itu isi kolam hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm.

Pemilihan benih Dan Penebaran
Benih yang berkualitas akan mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya anda, benih dengan kualitas baik, memiliki kekebalan dan pertumbuhan yang baik. Anda bisa mencari benih jantan untuk di budidayakan, ikan nila jantan memiliki pertumbuhan lebih cepat di banding nila betina, sekitar 45% lebih cepat.
Padat tebar kolam tanah untuk budidaya ikan nila sebanyak 15-30 ekor/m2. Dengan ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor, tinggal di kalikan berapa luas kolam yang anda punya.

Cara penebaran benih yang benar, Masukkan wadah yang berisi benih ikan nila ke dalam air kolam. Diamkan selama beberapa jam, biarkan air menyatu, tujuanya agar ikan beradaptasi dengan air yang baru. Kemudian miringkan atau buka wadah tersebut. Biarkan ikan keluar dan lepas dengan sendirinya, dengan begitu resiko benih ikan mengalami strees akan berkurang.

Pemberian Pakan
Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya setiap hari, jadi usahakan ikan nila mendapat asupan pakan yang cukup setiap harinya,  berikan pakan secara rutin di pagi dan sore hari, pakan berupa pellet dengan kadar protein 20-30%.
Pemberian pakan harus di sesuaikan dengan bobot ikan, hal ini penting untuk memastikan asupan pakan yang cukup bagi ikan nila, berikut rumus perhitunganya, kita ambil rata rata bobot ikan nila adalah 15 gram/ekor, dengan jumlah ikan sebanyak 1000 ekor dalam 1 kolam, jadi rumusnya 15x1000x3/100=450 gram atau 4,5 kg, cek secara rutin setiap 15 hari sekali, ambil sampel ikan untuk di timbang, dengan demikian asupan pakan bisa di sesuaikan.

Perawatan Dan Pencegahan Hama
Ikan nila yang masih berumur muda rentan terkena penyakit, di perlukan perawatan dan pencegahan yang intensif untuk mengantisinya, kebersihan lingkungan kolam patut di perhatikan untuk mengantisipasi keberadaan hama yang dapat memangsa ikan nila.
Adapun beberapa hama yang sering di jumpai para petani adalah,

Bintik putih
Hama ini menyerang benih ikan yang masih kecil, terlihat dari tubuh ikan yang berbintik bintik putih seperti beras, Upaya pencegahannya cukup sulit. Untuk membrantasnya bisa menggunakan minyak tanah yang di siramkan ke dalam kolam. Jumlah minyak yang diperlukan sebanyak  2,5 liter untuk 500 m2 luas kolam. Cara ini cukup efektif menekan populasi hama tersebut.

Ucrit
Hama ini juga menyerang ikan nila yang masih kecil, ucrit lebih mematikan dibanding bintik putih, Warnanya kehijauan dan dapat bergerak dengan cepat. Bagian depan terdapat taring untuk menjepit mangsa, sedangkan di bagian belakang terdapat sengatan, penggunaan obat kimia untuk membasmi hama ini, tidak di anjurkan, karena obat kimia juga akan membunuh ikan nila, Untuk mencegahnya, bersihkan kolam secara rutin dari gulma dan sampah sampah organik.

Pemanenan
Ukuran bobot ikan nila untuk pasar domestik berkisar 300-500 gram/ekor, diperlukan waktu 4 sampai 6 bulan untuk mencapai bobot ini, pemanenan juga bisa di sesuaikan dengan permintaan pasar

Share this :

Previous
Next Post »